Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
BARANG ONLINENAN.


__ADS_3

"Sayang...kok kamu ngusir aku sih...? aku sedih tahu." Ucap Arga dalam hatinya yang ternyata masih mematung disana.


"Sayang...tunggu ya...akan aku beri perhitungan nanti!" geram lelaki itu lalu masuk kedalam mobilnya kembali dan menancap pedal gas nya memacu pergi dari tempat dengan cepat.


Pagi itu, Nindi seperti biasa ia di bangunkan papa nya, akan di ajak joging, namun Nindi begitu malas...ia masih mengantuk karena semalam ia tidur sangat malam hingga menjelang pagi tepatnya. Arga sepanjang malam menelpone nya. Arga membalas perlakuan Nindi yang se enaknya itu tanpa Nindi bisa menolaknya. Alhasil pukul tiga dini hari tadi Nindi baru benar-benar tidur, itu pun dengan ponsel yang masih menyala, karena Arga masih menonton acara bola.


Sampai papa nya pulang joging dan menghampiri istrinya di meja makan yang sibuk menata sarapan diatas meja makan di temani bibi asisten rumah tangga.


"Pagi sayang..." sapa Rendi pada istrinya, tidak lupa satu kecupan yang mendarat di kening Anin.


"Pagi pah...cepet mandi dulu sana...keburu bundanya Arga datang loh...kan sekalian mau sarapan di sini katanya...karena siang ini ia sudah akan terbang kembali ke negaranya." Ucap mama Anin pada suaminya.


"Iya yang...Nindi mana? ia tahu nggak bundanya Arga pagi ini mau kemari makan sarapan bersama?" tanya Rendi.

__ADS_1


"Nindi belum bangun pah, ah...sudahlah...mungkin ia tahu pah...sudah biarin aja...nggak usah di bangunin."


Ucap Anin, dan akhirnya Rendi pun kembali masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan dirinya. Hingga ia usai dan keluar kamar.


"Sayang...cepat ayo! bunda Arga sudah sampai..." ucap Anin pada suaminya yang baru turun dari anak tangga arah kamar nya. Sontak Rendi pun mendekat ke arah istrinya lalu mengapit pinggangnya dan berjalan bersama menuju pintu utama.


"Pagi jeng...aduh...pagi-pagi sudah berkunjung pasti sangat merepotkan ya...?" sapa bunda Arga yang baru masuk ke dalam rumah di susul Arga yang tersenyum lebar di belakang bundanya itu.


"Pagi om...tante..." sapa Arga pada kedua orang tua kekasihnya itu. Ke empatnya menuju ruang keluarga, duduk di sana sebentar, mengobrol panjang, lalu setelah Rendi berpamitan mengangkat telpon ke teras samping rumah.


"Jeng...Nindi mana kok nggak kelihatan?" tanya bunda Arga pada mama Nindi.


"Iya...tadi kayaknya sudah bangun...maklum mbak...putri saya terlalu manja...sepertinya semalam ia begadang berebut barang online mbak...baru tidur dini hari tadi." Ucap Anin jujur, karena tadi pagi saat ia membangunkan putrinya itu...Nindi jelas bergumam dan berkata seperti itu.

__ADS_1


"Anak muda sekarang...masak barang online gitu di rebutin...? langsung aja beli di tokonya yang bagus sekalian jeng...kamu sih...Nindi kamu bolehin berebut barang online nan," ucap bunda Arga.


Namun saat itu juga Arga melotot kaget tidak percaya dengan rahang yang mengeras tanda ia terkejut. Karena jelas-jelas semalam Arga yang sengaja menggangguinya karena Nindi mengabaikannya begitu saja, makanya Arga membuat perhitungan padanya.


"Nindi...kamu tu ya...bener-bener! kamu samain aku sama barang online nan...?" dengus kesal Arga dalam hatinya.


"Tante...Nindi benar bilang begitu tan?" tanya Arga tiba-tiba.


"Iya Ga...makanya tadi saat tante lihat dia masih begitu ngantuk tidak seperti biasanya...tante biarin aja dia tidur lagi." Ucap jawaban Anin.


"Tan...boleh nggak Arga bangunin Nindi di kamar nya?" tanya Arga pada Anin. Sedangkan Rendi membiarkan istrinya dan teman lamanya itu berbincang-bincang disana, memberi waktu keduanya untuk saling menyapa setelah sekian lama.


"Iya Ga...coba bantu tante lihatin Nindi sudah bangun belum?" ucap Anin yang langsung di angguki Arga dan membuat lelaki itu segera bangkit dari duduk nya berjalan menuju kamar Nindi.

__ADS_1


__ADS_2