Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
tawa riang diatas tangis


__ADS_3

arga terlihat mondar mandir di dalam kamar hotel nya,ia tahu dari orangnya,bahwa om rendi dan tante anin sedang berlibur,dan nindi di rumah sendirian,


ia pun lalu membuka laptopnya,ia memastikan cuaca malam ini di tempat nindi berada,


di layar laptop itu terlihat bahwa di negara A tempat nindi berada malam ini akan turun hujan sedang namun di sertai kilat petir.


sontak arga pun terbelalak menatap layar laptop nya,hatinya khawatir...namun ia tidak bisa mengutarakannya apa lagi menanya kannya langsung pada nindi.ia masih mendongkol...memikirkan perkataan nindi yang membuatnya terlihat mengerikan.


namun bagaimanapun ia tetaplah khawatir.

__ADS_1


arga meraih ponselnya,ia terlihat mencoba menghubungi seseorang,


"cepat siapkan pesawat nya,aku akan terbang ke kota A sekarang."ucap suara perintah arga pada seseorang di dalam ponselnya itu.lalu ia pun mematikan panggilannya saat apa yang di inginkannya sudah di laksanakan.


tiga puluh menit arga menuju tempat lapang dimana pesawat pribadinya berada,lalu ia pun mulai masuk ke dalam dan pesawat itu pun lepas landas menuju tempat yang di tuju arga.yaitu kota A,kota dimana kekasihnya berada,meski saat ini arga dan nindi masih belum baikan...namun di hati arga ia sangat mengkhawatirkan keadaan nindi.apa lagi arga selalu memantau cuaca dimana kota yang di tinggali kekasihnya itu berada.


limajam perjalanan udara arga tempuh untuk memastikan sendiri keadaan nindi.tepat pukul sepuluh malam saat arga tiba di kediaman om rendi,disana sudah hujan ringan yang sesekali di sertai petir menyambar namun tidak begitu menggelegar,arga turun dari dalam mobilnya,ia bergegas menuju pos satpam rumah yang ada di sebelah samping pintu gerbang lebar dan tinggi menjulang rumah om rendi.


"oh...silahkan silahkan tuan..."ucap petugas jaga sambil berjalan keluar dari posnya menuju pintu kecil samping untuk membukakan pintu itu.karena tidak hanya sekali dua kali arga berkunjung ke rumah om rendi,hingga semua petugas satpam ataupun asisten rumah tangga di kediaman om rendi sudah kenal dan hafal siapa arga sanjaya itu,apa lagi ia kini bersetatus kekasih nona mudanya.

__ADS_1


pak satpam pun kemudian mempersilakan arga untuk masuk,setelah pintu kecil di samping gerbang itu berhasil di bukanya,dengan lari lari kecil di tengah guyuran hujan ringan itu arga pun menyusuri jalan setapak menuju rumah megah om rendi yang beberapa meter di depannya.bodohnya ia pun tanpa payung atau pun jas hujan,saking khawatirnya.


sampailah arga pada tangga depan rumah om rendi,lalu ia pun naik ke teras rumah megah itu,hingga sampi di depan pintu dan tangannya hampir mengetuk pintu utama,


sontak langkah dan tangan itu terhenti seketika,tatkala ia melihat raut bahagia nindi yang sedang cekikikan di depan layar laptopnya di ruang tamu bersama dengan para asisten rumah tangganya,semua duduk memutari nindi yang menatap layar laptop lesehan di lantai.


seketika arga tersenyum lega menatap nya dari luar kaca jendela tembus pandang pinggir pintu utama kediaman om rendi.sesaat samar samar nindi berteriak lantang dan keras....yang di dengar arga yang masih berdiri mematung di luar pintu utama.


"satria....awas kamu ya...."ucapan yang terlontar dari bibir nindi,dan gelak tawa terlihat di bibir nindi dan para asisten rumah tangganya.wajah berbinar senang dan gembira terlihat di sana.

__ADS_1


"syukurlah kamu bahagia meski bukan karena ku dan tanpaku,bodoh....arga kamu bodoh...kamu hanya sampah untuknya,yang ia pungut saat satria tidak di sisinya.kamu hanya pengganti saat ia butuh perhatian satria.


bodoh...kamu bodoh...karma untukmu karena banyak hati yang kamu lukai.terima karmamu...nikmati hancurnya perasaanmu,mungkin saat ini nindi sedikitpun tidak memikirkanmu arga.sadarlah!"ucap getir dalam hati arga.


__ADS_2