Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
gara-gara tikus


__ADS_3

anin menarik selimutnya menutupi tubuhnya dengan itu lalu beranjak dari samping suaminya,


berdiri dan berjalan perlahan-lahan menuju depan jendela besar yang luas tanpa sekat sama sekali,


anin berdiri di sana memandang ke arah luar...


terpampang kolam renang tidak terlalu panjang...yang airnya selalu penuh tumpah dan mengalir ke bawah.. di samping kolam terlihat tangga ke bawah...ternyata di bawah kolam yang menurun adalah taman dengan ayunan dan saung bambu.


mata anin terpesona oleh keindahan tempat yang ia lihat itu,


terdapat banyak bunga mawar yang berwarna warni...dan masih banyak jenis bunga lain yang anin tidak tahu namanya.


hingga tanpa sadar neta sudah meneriakinya dari dalam ponsel hape nya.


"hoooee...kira-kira dong....kamu yang telfon...eh malah kamu yang bengong...gimana si nin,"


canda neta.


"aku lagi terpesona oleh keindahan taman villa suamiku net..aku benar-benar takjub net..."


ucap anin yang membuat neta penasaran dengan apa yang di dengarnya.


"nin...aktifin dong...video call nya...penasaran nih..."


ucap neta memelas.


"tapi neeet..."


suara anin tertahan karena ia hanya memakai selimut untuk menutupi tubuhnya dari dada sampai ke bawah.


"aku bajuan dulu deh net kalau gitu..."


ucap anin dengan polosnya,


namun langsung di cegah neta.


"et dah nin...kita sama-sama cewek...ngapain malu-malu...aku juga sudah punya suami...jadi faham lah...kelamaan kalau nunggu kamu pakai baju bisa-bisa aku mati karena penasaran tau!"


gerutu neta yang entah kapan berhenti dan habisnya itu.


"baiklah-baiklah...aku ganti video call sekarang..."


ucap anin sambil memperlihatkan pemandangan yang ada di depannya itu dengan kamera belakangnya,


namun anin masih bisa melihat wajah neta yang ikut terkagum-kagum melihat pemandangan yang bak lukisan ia lihatnya.


dan....


tiba-tiba....

__ADS_1


pelukan hangat dari belakang tubuh nya membuat anin sedikit terperanjat.


bukan terperanjat karena kaget...karena siapa lagi yang selalu usil kalau bukan suaminya itu.


namun anin terperanjat karena sedang berlangsung video call dengan sahabatnya.


rendi bersandar di pundak istrinya yang baginya sangat lembut itu.


diliriknya ponsel yang di pegangi istrinya itu disana ada wajah neta sambil melongo.


"apa kau mencoba memperlihatkan kemesraan kita pada orang lain?"


bisik rendi di telinga istrinya dan mengusap di sekitar sana.


hingga membuat wajah anin merona merah.


"kacilkan suaramu kak rend...apa kau benar-benar ingin neta melihat kita sekarang?"


bisik balas anin.


namun di sambut lebih oleh suaminya.


rendi merebut ponsel anin lalu meletakkannya di atas meja depan sofa.


dengan bersandar kaca jendela.


hingga neta masih bisa melihat pemandangan yang terhampar hijau itu.


dari belakang sofa.


"kak rend...tahan lah sebentar lagi...neta bisa mendengarnya..."


ucap anin berbisik lirih di samping telinga suaminya.


namun rendi tidak mendengarnya,


ia malah menggigit kecil telinga anin yang membuat wajah istrinya itu makin memerah.


lalu rendi pun menarik selimut anin dan melancarkan aksinya hingga anin terengah.


"nin...kemana kamu?ketiduran?hoeee...ada oraaang tidak?"


tanya neta yang dari tadi hanya melihat ke arah yang sama.


mamun anin hanya menggeleng ia tak sanggup bicara lagi,jika ia bersuara...pastilah ia tak sanggup untuk tidak terus mengeluarkan suara.


mulutnya terkatup,dengan satu tangan membekap mulutnya sendiri.


dan tangannya yang lain mencengkeram tangan suaminya,menepuk-nepuknya agar menyudahinya.

__ADS_1


"kak rendi sejak kapan jadi se nekat ini sih ..!"


gumam dalam hati anin.


setelah keduanya puas,rendi hanya membimbing istrinya untuk duduk di sofa depan meja dimana ponsel berada.


"cup"


kecupan rendi di kening istrinya yang basah karena peluh.


"makasih sayang..."


ucapnya lalu beranjak menyambar pakaiannya menuju kamar mandi.


"dasar laki-laki...semaunya saja...tak ada aba-aba main sodok saja,"


geruru anin yang belum sadar neta mendengarnya sayup-sayup.


"ooooohhh jadi...dari tadi...aku di kacangin...suruh liat rumput...ternyata...lagi ena-ena yeeeeaaa..."


canda neta.


yang masih melihat rumput.


dan anin masih belum bisa membiarkan sahabatnya itu menatap wajahnya yang benar-benar kacau.


dengan sekujur tubuh masih bergetar.


"maaf net...tadi lagi ngusir tikus net...jadi ya aku letakkan di meja ponselnya..."


ucap bohong anin.


"iya sih...gludak-gludak suara meja apa kursi tadi terdengar suaranya,"


ucap polos neta.


"oh ya net...kamu tadi telfon aku ada apa?"


tanya anin pada neta mencoba mengalihkan perhatian sahabatnya itu.


"hemmmz...mau tanya resep kare ayam anin...suamiku tiba-tiba pingin di masakin...nah asisten rumah tanggaku lagi pulang kampung...ya...kamu sibuk terus si..jadinya aku tanya mbah google saja,"


ucap jujur neta.


"ya udah deh net...aku capek...aku istirahat dulu ya..."


ucap anin.


lalu mematikan telephone nya.

__ADS_1


anin meringkuk dan menutupi tubuhnya dengan selimut tadi.


sedangkan rendi masih di dalam kamar mandi.


__ADS_2