Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
hampir saja


__ADS_3

setengah jam sudah suaminya tertidur dengan meletakkan kepalanya di paha anin.


"ugh..."


dengus anin karena mati rasa yang ia rasakan di kaki nya.


namun anin masih menunggu sampai suaminya terbangun...ia belum mencuci tangannya karena habis makan udang goreng.


perutnya bagian bawah pun sudah mengganjal menahan hajat kecil disana.


tiba-tiba...


terdengar bunyi ponsel anin berbunyi.


ia meraihnya lalu melihat layar ponselnya...


neta..


"halo net...ada apa?"


tanya anin.


"nin...kamu dimana?aku dirumahmu sekarang...siapa yang kemaren minta di bawain buah kedondong?"


ucap neta.


"aku masih di luwar kota net...hari ini belum bisa pulang...baru pulang besok...tak apa-apa ya...kamu serahin bi ani atau bi ana saja...biar di simpan di kulkas..."


ucap anin pada sahabatnya itu.


"ya....ya....baiklah...baiklaah...nikmati liburanmu...aku serahkan pada bibi aja ya ini..."


ucap neta.


lalu mematikan telfonnya.


saat anin melirik ke arah suaminya...


rendi sudah terbangun dengan senyum tampannya.


lalu pelan-pelan ia menarik kepala dan tubuhnya dari paha istrinya.


"kenapa tidak membangunkanku sih yank?kan pasti kesemutan ini pahanya...!'


ucap rendi lalu menarik pelan kaki istrinya hingga di pangkunya,


memijitnya perlahan.


"kak rend...aku malu...biarin aja lah kak...dilihat orang itu kak..."

__ADS_1


ucap anin seketika namun tidak di hiraukannya.


"biarin yank malu kenapa juga...suami mijiti istrinya...mereka mau lihat juga sekalian suruh kesini saja,"


kata rendi dengan santai nya.


dan anin tahu...kalau sudah seperti itu...pastilah...ucapan apapun dari mulutnya tidak berguna,tidak di hiraukan suaminya.


setelah selesei dengan semua yang mereka lakukan di rest area tersebut...rendi memastikan bahan bakar mobil terpenuhi...dan ia pun mengajak sang istri melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat belanja...karena mereka ingin membeli keperluan selama di villa.


termasuk pakaian renang sang istri.


tepatlah mobil yang di kendarai rendi dan anin berhenti di sebuah mini market...


mereka turun dari dalam mobil...menuju ke dalam mini market...


"kak rend...sepertinya...disini tidak ada yang jual pakaian renang..."


ucap anin pada suaminya.


rendi lalu mendekatkan wajahnya pada istrinya itu.


tepatnya di telinganya,


sayang...jangan khawatir...disana tidak ada siapa-siap selain kita...kau bisa...memakai hanya pakaian dalam saja,"


bisik rendi yang membuwat anin tersipu...malu...


rendi dan anin sibuk memilih cemilan apa yang akan mereka bawa.


anin hanya memilih...keripik kentang kesukaannya,


dan...rendi pun sama.


saat keduanya bertatapan...hanya cekikikan yang ada.


karena keduanya membawa cemilan yang sama dengan jumlah yang sana dan ukuran jumbo yang sama.


"baiklah...baiklah...aku tidak akan mengganggu cemilanmu sayang..."


ucap rendi sambil mengambil kedua keripik kentang di tangan istrinya dan memasukkannya ke troli dorong yang mereka bawa tadi.


anin pum antusias saat melihat buah-buahan segar di sana.


anin menggandeng lengan suaminya dan mengajaknya memilih-milih.


"kak...aku mau buah anggur dan strowbery ya kak..."


ucap anin merengek seperti anak kecil pada suaminya.

__ADS_1


"tentu lah sayang...kita ambil itu..."


ucap rendi sambil memilih buah yang istrinya itu inginkan.memasukkannya ke dalam troli yang mereka bawa.


rendi mendorong troli ke tempat kasir berada,


setelah di rasa cukup untuk keduanya...anin melihat isi troli,semua adalah cemilan dan buwah kesukaannya.


namun kesukaan suaminya ia tidak menemukannya.


"kak tunggu...apel kuning nya mana kak?"


tanya anin pada suaminya...


"oh sayang...aku lupa....trimakasih ya sudah di ingatkan sayangku..."


ucap rendi dengan senyum tampannya.


"tunggu sini sayang...kamu jangan banyak jalan...aku akan ambil sendiri..."


kata rendi sambil berlalu pergi.


anin hanya melihat punggung suaminya mulai menjauh...menuju tempat buwah berada.


sesaat anin terpaku melihat...mata para gadis menatap suaminya yang hanya berjalan sendiri.


"kak rendi kan sudah tua...kenapa masih bisa menarik perhatian mereka sih?"


ucap anin dengan dengusan kesalnya.


tanpa terasa kaki anin pun berjalan begitu saja menghampiri suaminya.


rendi terperanjat saat dirasakannya ada sebuat tangan yang menyusup paksa masuk di sela lengan bawah ketiaknya.


hampir saja rendi ingin mengibaskannya.


namun saat ia menolehnya...untunglah itu istrinya.


"huuuft...hampir saja,"


gumam rendi lega karena belum mengibaskannya seketika.


"aku suruh tunggu disana kan...kok masi ikut aja...,!"


ucap rendi namun di balas anin yang makin manyun manja,


membuat rendi hampir lepas kendali untuk mengecup bibir yang sedikit monyong istrinya itu.


setelah semua sudah cukup dan sudah di bayar di kasir pula.

__ADS_1


keduanya melanjutkan perjalanan mereka yang masih


setengah jam lebih itu.


__ADS_2