Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
senja yg sejuk


__ADS_3

"kakek belum bisa pulang nak...."


kata kakek.


"kenapa kek?apa sakit kakek belum reda?"


tanya rendi,


sayup2 anin mendengar suaminya menyebut nama kakek,lalu ia bangkit dari duduknya...menghampiri suaminya,


rendi dengan sigap mengulurkan tangan kanan nya yang tidak memegang hp untuk istrinya.


lalu di raihnya tangan anin.


dan anin pun menyambut uluran tangan suaminya,dan mengalungkan tangannya ke lengan suaminya.


"kakek sudah enakan nak...kamu aja ya yg kesini..."


kata kakek di seberang telfon sana.


sejenak rendi menatap mata istrinya,


anin pun membalasnya,


rendi menaikkan 1 alisnya isyarat bertanya pada istrinya.


anin pun mengerti ia mengangguk tanda setuju atas apa yg di fikirkan rendi.


"baik kakek...besok kami akan kesana ya..."


kata rendi,


terdengar suara kakek begitu senang.


lalu kakek mengakhiri panggilannya.


"apa kak rend kata kakek?"


anin ingin tahu...


"kakek sudah terlalu sepuh sayang...kita saja yg datang memgunjungi kakek...bagai mana?"


tanya rendi pada istrinya.


"baiklah kak rend...nanti ayuk belanja kalo gitu...biar besok bisa pagi kesanaya",


jawab anin.


"kamu gak ingin ngasi pelajaran pada ibu2 yg sudah menggunjingmu tidak baik itu sayang?"


tanya rendi...

__ADS_1


"sudah lah kak...yg penting bukankah kita saling percaya itu saja sudah cukup kak?"


kata anin.


"namun aku tidak terima sayang....tidak semudah itu",


kata rendi...


"lalu kak rendi mau apa??"


tanya anin.


rendi seperti sedang memikirkan sesuatu.


"apa kita luruskan saja kak biar ibu2 itu tahu...sebenarnya siapa yg aku ajak bicara..."


kata anin langsung.


"baiklah kita lihat saja besok..."


ucap rendi.


"yuk siap2 sayang...kita belanja sekalian makan malam",


ucap rendi.


"sebentar ya...aku cari pak totok dulu",


anin masih mematung,


ia ingat terakhir kali ia melihat suaminya seperti malaikat maut saat ada yg menyakiti nya.


"aku harap kak rendi tidak seperti itu dengan ibu2,kak rendi terlalu tidak bisa di tebak".


gumam anin dengan perasaan getirnya.


rendi mencari cari pak totok


"bi...pak totok di mana?"


tanya rendi pada bi ani yg ada di dapur memasak makanan.


"sepertinya di luar tuan..."


sahut bi ani.


lalu rendi bergegas menuju depan,ia sampai teras rumahnya.


di lihatinya sekeliling...terlihat pak totok sedang mencuci mobil,


rendi melambaikan tangannya saat pak totok melihatnya,

__ADS_1


isyarat pak totok harus mendekat.


"ada apa tuan?"


kata pak totok ke heranan.


"nanti ikuti mobilku ke mall ya pak...aku dan istriku mau belanja...nanti pak totok bawa belanjaannya pulang dulu,saya mau makan malam di luar dengan istri pak."


kata rendi.


"baik tuan..."


sahutnya dengan mangguk2 mengerti.


pak totok pun undur diri melanjutkan mencuci mobilnya.


rendi bergegas masuk kedalam rumah,ia menaiki anak tangga menuju kamar nya dimana istrinya berada,


rendi membuka pintu kamar,terlihat dari jendela luas di kamarnya,


istrinya sedang berada di luar jendela...di balkon...bersendekap di atas perutnya yg semakin buncit.menatap sekeliling.


"sayang...kamu suka di sini..."


rendi menghampiri istrinya dan berdiri sejajar dengannya,melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya.


anin menurunkan tangannya menyambut tangan suaminya.


"habis hujan kemaren kak...baunya khas banget bikin nyaman sekali kak..."


jawab anin.


rendi terlihat menyecrol2 layar hp ke atas ke bawah.


sambil matanya tetap lekat fokus menatap.


"sayang...kamu lagi apa si?"


tanya anin pada suaminya.


"lagi reservasi restoran sayang...biar kita malam ini dapat tempat paling nyaman untuk mu",


kata rendi sambil melirik istrinya yg masih kebingungan.


"aku kira reservasi itu hotel aja...restoran juga ada..."


fikir anin mulai terpesona lagi pada suaminya.


lalu suaminya merangkul pundak anin,


anin pun menyandarkan kepala nya di pundak suaminya.

__ADS_1


__ADS_2