
anin rendi dan kakek pun menikmati makan siangnya,
di sela2 makannya,
"kek besok aku mau ajak anin ke vila kek..."
kata rendi...
"boleh rend...boleh banget..."
kata kakek.
"tapi...apa kakek tak apa2 kami beru sehari disini sudah pergi?"
tanya rendi lagi...karena takut kakeknya masi ingin rendi dan anin menginap disini...
"masalahnya aku cuma cuti 3hari kakek..."
ucap rendi lagi.
"kakek tidak apa2 rend...istrimu yg lebih butuh perhatianmu...ia juga jarang kau ajak jalan2 bukan..."
sahut kakeknya.
rendi dan anin keduanya bertatapan saling memandang lalu tersenyum.
"baiklah kakek....hari ini kami akan menemanimu sampai puas..."
kata anin dan rendi bebarengan.
setelah selesei makan siang...anin dan rendi...mengikuti kakek ke ruang keluarga,
disana sangat nyaman...
kakek dan rendi bermain catur...sedangkan anin menonton tv dengan setoples kripik kentang kesukaannya,
"sayang aku minta dong",
kata rendi sambil tangannya hendak menjangkau toples yg anin bawa,
__ADS_1
namun dengan cepat...tangan anin sudah menyuapi mulut rendi sampai penuh,
kakek yg melihat tingkah konyol cucu dan cucu mantunya itu pun terkikik...ia teringat saat cucunya masih kecil...hanya rendi dan kakeknya...sejak umur rendi 5tahun,rendi pun bersikap manja pada kakeknya itu...persis seperti sekarang...rendi yg menyuapi kakeknya.
tanpa terasa mata kakek nya berkaca,namun hanya sebatas itu.
lalu terlempar senyum merekah disana.
meski sampai detik ini,..ia tak bisa dan tak akan bisa memaafkan orang yg mencelakai anak dan mantunya itu.
meski kakek sudah membuat bangkrut perusahaannya dan membuatnya membayar dengan setimpal.
rasa takut akan kehilangan itu pun selalu menyelimuti hari kakek.
hingga kakek pun mendidik rendi dengan tegas dan dingin.
ia tau ia salah...namun itu demi rendi sendiri...hingga anin datang dan merubah kepribadian cucunya.
kakek sangan bersyukur...
"rend...kamu temani anin saja ya...kakek mau istirahat siang dulu,"
kata kakek lalu beranjak berdiri dari duduknya,
jawab rendi.
"lalu rendi menutup papan catur nya dan memeluk istrinya yg lesehan di bawahnya,
meluk sambil nyomot kripik kentang yg toplesnya ada di pelukan istrinya.
"yank kamu gak tidur siang?"
tanya rendi pada istrinya.
"bentar lagi ya kak...biar kripik kentangku turun dulu",
sahut anin masih sambil mengunyah kripik kentang nya.
"kak...kamu pernah naik paralayang gak??"
__ADS_1
tanya anin ingin tau.
"nah lo...mulai lagi paralayang yg jadi topik",
gumam dalam hati rendi.
"kak rend...jangan hawatir ya...aku tak ingin naik paralayang kok kak..."
jawab anin seakan ia tau apa yg sedang di fikirkan suaminya.
"kamu tu ya...makin chubby...makin gemesiiin..."
ucap rendi sambil mencubit pipi anin dengan cubitan besar.
"aaah....sakit kak..."
pekik anin sambil mengelus elus kedua pipinya.
"nih...kripik kentang aku kasi kak rendi semua..."sambil beranjak dari lesehannya mencoba berdiri dengan susah payah,
yg malah membuat rendi ketawa2 karena lucu fikirnya,
setelah sudah bisa berdiri tegak,tiba2 rendi menarik tangan istrinya sampai terjerembap ke pangkuannya,
"kak...kamu ya...tidak di rumah tidak di dini...sama aja",
grutu anin.
"habisnya dimanapun aku melihatmu...kamu selalu mencuri perhatianku sayang...kamu selalu menggemaskan...apa itu salahku?",
ucap rendi sungguh2,
"helleeeh gombal...gombalan dari mana tu kak?"
tanya anin tak percaya suaminya bisa seperti itu.
"dari....kamu lah sayang...kamu tu...menginspirasiku"
kata rendi sambil memencet hidung anin yg tidak terlalu mancung.
__ADS_1
"idih di lihatin bik siti tu yank...malu tau...:
kata anin yg berusaha meronta dari pangkuan suaminya.