
Dengan langkah gontainya Arga melangkah menuju ke arah lemari pakaian, ia lalu mengambil pakaian sang istri dari sana, memilih milih pakaian santai yang sekiranya pas untuk sang istri, karena memang hari itu tidak ada acara apapun, dan hanya bersantai saja, barulah lusa, adalah acara pernikahan yang terakhir, yaitu bertempat di resort baru Arga, di luar Kota yang jaraknya tidaklah dekat.
Sambil memilih pakaian sang istri, Arga juga tak lupa mengintip dalaman Nindi yang berjajar rapi di laci, dengan warna warni bak pelangi, merah kuning hijau jingga ungu dan yang sedang Arga cari, Pink!.
"Nah ketemu kan akhirnya!" Ucap lega Arga dengan senyumanya, lalu mengambil satu set, tak lupa pakaianya juga, kemudian membawanya menuju ke arah kamar mandi, tepat di depan pintu kamar mandi, Arga mematung sesaat disana.
"Apa aku langsung masuk aja ya?" Ucap Arga dalam hatinya, dan satu tanganya terangkat hampir membuka pintu kamar mandinya.
"Astaga!" Teriaknya tiba tiba saat Nindi menyembulkan kepalanya dari dalam pintu dan sedikit meninggikan suaranya.
"Sayang sikat gigiku mana?" Tanya Nindi dengan tiba tiba.
"Akh...jantungku mau loncat," Ucap Arga sembari menekan dadanya dengan kedua tanganya, sedangkan dalaman dan pakaian sang istri sudah mengalung di pundaknya.
"Oh...maaf sayang...aku kira kamu sedang di sana...aku nggak tahu kalau kamu sudah disini..." Ucap Nindi dengan senyumanya.
__ADS_1
"Ini sayang pakaian kamu! cepat pakai...aku ambilin sikat gigi nya yang baru, mau warna apa juga? pink lagi?" Ucap Arga yang tengah menawari sang istri, namun tawaranya hanyalah basa basi saja.
"Emang ada warna pink nya? kalau ada mau lah..." Ucap Nindi sembari tersenyum, lalu menutup pintu kamar mandinya lagi dengan rapat, dan Arga pun mengambilkan apa yang sang istri mau lagi.
"Tok tok tok," Arga mengetok pintu kamar mandi, dan terlihat Nindi sudah membukanya, ia lalu mengambil apa yang dia butuhkan itu, dan hampir menutup kembali pintunya, namun dengan cepat kaki Arga segera menghalanginya.
"Sayang aku mau ikut mandi dong...biar menyingkat waktu!" Ucap Arga yang langsung di angguki oleh Nindi, lalu ia pun membuka lebar pintu kamar mandinya itu, betapa terkejut dan terbelalak mata Arga saat menatapnya, saat ia dapati sosok cantik di depanya, tanpa terasa mulutnya pun menganga lebar saking terkejutnya.
"Yah...dia udah bajuan aja...! padahal aku ngambil sikat giginya cuma bentar doang!" Dengus gerutu Arga dalam hatinya.
Sampai di dalam, Arga tidak langsung menanggalkan semua pakaianya, ia hanya melepas kaosnya saja, dan menghadap ke arah cermin, tepat di depanya, dimana sang istri saat itu tengah berdiri disana, di depan cermin wastafel dan terlihat sudah mulai menyikat giginya.
Tanpa sadar pun Nindi mau tidak mau juga melihatnya, dada bidang yang mulus milik sang suami, hingga Nindi merasa kikuk seketika saat tatapanya bertemu dengan pemilik dada, dan Nindi sesekali mengalihkan pandanganya ke arah lain, namun sang suami tidak mau beranjak pergi dari belakangnya, Arga malah mematung dan terkesan mengamatinya.
Kini langkah Arga terlihat makin mendekat ke arahnya, makin dekat dekat dan tepat di belakangnya, sampai terasa dorongan dada itu ke punggungnya hingga membuat Nindi terdiam dan hanya mengikuti gerakanya saja, Nindi tersudut.
__ADS_1
Dengan kedua tangan Arga yang mengurung di kedua sisinya, tangan tangan kekar itu mengurungnya dengan bertumpu pada tepian wastafel di depanya, terasa mendekapnya dan begitu kuat.
Akhirnya Nindi pun menyudahi acara menyikat giginya, lalu menatap wajah sang suami yang kini tengah berada tepat di samping wajahnya, sangat dekat hanya berjarak centi meter saja.
"Apa? ada apa? katanya mau mandi? mandi aja...aku udah kok mau keluar dulu..." Ucap Nindi, namun kedua tangan Arga masih tidak mau melepaskanya.
"Aku perhatikan...kenapa kamu jadi pendiam sayang? padahla tadi kamu sangat bersemangat...apa lagi saat menyuruh suamimu ini!" Ucap Arga sembari mengecup pipi Nindi yang sudah mulai merona.
"Akh...itu...emmmb...aku..." Ucap Nindi yang terbata bata seketika, saat ia sadari debaran jantungnya yang sudah tidak beraturan lagi, kini degubnya menjadi, saat tangan Arga mulai jahil menyentuh tanganya, merangkak naik perlahan lahan hingga ke lengan bagian atasnya dan berhenti disana.
"Kenapa tiba tiba kamu jadi gagap?" Tanya Arga lagi sembari menarik handuk yang mengalung di pundak Nindi dan melepaskan kurungan tanganya.
"Akh...mau ambil handuk aja sampai bikin jantungku mau loncat...aku kira mau menarik pakaianku!" Ucap Nindi dalam hatinya, ia masih mematung dan terlihat mengatur irama jantungnya.
"Kamu mau ikut mandi lagi? aku nggak keberatan!" Ucap Arga seketika, karena Nindi masih terdiam dan belum keluar dari dalam kamar mandi, dan seketika itu pula Nindi berlalu pergi secepatnya meninggalkan kamar mandi.
__ADS_1