
Pelukan hangat yang spontan Nindi lakukan membuat semua yang menatap tampak sedikit berbisik, Namun lagi lagi hanya sekedar berbisik bisik belaka saat yang mereka tatap adalah sosok Arga Sanjaya dan Nindi Wijiaya, Yang satu adalah orang berpengaruh dan yang satunya lagi adalah putri dari orang yang berpengaruh di kotanya.
Arga membalas pelukan kekasihnya dengan penuh kehangatan yang sama, Dimana ia juga sangat merindukan Nindi tentunya. Dengan jas blazer warna pink shoft dengan satu kancing yang tidak di kancingkanya, Dan dalaman kemeja warna putih yang senada dengan saputangan yang ada di saku blazer bagian dadanya.
Di padukan dengan celana jeans casual untuk cowok kekinian. Di lengkapi jam tangan terkenal miliknya yang ber merk Greubel Forsey art piece 1 yang hampir ia pakai setiap ada pesta, Di tambah dengan sabuk berkelas yang elegan salah satu kesukaanya Ralph Lauren Alligator.
Tidak ketinggalan parfum khas yang selalu ia kenakan, Dimana parfum tersebut hanya dia pakai setahu Nindi, Tidak ada yang menyamainya. Terlihatlah sempurna tanpa cela dimata Nindi.
"Kenapa kau selalu ceroboh seperti ini sayang?" Tanya Arga sambil menyudahi pelukanya, Tatapanya kini menatap lekat kekasihnya yang berada di depanya, Meski memakai heals namun tinggi Nindi tidak bisa menyamai Arga.
Bagi Arga...hari itu Nindi begitu sangat cantik luar biasa, Hingga tanpa ia sadari di depan banyak mata ia mendekatkan wajahnya dan ingin mencium bibirnya.
"Aku suka ceroboh...karena disaat aku dalam keadaan seperti itu kau selalu menyempurnakan gerakanku." Ucap Nindi dengan bisikanya yang Arga kira tadi Nindi juga mendekatkan wajahnya karena akan membalasnya, Mengikuti gerakanya, Namun setelah semakin dekat ia membelokanya kesamping. Tepat di telinga Arga, Hingga membuat lelaki tampan itu meringis manis menahan gemasnya.
__ADS_1
"Ayo...ikut aku menuju ke mempelai berdua...aku belum mengucapkan selamat untuk keduanya!" Ucap Arga sambil menggenggam jemari Nindi dan membimbingnya masuk ke dalam ruangan yang di pergunakan untuk sesi pemotretan. Ternyata di dalam sana tidak hanya terdapat mempelai saja, Namun juga Satria dan juga yura, Acara pemotretan belum di mulai...karena masih harus menunggu ijab kabul keduanya terlaksana. Hingga bebas ingin mengabadikan ekspresi apapun bagi keduanya nanti.
Arga menyapa kakaknya terlebih dahulu dengan setelan jas khas putih yang senada dengan calon istrinya yang tengah duduk di depan cermin rias.
"Kak...kau tampak sangat bahagia ya...apa kau tahu rasanya nurvous saat akan bertempur? aku rasa percuma bilang begini juga...siapkan mental aja kak...kalau hati sudah nggak memadahi!" Ucap jahilan Arga yang berhambur memeluk kakaknya.
"Selamat kak...semoga acaranya lancar...!" Ucap Arga sambil menyerahkan dua tiket kapal pesiar untuk bulan madu kakanya. Aditya hanya tersenyum sambil menabok ringan lengan Adiknya tersebut.
"Akan aku kembalikan jika dia tidak mau!" Ucap jujur Aditya, Dimana sebelumnya ia pernah membahasnya namun ifa sepertinya tidak tertarik dengan kehidupan mewah seperti orang orang papan atas. Dan Aditya begitu mengerti apa yang calon istrinya itu inginkan. Ia bisa memakluminya.
Nindi pun segera berhambur menuju kearah ifa dan yura yang berada di samping ifa. Terlihat Ifa tengah duduk dengan gaun kebaya Anggunya, Di sampingnya tampak yura yang menemaninya.
"Hai semua...maaf ya aku terlambat...tapi nggak parah kan? Wuaaah...pengantin kita hari ini sangat luar biasa cantiknya...selamat ya..." Ucap Nindi sambil menyalami dan memeluk ifa, Dan ifa pun menyambutnya dengan senyum hangatnya. Lalu bergantian ia menyapa yura yang ada di sampingnya.
__ADS_1
"Lalu...buket bunga ini...nanti aku lempar ke siapa di antara kalian?" Tanya ifa sambil mengacungkan buket bunga mawar warna putih bercampur bunga mawar warna pink shoft yang berada di tanganya.
Seketika yura dan Nindi saling berhadapan satu sama lain dan saling berpandangan dengan mata yang seakan berbincang bincang disana. Hingga beberapa saat lamanya.
"Kok malah bengong? ayo putuskan cepat...buket bunganya cuma satu...jangam sampai berebut..." Ucap ifa yang ingin memastikanya. Sebenarnya ifa tidak percaya akan makna lempar buket bunga di acara pernikahan seperti itu, Tapi ia tahu...itu adalah tradisi gadis gadis zaman sekarang untuk memperlihatkan perasaanya pada pasanganya atau sebagai kode bahwa yang bersangkutan ingin secepatnya menyusul untuk menikah.
"Akh Nindi kamu kelamaan...Ga...habis ini kamu yang nikahin Nindi kan?" Ucap lantang yura yang membuat ketiga lelaki yang tengah berbincang bincang tersebut menoleh ke arah sumber suara. Sontak Arga mendekat dan memastikan lagi apa yang ia dengar barusan.
"Iya...apa kamu manggil aku?" Ucap Arga sambil menghampiri Nindi dan berdiri di belakang Nindi yang tengah duduk.
"Nih...ifa bingung mau lempar buket bunga ke aku apa Nindi...makanya aku tanyain kamu...habis ini kamu yang mau nikah kan?" Tanya yura pada Arga, Hingga tanpa sadar membuat Nindi salah tingkah dibuatnya.
"Itu sudah pasti!" Ucap Arga sambil sedikit membungkuk, Hingga wajahnya tepat berada di samping wajah Nindi, Lalu Arga mengecup lembut rambut pinggir kepala kekasihnya itu. Dan pergi begitu saja, Meninggalkan Nindi yang benar benar malu akan sikap Arga di depan teman temanya, Apa lagi ifa yang mungkin belum pernah seperti itu. Arga mulai bersiap siap untuk mengiringkan Aditya yang sudah siap di tempatnya,
__ADS_1
"Nah ifa...sekarang sudah jelas...kamu harus ngelemparnya ke dia ya...soalnya aku masih sibuk ngurusin kerjaan...Satria juga...nggak tahu bisa nyusulnya kapan...tapi yang pasti untuk rencana kesana kami sudah ada." Ucap tulus yura yang membuat ifa manggut manggut di buatnya, Nindi yang di perlakukan demikian oleh Arga, Tapi malah ifa yang melihatnya jadi ikutan kikuk.
"Kebangetan kamu Ga...nggak segitunya kali main nyium nyium aja...emang sih...bau rambutku harum...habis nyalon sama mama..." Dengusan kesal Nindi yang bercampur senang sebenarnya yang ia rasakan oleh ulah Arga barusan. Namun ia hanya bisa berkata dalam hatinya saja.