Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Jamu yang berbeda


__ADS_3

Hingga Aditya pun akhirnya berpamitan pada Arga untuk menuju ke apartemenya, Karena banyak barang yang masih tertinggal disana, Namun sebelumnya, Ia sudah membantu Arga menempelkan beberapa koyo di pinggang dan juga lengan bagian atasnya.


Aditya pergi meninggalkan apartemen Arga dengan pertanyaan yang begitu banyak di otaknya, Dimana bisa bisanya Arga baru malam pertama saja sudah sampai encok seperti itu, Apa lagi kalau malam malam biasanya, Bagi Aditya sangat aneh dan benar benar wow banget.


Setelah kakaknya benar benar pergi, Arga kemudian mengambilkan makanan untuk sarapan sang istri di atas piring, Niatnya sarapan pagi bersama sepiring berdua.


"Sayang...ayo bangun...sarapan dulu biar bertenaga...udah pukul sembilan pagi loh...nggak laper ya?" Ucap Arga sembari meletakan piring yang berisi makanan itu ke atas meja kecil samping tempat tidurnya.


"Akh...sayang...kamu udah beli sarapan emangnya?" Ucap tanya Nindi sembari mengucek matanya dan terjaga dari tidurnya, Kini ia duduk dengan bersandar sandaran tempat tidurnya. Dan Arga pun mulai menyuapinya perlahan lahan, Dan bergantian denganya.


"Enak ya sayang? itu...kiriman dari kakak ipar sayang...katanya masak kebanyakan, Itu...yang buat makan siang juga ada, " Ucap Arga sembari menerangkan.


Lalu tiba tiba ponsel Nindi berdering, Segera saja Nindi meraihnya dan melihat siapa yang tengah mencoba menghubunginya,


"Mama....ada apa mah?" Tanya Nindi saat ia baru saja menerima panggilan masuk dari mamanya.


"Sayang...udah sarapan belum? mau mama suruh pak supir buat ngirim sarapan kesana kah?" Tanya mama yang sedikit khawatir, Bukan khawatir karena anaknya, Tapi khawatir anaknya yang malah menyusahkan suaminya.


"Ini Nindi lagi sarapan sama Arga mah...di kasih kakak ipar tadi mah...makan siang juga udah ada..." Ucap Nindi menerangkanya.


"Ouh...ya sudah sayang...baik baik ya sama suami...eh...gimana datang bulanya? pas tanggal kan sayang? tapi sepertinya kamu baik baik saja?" Tanya mama lagi dengan cemasnya, Kini mama mencemaskan puterinya.


"Akh...semalam udah langsung di belikan obat sama Arga mah...sekarang baik baik saja...nanti sorean kami kesana mah...ambil baju sama bahas besok mah..." Ucap Nindi yang matanya sambil melirik ke arah sang suami, Dan Arga pun langsung menyetujuinya, Dengan anggukanya. Hingga mamanya pun mematikan panggilanya, Dan Nindi menikmati lagi makan sarapanya dengan sang suami yang setia menyuapinya, Arga pun tahu bahwa sang istri begitu manja, Apa lagi saat datang tamu bulananya.


"Akh...kenyang..." Ucap keduanya setelah memakan sarapanya dan meminum jus jeruk dari gelas yang sama.


Hingga hari itu di habiskan berdua hanya untuk santai santai dan beristirahat, Karena esok keduanya harus mengadakan pesta keduanya di tepi pantai seperti yang Nindi inginkan.

__ADS_1


Terlihat Nindi yang tengah tiduran di pangkuan Arga di atas ranjangnya, Keduanya sedang menonton video drama korea dari laptopnya.


"Akh...kenapa kebanyakan cewek suka drama korea sih sayang?" Tanya Arga yang sedikit penasaran, Karena istrinya itu pun penggemarnya juga.


"Karena kebanyakan drama korea tuh romantis semua sayang...biar kamu makin romantis kalau aku ajak nonton ini..." Ucap Nindi dengan jujurnya, Dan Arga hanya mengelus elus saja rambut panjang sang istri disana.


"Dari dulu nggak usah nonton drakor juga aku selalu romantis sayang...udah dari orok tahu..." Ucap Arga dengan pede nya.


"Tahu sayang...mana bisa aku kepincut kalau kamu nggak romantis...?" Ucap Nindi dengan balasanya pula.


"Meskipun kepincutpun...kalau kamu nggak cantik dan baik...aku juga nggak bakalan mau sayang..." Ucap Arga lagi dengan candanya, Namun karena Nindi sedang lagi sensitifnya, Ia pun sedikit mengartikanya lain dari kata kata Arga.


