Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
firasat


__ADS_3

nindi berjalan menuju teras belakang rumahnya,tidak lupa ia membawa serta ponselnya,dan juga cemilan kacang oven kesukaannya,


wajahnya menunduk,ia...ingin sekali marah pada dirinya sendiri,ia pikir ia sudah kelewatan pada arga,


namun...di sisi lain juga,ia tidak mau di salahkan,karena menurutnya....apa yang arga lakukan sudah kelewat batas wajar,disana pula ada sedikit takutnya,


padahal papa nya juga tidak seperti itu padanya,tidak mengurungnya tanpa alasan.


terakhir kali...ia di awasi oleh orang orang suruhan papa nya saat ia melakukan kesalahan dengan arga,


lalu sekarang...ia padahal tidak melakukan kesalahan apapun namun arga seperti membatasi geraknya.


"jangan jangan...di sini pula arga menyuruh orang untuk ngawasi aku,"dengus nindi sambil duduk di atas ayunan.


ia memainkan ponselnya,melihat apakah ada pesan atau panggilan tidak terjawab dari arga.


namun tidak ada tanda tanda sama sekali,membuat hati nindi sedikit merindukan arga.

__ADS_1


"kenapa ga...kenapa kita sampai jadi seperti ini...cinta kita yang dulu mana ga?itu kah cinta yang kamu bilang itu?suatu pengekangan dan pembatasan...itu kah cinta yang tulus ga?tanpa saling percaya...dan menjaga kepercayaan?"dengus nindi dengan mata yang berkaca kaca.karena menurutnya arga sudah menduakan cintanya dengan selingkuh di belakangnya.


nindi percaya karena ia melihatnya dengan mata kepala sendiri.hingga waktu sudah hampir malam,nindi masih betah termenung di teras belakang.


"ddddrrrrttt....ddddrrrt...."ponsel nindi bergetar dahulu lalu berbunyi,nindi langsung mengangkat ponselnya seraya menatap layar ponselnya tersebut.


"mamah...."ucap nindi dengan lesunya,padahal...nindi mengharapkan telephone dari arga,


"halo mamah..."ucap lesu nindi.


"sayang...kenapa?apa disana sedang hujan?atau...lagi galau karena nggak bisa dapat barang onlinan ya?"


"nggak tu mah...mamah salah...nindi nggak lagi pingin barang onlinan...dan disini juga nggak lagi hujan mah..."


ucap nindi dengan sangat lesunya,tidak mencak mencak atau teriak teriak seperti biasanya.


"lalu?lagi datang ya tamu bulanannya?atau...lagi kangen arga mungkin?"tanya mamah anin lagi dengan pertanyaan pertanyaan yang sudah pasti nindi jawab.

__ADS_1


"udah kemarin mah...dapet nya...dan soal arga...itu mungkin saja...mamah dan papah...santai saja liburannya...sekalian...liburan ke luar negeri biar persis seperti konglomerat lainnya,"ucap nindi menggoda mamanya,karena selama ini mamanya hanya satu kali saja mau di ajak ke luar negeri oleh papahnya.karena mamah anin takut akan ketinggian.


"nindi...bicara begitu lagi...mamah dan papah nggak akan pulang sebulan lagi aja...biar kamu kangen kami...biar kapok sendirian."ucap mamah anin dengan sedikit sewot.


"silahkan aja deh mah...nindi mah gampang...besok juga satria akan pulang...nindi bisa main sepuasnya sama satria mah...jadi...bye....bye....aja buat mamah dan papah,"


ucap nindi dengan riang nya,yang membuat anin tersenyum,karena nindi kembali ceria lagi tidak lemas seperti tadi waktu baru mengangkat telephone.


dan sebenarnya...nindi pun masih sama...namun ia tidak ingin mamah dan papah nya khawatir,jadi...ia pun sebisa mungkin...menunjukkan sikap ceria nya kepada mamahnya.


"benarkah sayang?satria pulang?sama tante neta tidak?"tanya anin yang malah antusias karena perkataan nindi barusan.


"mamah ini...ketemu satria juga masih besok...sekarang orangnya masih sibuk...jadi nggak bisa nanya nanya...kalau mau tahu...tunggu besok aja ya mah...."


ucap nindi sambil merauk kacang panggangnya dan memenuhi isi mulutnya,yang kunyahannya terdengar sangat renyah di telinga mamahnya.


anin pun mengerti...dan mulai lega lagi perasaannya,bahwa ia tahu...nindi baik baik saja,

__ADS_1


karena...nindi selalu lahap memakan apa saja saat moodnya benar benar baik.


"ya sudah sayang...mamah tutup telephone nya dulu,kamu...hati hati di rumah...jangan sampai telat makan...kalau ada apa apa...kasih kabar kami...pasti kami akan langsung pulang,"ucap mamah anin,dan langsung membuat nindi mengucapkan kata kata "oke" untuk mamanya.dan nindi selalu tahu...mana mungkin papahnya tidak menyuruh orang untuk mengawasinya.


__ADS_2