Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
cemburu yang menakutkan


__ADS_3

"ga...beneran kamu yang mindahin aku kan?dari sofa ke sini?"tanya nindi lagi yang masih bingung dan penasaran.


"terus siapa lagi yang mindahin kamu kalau bukan aku."


jawab arga dengan tersungging senyum tampannya.


"aku hanya takut ga...."ucap lirih kata kata nindi yang arga dengar sayup sayup.


"kenapa lagi?aku nggak gigit kan...kok takut?"


tanya arga lebih lembut dari biasanya yang membuat nindi merinding,ia pun kini tak bisa membalas suara lembut arga dengan kata kata kasarnya.


"aku takut pada diriku sendiri ga...aku takut nggak bisa ngontrol diriku karena pesonamu."ucap balasan nindi yang membuat arga makin tersipu.


menurut nindi...arga lebih dewasa dari sebelumnya,


hingga nindi...tidak mampu untuk membalas kekasihnya itu dengan teriakan atau pun bentakan.


"dasar bodoh...lakukan apa aja semaumu sayang...aku yang akan mengontrol diriku sebisaku."ucap arga sambil bangun dari tidurannya,dan terduduk di tepian ranjang.


"bugh...heeeemmmmzzz..."tiba tiba dari belakang nindi memeluknya,merangkul leher arga dengan gemas nya.


"kamu yang bilangkan tadi...aku boleh lakuin apa aja...seneng bisa peluk kamu lagi kayak gini ga..."


ucap nindi di sela pelukannya.

__ADS_1


"baiklah tuan arga sanjaya...nindi wijaya akan menggunakan kamar mandi dulu,oke..."ucap canda nindi dengan kecupannya yang mendarat di pipi arga,lalu berjalan menuju kamar mandi.arga hanya tersenyum mematung sambil menatap lekat tubuh kekasihnya sampai hilang di balik pintu kamar mandi.


arga mengambil ponsel nya yang berada di meja samping tempat tidur,ia berusaha menghubungi om rendi,


dan benar saja panggilannya tersambung pada orang yang di tuju.


"halo om rendi...maaf mengganggu sepagi ini."


sapa arga di dalam telephone.


"ada apa ga?apa nindi menyusahkanmu?atau....jangan bilang kalian....sudah..."ucap rendi yang bermaksud ingin bertanya apakah keduanya sudah putus,namun arga dengan cepat menyahut perkataan rendi,hingga membuat rendi menghentikan kata katanya.


"maaf om...bukan seperti itu...kami nggak ngapa ngapain...meski satu ranjang...sungguh om..."


ucap arga yang beda dari petanyaan yang akan rendi tanyakan.dan itu malah membuat rendi lega,entah mengapa rendi sangat percaya pada arga,


"mungkin masih tiga empat harian om disini,dan nindi...entahlah...dia mau di sini atau pulang dulu sama satria."ucap arga yang sudah terbiasa dengan nama itu,karena kekasihnya pun hanya menganggap satria sebagai sahabatnya saja,arga mengambil kopi kaleng yang ada di lemari pendingin,lalu meminumnya pelan pelan.


"ya sudah ga...om percayakan nindi padamu...jaga dia baik baik."ucap rendi pada arga.dan terdengar arga pun mengiyakan permintaan om rendi.


"pufft...uhuk uhuk uhuk...."tiba tiba arga tersedak kopi kaleng yang ia minum saat melihat nindi baru keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut terurai basahnya dan hanya memakai kemeja biru muda dengan lengan panjang dan bagian bawah hanya se paha naik sedikit.


"ga...kamu nggak apa apa?"tanya nindi seketika saat menatap dan melihat arga yang tersedak terbatuk batuk,sambil berjalan mendekat ke arah arga.


"stop nindi..."ucap arga seketika yang membuat nindi menghentikan langkahnya,dengan keherananya dan kedua tangan masih mengusap usap rambut basahnya dengan handuk.arga hanya takut jikalau ia bisa bisa hilang kendali.

__ADS_1


"apa?kenapa ga?"tanya nindi yang penasaran.


"nggak apa apa sayang...lalu nanti pakaian ganti kamu gimana nindi?aku ingin mengajakmu turun untuk sarapan."


tanya arga yang merasa tidak suka jika ada yang melihat kekasihnya pakai kemeja nya saat turun nanti.apa lagi yang melihatnya seorang pria.


"tok tok tok...."suara ketukan dari luar kamar arga.


"nah itu bajuku udah datang ga..."ucap nindi seketika sambil berjalan menuju pintu.


"biar aku saja,"ucap arga dengan tangan yang sudah mencekal pergelangan tangan nindi.


dengan patuh nindi menurutinya.


"kau lagi..."ucap arga seketika sesaat seteleh ia membuka pintu.karena di depannya sudah berdiri mematung satria dengan pakaian nindi terlipat di tangannya,


"aku hanya membawakan pakaian nindi,mungkin kamu nggak tahu,saking terburu buru nya kami kesini hingga lupa membawa sehelai pakaian pun.aku yang kemarin membelikannya."ucap satria yang membuat arga makin cemburu.arga pun meraih paksa pakaian yang ada di tangan satria,ia tidak ada cara lain selain membiarkan nindi memakainnya.


"cklak."suara arga menutup pintu kamar nya tanpa permisi terlebih dahulu pada satria yang masih berdiri mematung di depan kamarnya.


"laki laki itu sangat perhatian sekali ya...sampai sampai ia hapal ukuran tubuhmu.padahal aku yang menjadi kekasihmu saja belum se detail itu."ucap arga dengan sedikit sewot dan memberikan baju yang ia bawa ke tangan nindi.kemudian ia berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


"apa dia cemburu?"ucap nindi dengan herannya,padahal satria hanya membelikan baju untuknya.


"siang nanti...jika kau belum belanja baju dan masih mengenakan pakaian itu...ku pastikan...seluruh toko baju di kota ini akan aku beli,dan tidak ada yang akan menjual sehelai pakaian pun untukmu."ucap arga tiba tiba dengan kepala yang menyembul keluar dari pintu kamar mandi,lalu masuk ke dalam lagi.

__ADS_1


"hah....dia benar benar cemburu gara gara baju."


dengus nindi dengan melongo di tempat nya.lalu mengatupkan rahangnya kuat kuat.


__ADS_2