"Oh...jadi kalau aku nggak cantik...kamu nggak mau ya ga? akh...tega banget sih," Gerutu Nindi yang membuat Arga mendekap tubuh sang istri dan mengusap usapkan wajahnya ke jenjang lehernya, Dengan gemasnya, Sambil memeluk erat disana. Arga begitu gemas karena Nindi mengartikanya terlalu jauh, Sampai Nindi meminta ampun oleh tingkah Arga, Karena ciuman Arga membuatnya tertawa terbahak menahan geli, Dan perutnya pun ia rasakan tak nyaman saat ia tertawa.


"Udah...jangan konyol sayang...walau gimanapun...aku sudah jatuh cinta sama kamu kan...udah titik...jangan di ungkit lagi." Ucap Arga yang membuat Nindi manggut manggut saja.


"Sayang kamu yakin pakai kemeja atasan gini aja sampai mobil?" Tanya Arga yang sedikit tidak bisa terima saat ada mata yang tanpa sengaja atau sengaja menatap paha mulus sang istri, Apa lagi yang melihat seorang lelaki.


"Akh...la terus...aku pakai apa sayang?" Tanya Nindi dengan keherananya.


"Akh...mending pakai pakaian handuk mandi saja sayang...iya...pakai itu saja...lebih tertutup...aku nyalain full deh ntar AC nya di mobil, Dijamin kamu nggak bakalan kepanasan." Ucap Arga dengan senyum senangnya, Namum membuat Nindi nyungir dan mengernyitkan alisnya.


"Wow...suamiku ternyata se protektif ini!" Ucap Nindi yang diam diam sangat mengagumi suaminya.


Hingga benar saja, Nindi mengenakan pakaian handuk yang biasanya di kenakanya setelah habis mandi itu.


"Ada apa sayang? apakah wajahku enak di pandang?" Tanya Arga saat Nindi tengah terang terangan menatapnya terus saat ia sibuk mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


"Nggak tahu sayang...aku suka aja menatapnya, Nggak boleh?" Ucap Nindi yang membuat Arga mengerlingkan satu matanya ke arah sang istri, Tanda ia pun menyukainya. Sampai beberapa saat, Mobil yang di kendarainya itu sampai di kediaman Rendi Wijaya.


"Papa...mama..." Sapa Nindi dan Arga bersamaan setelah mendapat sambutan oleh kedua orang tuanya itu.


"Sudah ketebak deh..." Ucap mama yang melihat Nindi dengan pakaianya.


"Nindi ganti baju dulu ya mah...pah..." Ucap Nindi yang lalu naik ke atas menuju kamarnya, Dan segera saja berganti pakaian disana.


"Arga kamu pakai koyo nak?" Tanya mama saat menatap lengan menantunya dengan koyo yang mengintip disana.


"Akh...ini nggak apa apa kok mah...Arga lupa aja belum ngelepasnya tadi.


"Ouh ya udah...mama mau buatin jamu papa kamu nih...sekalian kamu juga mama buatin ya...biar nggak gampang sakit," Ucap mama yang langsung ngeloyor pergi menuju dapur.


"Astaga...aku bisa bisa pingsan ntar kalau minum jamu mama, Perutku tak mampu mencernanya, Sayang...cepat turun...bantu aku disini..." Ucap Arga dalam hatinya.


Tanpa pikir panjang, Arga pun langsung mengirim pesan pada sang istri yang masih berada dalam kamarnya.


"Sayang...kamu suka kan jamu buatan mama? sini...


bantuin aku ngabisin jamu dari mama sayang..." Ucap Arga dalam pesanya yang baru Nindi buka dan baca.


"Oh...jamu mama...kebetulan itu jamu kuat sayang...nikmati ya jamu nya...jangan pingsan lagi...semakin kamu menyukainya, Jamu itu semakin mujarab kok sayang...papa aja udah puluhan tahun juga enak enak aja..." Ucap Nindi dengan nada menyemangatinya.


"Oh tuhan...semoga mama mengerti..." Ucap Arga dalam hatinya. Dan benar saja, Mama datang dengan dua gelas jamu di tanganya, Satu untuk papa dan satu untuknya.


"Ini ga...mama buatin jamu perpaduan kulit manggis dan jahe kok...nggak ada telur mentah atau bahan yang nggak bisa kamu cerna...sama...buat papa juga..." Ucap Anin dengan nada lembutnya, Karena ia tahu...Arga tidak menyukainya kemarin, Hingga senyum lega Arga terlihat di bibirnya, Dengan senang ia menerimanya lalu meminumnya.

__ADS_1


"Akh...yang ini seger bener mah...Arga suka...makasih ya mah..." Ucap Arga yang membuat Anin pun tersenyum senang.


__ADS_2