Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
untung bukan absurd


__ADS_3

anin pun bergegas menuju ke kamarnya tergesa-gesa dan secepatnya menemui suaminya...


rendi terkaget-kaget saat tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan kerasnya.


"blaaam...."


pintu terbuka lebar menghantam tembok belakangnya.


seketika rendi menatap ke arah pintu yang terbuka tersebut,


"sayang...apa yang kau lakukan?ada apa?hmmmz..."


tanya rendi sambil menghampiri sang istri.


namun anin sudah lebih dahulu datang dengan cepat memeluk tubuh suaminya.


tangannya merangkul kuat,sangat kuat.


"hati-hati sayang...perutmu tertekan...ada apa?ayo bilang...?"


namun istrinya hanya membenamkan wajahnya di pelukan suaminya....


rendi pun membalas pelukan istrinya lebih hangat lagi.


ia tau istrinya pasti sedang khawatir saat ini.


lalu tangannya mengambil mendongakkan wajah istrinya menatapnya.


betapa terkejutnya rendi saat mendapati linangan air mata di sana.


"sayang....kau kenapa?ada apa?"


sambil jemarinya mengusap lembut disana.


namun lagi-lagi anin kembali hanya menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.


anin benar-benar takut...suaminya bermain gila di belakangnya.


anin ingin sekali mencegahnya,namun ia lebih takut saat suaminya kuwalahan dengan pekerjaannya dan membuatnya sakit.


baru kali ini rendi melihat istrinya sekacau ini.


lalu rendi menuntun istrinya menuju ranjang.


rendi mengajaknya duduk.


rendi berjongkok di depan istrinya,menatap wajah sendu itu.


rendi tau...hormon kehamilan pasti berpengaruh di sana.


"kau tidak ingin bercerita padaku?"


tanya rendi dengan menggenggam tangan istrinya itu.


namun anin hanya menggelengkan kepalanya.bibirnya masih tidak mampu berucap.

__ADS_1


rendi merogoh kantongnya,


mengambil telepon genggamnya,


ia mencoba mencari nomor neta...sahabat istrinya.


lalu rendi berdiri menuju balkon.meninggalkan istrinya yang masih dengan perasaan campur aduknya dan pikiran yang belum tentu benar.


"halo net...."


ucap rendi...


"ada apa pak rend?apa ada masalah lagi dengan anin?aku masih perjalanan ini belum sampai rumah...gara-gara nyari permintaan anin tu pak,"


namun rendi tidak benar-benar mendengarnya.


"baiklah net...langsung saja,tadi pagi...anin masih baik-baik saja...setelah sarapan tadi dia jadi sangat sedih net."


ucap rendi.


"mungkin anin mendengar sesuatu yang membuatnya jadi bersedih..."


ucap neta.


"aku hanya berbicara dengan kakek mengenai sekertaris sementara net,"


ucap rendi.


"naaaah...itu dia pak...dia takut anda kecantol sekertaris barunya pak...makanya dia jadi sedih..."


ucap neta.


dia ingin tertawa namun takut dosa.


lalu rendi menghampiri istrinya di tepi ranjang.


"aaaahhh....hmmmmz...apa harus aku sendiri ya yang seleksi sekertaris baru?....akukan kurang pandai melihat keseksian wanita...!"


goda rendi pada istrinya yang makin membuat anin terisak-isak sedang kata-suaminya yang mulai celamitan nakal dengan wanita.


"ternyata benar...dia takut aku kecantol sekertaris baru."


gumam rendi.


lalu dia tidak bisa menahan tawanya lagi.


tawa rendi pecah...


"kak rend...kau tega sekali...istrimu bersedih tapi kamu malah ketawa-ketawa membahas sekertaris baru...teganya,"


ucap anin.


"lah kamu diam saja aku tanya kenapa kamu menangis?"


ucap rendi yang membuat anin lagi-lagi terdiam.

__ADS_1


lalu rendi mendekat ke arah istrinya...memeluknya dengan hangat.


"sekertariku yang baru...saking seksinya...dia tidak punya pantat...atau pun dada...benar-benar pemandangan yang tak layak di nikmati kan sayang...jadi membuatku pasti ingin pulang untuk menemui istriku yang paling cantik ini dan juga makin berisi,"


bisik rendi yang membuat anin terperanjat dari duduknya dan menatap wajah suaminya.


"maksud kak rendi apa?"


tanya anin ingin tau...


rendi mengangkat tangannya mengelus kepala istrinya.


"sebegitu khawatir nya ya kamu sayang..."


namun sebelum rendi meneruskan ucapannya...anin lebih dulu memotongnya.


"maksud kak rendi apa kenapa sekertaria barunya rata semua?"


tanya anin...


"iya...lebih tepatnya rata semua sayang..."


ucap rendi.


"kok bisa kak?"


tanya anin belum mengerti.


"gimana gak datar gak rata...si iwan yang menggantikan ita sementara...aku sudah tau kualitas anak itu...jadi kenapa cari yang belum tentu kualitasnya si yank?"


"kamunya aja mikirnya sudah kejauhan...sayaaang..."


ucap rendi lagi.


"jadi...tidak ada seker taris baru?"


tanya anin.


rendi hanya menggeleng.


"tidak ada sekertaris yang seksi dan bahenol?"


tanya anin lagi.


dan masih dengan gelengan rendi.


anin yang melihat suaminya menggeleng-gelengkan kepala itu pun dengan gembiranya langsung menangkap wajah suaminya dengan kedua tangannya,


menariknya sambil memencet kedua pipinya hingga bibir suaminya monyong sedikit,


lalu anin mengecup-ngecupnya dengan bahagia.


"untung pemikiran istriku hanya sebatas itu...andai lebih absurd lagi...pasti aku bisa gila,"


ucap rendi dalam hatinya.

__ADS_1


dan rendi pun membalas ciuman sang istri dengan bahagianya,


ia bahagia karena istrinya pun kembali ceria seperti semula.


__ADS_2