
ke empat orang itu pun menikmati makanan mereka dan yura...terlihat nggak bisa memasukkan makanan yang khas ala ala rumahan nya nindi itu,ia terlihat bingung mau memakannya,lontong gulai dengan sate kesukaan mama nindi,yang khusus jauh jauh di pesan dari tempat gilang,karena anin baru pulang dari luar kota pula.anin ngidam pingin lontong di gulaiin sama sate nya.kini usia kandungan anin sudah hampir tiga bulan.
"seketika ke tiga orang itu pun menatap sambil menyuap mkanan mereka sambil melihat ke arah yura.
termasuk satria,dia yang berada di samping yura dan sangat keheranan meliht tingkah kekasihnya itu.
"sayang kamu baik baik saja?kenapa nggak suka makanan nya atau kamu mau makan yang lain?"tanya satria seketika.
"anu sat...aku nggak ngerti cara makannya...aku biasa makan sandwich...dan jarang makan nasi sat...lalu...ini?"ucap yura seketika yang membuat semua orng tertawa.
"yura...ini lontong...kamu harus coba..enak loh..."ucap nindi seketika sambil memperagakan bagaimana cara memakannya.dan yura terlihat manggut manggut memperhatikannya,perlahan yura pun ikut menyuap memasukkan makanan di atas piringnya itu ke dalam mulutnya,dan ia lalu mengunyah ya.
"ouh...bener bener...enak ini nindi...sat...om...tante..."ucap ceria yura di sela sela makannya,kemudin ke empat nya melanjutkan acara makannya.
setelah usai makan,nindi mengajak yura untuk menempati kamar tamu nya,dimana...dua kamar tamu itu di isi satria dan yura,masing masing menempati satu kamar.
"nindi...rumahmu nyaman sekali ya...pasti keluargamu sangat bahagia..."
ucap yura seketika sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,
"hemmmz...sejauh ini...semua nyaman yura...dan aku harap...semua baik baik saja."
ucap nindi dengan doa tulus nya.
"yura...aku tinggal ke kamar dulu ya...kamu istirahat gih...aku juga...aku capek..."
ucap nindi sambil berlalu pergi dari kamar yang di tempati yura.
__ADS_1
nindi bergegas menuju kamarnya,namun langkahnya terhenti saat ia dapati mama dan papa nya sedang bercanda di ruang tamu.
"hemmmz...mama...papa..."ucap nindi pada mama dan papa nya seraya menyelipkan wajahnya di tengah tengan kepala mama dan papa nya.merangkul kedunya dari belakang sofa.
"anak gadis kok manja banget sih sayang?"
tanya mama anin pada putrinya.
"emmmz...mah...lusa aku boleh nggak kerja di tempat papa...?"tanya nindi...pada mama dan papa nya..lalu bergegas duduk di tengah tengah keduanya,memisah keduanya.
"kenapa tiba tiba mau kerja lagi sayang?"
tanya papa rendi yang sedikit tidak habis pikir.
"nanti setelah kamu nikah...kamu juga nggak bakal suka kerja kok sayang...jadi ngapain repot repot kerja segala sih?"
"itu ma mamah pah...kalau nindi ma beda...nindi itu penuh dengan jiwa jiwa pengejar receh...jadi harus punya penghasilan sendiri dong..."ucap nindi dengan sungguh sungguh dan itu langsung di angguki rendi.
"kamu mau langsung jadi manager di perusahaan papa nak?"tanya rendi ingin tahu.
"mana ada?nindi belum se mahir itu pah...di kantor arga dulu nindi masuk di divisi keuangan pah...jadi...nindi mulai dari sana saja ya pah...mah..."ucap nindi menerangkan.
"tapi...nindi nggak ingin di spesialkan karena puteri papa mah...jadi...jangan sampai semua tahu ya pah...kita main kucing kucingan aja...pasti seru tuh..."ucap nindi lagi.
"kalau kamu mau seperti itu...kamu harus tunjukin kinerja yang bagus nindi...kalau kerja mu nggak bagus...kamu pasti akan tereliminasi sayang...namun jika semua tahu kamu puteri papa...mau kerjaanmu baik nggak itu...kamu bakal di sanjung tuh sama mereka.
kamu pilih yang mana?"tanya papa rendi ingin tahu.
__ADS_1
"nindi milih yang menantang aja deh pah...nindi akan tunjukin ke papa kalau kinerja nindi nggak asal asalan loh..."
ucap nindi dengan bersungguh sungguhnya.
"oke...itu mau kamu ya sayang...jadi kalau kamu merasa sudah nggak kuat...kamu merasa akan nyerah...papa nggak akan tinggal diam sayang...papa nggak mau kamu kenapa napa.setuju?"ucap rendi pada puterinya,dan terlihat nindi menganggukinya.
"nak...ingat juga...papa nggak tiap hari ke kantor nya...papa membagi waktu juga ke kampus ngurus kampus...semoga nggak ada apa apa ya sayang selama nggak ada papa di sana.dan lagi...jika ada proses pembullian..pada pendatang baru..kamu harus bilang sama mama papa ya nak..."
ucap papa lagi dengan sungguh sungguh nya.
"siap papa bos...dan ingat...gaji nindi tepat waktu ya pah...hehehehe..."canda nindi pada papa nya.
"kamu ini...kerja aja belom udah bahas gajian sih sayang..."ucap mama anin yang begitu gemas...
"mah...ingat juga ya...mulai lusa...kasih uang jajan dan makan nindi ya mah...hahahaha..."
canda nindi dengan beranjak berdiri dari kursinya dan berjalan pergi menuju kamarnya meninggalkan mama dan papa nya duduk berdua di sofa ruang keluarga.
dengan senyum ceria...ia meraih ponsel yang ada di tangannya dan mengetik sesuatu di layar ponselnya.
"ga...aku sudah sampai rumah dengan selamat.dan lusa aku putuskan untuk mulai kerja di tempat papa ga...❤️"ucap nindi pada pesan yang ia kirimkan pada kekasihnya.
"aku selalu mendukungmu sayang...apa pun itu...asal bukan ngelirik cowok lain aja,kamu hanya boleh menatapku.❤️❤️"
ucap balasan arga yang membuat hati nindi geli geli gatal.
"ah...susah nggaruknya."ucap nindi sambil senyam senyum di buatnya.lalu bergegas masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1