Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Selalu ada alasan jahil


__ADS_3

Nampak sepasang suami istri itu pun tengah berjalan jalan sebentar di tepian pantai sebelum keduanya memutuskan untuk kembali ke kamar hotelnya dan beristirahat, dari siang tadi keduanya belum mengisi perut masing masing, namun anehnya keduanya pun tidak merasakan lapar sama sekali.


Arga dan Nindi menyusuri koridor yang akan menuju kamar hotelnya, setelah naik lift yang membawanya sampai tingkat ke tiga puluh dua hotel tersebut.


"Sayang...aku kenapa lupa nggak ambil makanan sih? pasti kamu juga lapar kan? aku lihat tadi kamu nggak makan sama sekali." Ucap Arga dengan tangan yang terlihat merangkul lembut pundak sang istri agar menempel padanya, sambil berjalan terus menuju kamar hotelnya.


"Nggak apa apa sayang...nanti pesan aja deh kalau sudah sampai kamar, aku capek juga ini rasanya..." Ucap Nindi yang semakin menyandarkan kepalanya pada pundak sang suami, hingga keduanya sampai ke depan pintu kamar yang di tujunya, dan Arga membuka kuncinya, lalu mengajak masuk sang istri kedalam.


"Mau aku siapin air hangat sekarang sayang buat mandi?" Tanya Arga saat ia sadari sang istri pasti masih tidak nyaman dengan datang bulanya, yang biasanya ia di rawat sang mama, Arga hanya ingin berusaha membuat nyaman sang istri saat bersamanya, ia tak ingin Nindi merasa kehilangan sosok mamanya saat tengah bersamanya, meski Arga tahu keterbatasanya menjadi seorang suami tidaklah bisa mewakili seorang mama bagi sang istri.


"Sayang...aku nggak sebegitu manjanya kali...aku bisa nyiapin air hangat sendiri buat mandi nanti...yang penting kamu mandi duluan...aku nanti aja setelah kamu..." Ucap Nindi sembari bergegas meletakan jas sang suami yang mengalung dari tadi di tanganya ke atas sandaran sofa kamar hotelnya.


"Ya udah...aku isi dulu bak mandinya, sambil aku pesan makan malam untuk kita ya...!" Ucap Arga yang langsung menuju kamar mandi dan menyalakan keran airnya lalu keluar dari kamar mandi, Arga terlihat melakukan panggilan telephone dari telephone yang ada di dalam kamar hotelnya, yang langsung terhubung ke bagian resepaionis hotel, dan ia pun mulai memesan sejumlah makan malam disana.


"Nah...aku udah pesan sayang...tinggal tunggu aja ya...aku tinggal mandi dulu..." Ucap Arga sembari mengecup kening sang istri lalu pergi menuju kamar mandi.

__ADS_1


Hingga beberapa saat terdengar suara gemericik air, sengaja Arga tidak memakai air yang sudah siap di dalam bathtub, ia menyiapkanya untuk sang istri.


Hingga Arga usai dengan mandinya, lalu ia pun keluar dari dalam kamar mandi, hanya mengenakan handuk yang melingkar di perut dan pinggangnya, sedangkan satu handuk lagi tengah melingkar di lehernya, sengaja ia kalungkan disana untuk mengusap usap rambut basahnya.


Langkahnya tiba tiba terhenti di depan kamar mandi, saat ia dapati sang istri ternyata tengah tertidur di sofa dengan bersandar di sandaran sofa dengan pulasnya.


"Tok tok tok," Ketokan dari luar pintu kamar hotel Arga, hingga membuat Arga bergegas berjalan cepat menuju ke arah pintu, lalu membukanya.


"Tuan...pesanan anda...silahkan..." Ucap pelayan hotel yang tengah membawa makanan di atas meja dorong. Dan dengan segera Arga membawanya masuk setelah mengambilkan uang tip untuk si pelayan.


sampai di dalam, Arga membuka penutupnya, Ada tiga hidangan disana, nasi goreng daging, olahan kepiting, dan siomay ayam permintaan sang istri tadi, tidak lupa sebotol wine denggan dua gelas kosong menjadi pelengkapnya.


"Sayang...bangun...ayo mandi dulu...biar segar, makan malamnya juga sudah datang sayang...ayo...kelamaan ntar jadi dingin loh...nggak enak..." Ucap Arga dengan ibu jari yang mengusap usap pipi lembut sang istri.


"Akh...aku kenapa bisa ketiduran sih sayang? padahal perut aku lapar banget..." Ucap Nindi yang akan bangun dari tiduranya, dengan bantuan kedua tanganya yang mengalung di leher sang suami.

__ADS_1


"Cup, aku mandi dulu ya sayang..." Ucap Nindi sembari mencium sesaat bibir sang suami, lalu beranjak pergi dari tempatnya, dan meninggalkan sang suami yang masih mematung di sana.


"Akh...istriku...asal kau bahagia aku rela menahanya!" Dengus Arga yang tengah menyaksikan punggung indah sang istri yang menjauh dari pandangan matanya dan menghilang di balik pintu kamar mandi, sampai terdengar gemericik air tumpah dari bathtub, barulah Arga beranjak dari tempatnya dan menuju ke lemari pakaian, ia mengganti pakaianya dengan pakaian yang menurutnya nyaman ia kenakan.


Lalu beranjak menata tempat yang akan keduanya pergunakan makan malam, di meja depan sofa tempat duduknya, di dalam ruang kamar hotel yang keduanya tempati.


"Sayang...tolong ambilin baju aku..." Ucap Nindi dengan tangan yang mengulur keluar dari pintu kamar mandi, sedangkan kepalanya tengah menyembul dari balik pintu yang sengaja hanya ia buka sedikit saja, pas untuk keluar kepalanya.


Dengan segera Arga mengambilkanya, ia memilihkan satu pakaian di antara beberapa pakaian ganti yang Nindi bawa yang sudah tertata di dalam lemari pakaian, lalu memberikanya langsung pada sang istri.


"Makasih sayang..." Ucap Nindi sembari mengambil pakaianya, namun...ia begitu terkejut, saat yang ia dapati bukanlah pakaianya, melainkan tangan suaminya, yang sengaja Arga pasangkan di atas telapak tangan Nindi, agar Nindi raih dan tarik.


"Brak!" Suara pintu yang terbuka dan membentur tembok belakangnya, karena dorongan Arga yang tanganya tengah Nindi tarik.


"Sayang...kenapa malah menarik tanganku? bukankah yang kamu mau pakaianmu? apa jangan jangan...kamu mau aku ya?" Ucap Arga dengan kedua tangan yang sudah mengurung sang istri di kedua sisinya, sedangkan Nindi yang merasa sangat kikuk di hadapan sang suami karena dalam keadaan polos, hanya bisa membekap mata Arga dengan satu telapak tanganya.

__ADS_1


"Sayang...belum waktunya...sabar ya...kamu jangan lihat...aku malu...!" Ucap Nindi dengan jujurnya.


"Baiklah baiklah...cium dulu...baru aku akan keluar sayang..." Pinta Arga yang langsung di laksanakan sang istri, Nindi pun mencium bibir Arga sebentar, lalu mendorong tubuh sang suami agar keluar dari dalam kamar mandi, tak lupa ia pun menyahut pakaian yang berada di pundak Arga lalu menutup rapat pintu kamar mandinya.


__ADS_2