Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
khawatir setengah mati


__ADS_3

"hey kau...saking terlenanya ya sama makanan hingga lupa tuh...pacar kamu nggak kamu kasih makan."ucap nindi tiba tiba saking gemasnya sambil menunjuk ke arah aditya yang sedang menikmti makanan nya dengan tanpa mempedulikan gadis cantik yang ada di sampingnya.


nindi teringat saat laki laki itu meminta makanan nya,benar benar lahap,dan saat ini nindi pun berpikiran sama,aditya pasti saking terlenanya menikmati makanannya sampai lupa kekasihnya,nindi belum tahu...siapa aditya itu sebenar nya,nindi juga nggak mau cari tahu karena bukan hobi nya,


"awas kau jika bukan karena arga...sudah ku beri pelajaran!jangankan makanan seperti ini,makanan di ujung dunia sekalipun sanggup ku beli."ucap aditya dalam hati nya.


dengan tatapan mata sinis menatap ke arah nindi,namun arga yang ada sampingnya langsung saja me nepuk kaki aditya dengan isyarat mata nya pula.


"jangan ladenin kak..."ucap dalam hati arga dengan tatapan mata penuh harap,hasilnya...aditya hanya mendengus kesal dan meraih mangkuk ifa di sampingnya


dan mengambilkan beberapa makanan mengisi mangkuk itu dengan penuh.


"bos...aku nggak bisa habis kan ini semua bos!"ucap ifa smbil menatap gunungan makanan di dalam mangkuknya,namun aditya hanya membalas kata kata ifa dengan tatapan tajam menatap ke arah nya.


dan ifa pun dengan menurutnya lngsung menerima makanan yang di ambilkan aditya padanya.


lalu ke tiga pasangan tersebut melanjutkan makanan mereka,terlihat arga sangat manis memperlakukan nindi,dan satria pun sama,namun sesekali satria masih melirik ke arah nindi yang terlihat menikmati hubungannya dengan arga,sedangkan aditya hanya menikmati makanannya dengan tenang tanpa ikut bercanda atau pun berbincang bincang.


"ouh ya kak...ceritain dong...gimana klian bisa ketemu?"tiba tiba tanya yura pada ifa yang membuat aditya tersedak terbatuk batuk.


"emmmz...ceritanya panjang..."ucap ifa dengan sedikit malu malu nya.


dengan mata yang sedikit takut melirik ke arah aditya di sampingnya yang tengah sibuk mengusap usap mulutnya dengan tisu.


"ouh ya...kalau itu...aku juga ingin tahu kak...bagai mana kamu bisa ketemu dan jatuh cinta pada dia?"ucap nindi pula yang ikut bertanya pada ifa,nindi merasa aneh saja,ifa sangat baik dan pendiam,bisa bisanya menyukai orang sedingin gunung es.


"emmmz...sebaiknya kalian tanyakan langsung saja pada pak aditya..."ucap ifa menerangkan,karena ifa bingung juga mau cerita dari mana...awal cerita seingatnya ia tanpa sengaja menubruk mobil sport aditya,dan mengalir sampai ke detik ini.


aditya pun hanya terdiam sambil melirik ke arah ifa.

__ADS_1


"aku pergi dulu ga..."ucap aditya begitu saja dengan nada tidak senangnya,


sambil beranjak berdiri dari tempat nya dengan tangan sudah menarik lengan ifa dengan kasar nya.berbalik kemudian sedikit menarik narik lengan ifa.


ke empat orang yang menatp ke arah nya pun melongo melihat ke kasaran aditya pada ifa.


"amit amit aku punya kekasih kaya dia...udah aku tukar tambah tuh."ucap nindi begitu saja dengan dengusan kesalnya,sontak membuat ke tiga orang mentap ke arah nya,apa lagi arga,ia merasa ngeri mendengar kata kata nindi barusan.


"luar biasa wanitaku...pemberani...selama ini tidak ada yang berani mengumpati kakak ku."


ucap dalam hati arga yang menatap tajam ke arah nindi di sampingnya.


terlihat aditya menarik paksa ifa dan menghempaskannya ke arah kamar aditya.


ia tidak suka ada yang ikut campur urusannya,namun ia tidak sadar sudah melampiaskannya pada ifa.


"cklak,"suara aditya membanting pintu.


dan berlanjut membuka kancing di kedua lengan baju nya,menyingsingnya sampai siku.


"aku kenapa?aku nggak melakukan kesalahan apa pun."ucap ifa dengan nada lembut nya.


"kau senang sudah menjadi pusat perhatian di sana tadi?"tanya aditya sembari duduk di sofa samping ifa.


ifa sedikit beringsut menjauh dari tubuh aditya,hingga terpojok di ujung sofa.


"kelinci kecil...kau tahu ibu mu masih belum melewati masa kritis bukan?harus nya kau berusaha menyenangkanku gimanapun cara nya agar aku terus tidak bosan denganmu.misalnya...melayaniku di tempat tidur."


ucap aditya yang membuat tubuh ifa gemetaran seketika.aditya hanya bermaksud menggertak saja,ia sudah bosan melihat pemandangan tubuh wanita yang di sodorkan dari para klien nya untuk membuatnya tetap tinggal dan membantu perusahaan mereka,namun aditya tidak tertarik sama sekali pada mereka semua.ia lebih penasaran dan tertarik milik ifa yang ia tutupi begitu rapat nya,hingga ia berpikir,"mungkinkah disana terdapat cacat atau sesuatu yang lain."

__ADS_1


"kau bisa menyuruhku apa saja,tapi jika perkataanmu itu menginginkanku melayanimu dengan tubuhku...lebih baik kau bunuh saja aku."ucap ifa seketika dengan mantap nya.


dan membuat mata aditya melotot ke arahnya,sontak aditya menarik paksa baju ifa di bagian dada dan ifa dengan kukuh mencengkeram baju yang di tarik aditya,ifa menahannya sekuat tenaga.


"kau hanya bosku di sini,kau bukan tuhanku."


ucap ifa dengan mata berkaca kaca nya,


sontak aditya pun menjadi murka saat ifa menyebut tuhan di hadapannya.


"kau bergantung pada tuhan bukan?aku bisa saat ini juga menyuruh dokter yang khusus merawat ibu mu,memutus alat bantu nya sekarang.kita lihat...tuhan yang kau agungkan itu akan iba tidak."


"dasar brengsek tidak tahu malu..."ucap umpatan ifa di depan wajah aditya,yang membuatnya makin tidak bisa mengendalikan diri nya.


"dasar gadis bodoh!"umpat balas aditya sambil menarik paksa kerudung yang di kenakan ifa hingga terlepas,melempar nya.


mata aditya terpesona saat menatap kulit lembut mulus leher ifa tanpa cela yang gadis itu tutupi setiap hari.


"aku mohon lepaskan aku..."teriak ifa berkali kali saat mendapati penutup kepala yang ia kenakan sudah tiada di tubuh nya.


aditya hanya tersenyum menatap gadis yang sudah terpojok menyudut di sudut sofa dengan kedua tangan yang ia cengkeram di kedua sisi nya.


"harus nya ini setimpal dan bisa di bilang lunas semua hutangmu padaku jika kau mau melayaniku malam ini."kata aditya dengan seriusnya,namun ifa hanya menangis terisak dan tak berdaya saat ini.


"lebih baik kau bunuh aku saja,jangan harap kau miliki tubuhku."ucap ifa dengan nada tertekan dan tertelan.


"tidak semudah itu sayang..."ucap aditya sambil mendekatkan wajahnya pada wajah ifa,sontak ifa melengos ke samping dan berusaha menolak,hingga aditya seperti kesetanan.ia tak terima di perlakukan demikian.karena ia tidak pernah dapat sekalipun penolaka,apa lagi dari seorang gadis,lalu dengan bertubi tubi aditya menyerang leher ifa tanpa ampun.sampai...ia berhenti dan tersadar saat ifa mulai lemas tanpa berontak dan membiarkan aksinya begitu saja.


"ifa...kau jangan bercanda...bangun...ifa..."

__ADS_1


ucap aditya dengan nada cemas nya.yang langsung menepuk nepuk kedua pipi ifa berulang kali,menggoncang goncangkan tubuh gadis itu tanpa henti.


"hey...bangun...aku hanya bercanda...aku hanya main main..."ucap nya lagi dengan nada khawatir setengah mati.


__ADS_2