
anin dan rendi masih memikirkan kemana mereka akan pergi sebelum benar2 makan malam berdua.
rendi sesekali melirik ke arah istrinya yg sedang mengetuk ngetukkan jari telunjuk di kepalanya.
"seperti di film film juga gitu...trus dapat ide...nah ini dari tadi ketuk2 belum keluar aja tu ide",
dalam hati rendi.
"sayang...gimana kalau kita kencan aja di taman?"
ucap anin seketika.
"gak ada tempat indah lain kah?"
tanya rendi.
"kalau ada yg lihat rendi wijaya di taman malam2 bakal trending yank..."
sahut rendi lagi.
"lah selama ini lho gak ada berita yg miring beredar tentangmu sayang",
ucap anin menimpali kata2 rendi.
"dia gak tau aja gimana orang2 ku nyekal nya berita yg tidak2",
fikir rendi sambil nepok jidat.
"tapi kalau gak tak turuti,malah bakal runyam ni ntar...ngambeknya tu lo...mending langit runtuh deh",
gumam rendi yg samar2 di dengar oleh istrinya.
"apa kak rend?"
tanya anin seketika.
"tak ada apa2 sayang...kamu salah dengar mungkin",
lalu bangkit dari duduknya,
"yuk ke taman",
ajak rendi sambil mengulurkan tangan pada istrinya.
"yuuuk..."
__ADS_1
sahut anin sambil menerima uluran tangan suaminya.
lalu menggandengnya,
mereka berjalan beriringan menuju parkiran bawah tanah,
10menit berjalan akhirnya sampailah rendi dan anin ke tempat dimana mobil rendi di parkir,
rendi membukakan pintu mobil untuk istrinya,lalu rendi pun ikut masuk lalu duduk di kursi kemudi,
rendi melajukan mobilnya menuju taman yg istrinya maksud.
sesampainya di taman,rendi dan anin memarkirkan mobilnya lalu beriringan mendekati taman.
mereka tercengang saat melihat taman itu begitu ramai saat malam hari.
"kak rend...padahal disini kalau siang itu sepi lo...sungguh..."
anin mencoba menerangkan.
rendi yg dari yadi hanya melihat2 sekeliling tidak memperhatikan kata kata istrinya,hingga anin mrengut...
"kak sebenernya nyari siapa si??yg datang kesini kebanyakan sama pacarnya loh..."
kata anin sambil menarik2 lengan suaminya,
kata rendi sambil mengajak istrinya jalan lebih cepat.
anin yg masih keheran2an dengan tingkah suaminya pun hanya bisa cemberut sambil ikut turut.
lalu mereka duduk di kursi taman yg kosong hanya untuk 2 orang saja.
"kaaaak...sebenarnya dari tadi nyari apa si?"
tanya anin yg masih heran.
"nyari kursi ini untuk kita duduk sayang...dari tadi kamu berdiri saja pasti pegel kan?"
sahut rendi sambil tersenyum menatap istrinya.
"aku kira lagi cuci mata kak rend"
sahut anin.
"kenapa mataku harus di cuci sayang?
__ADS_1
sedangkan di sampingku sudah menyilaukan...sangat nyaman untuk mata",
kata rendi
"ih gombal...belajar dari mana si kak",
dengan pipi memerahnya.
rendi pun meraih tangan istrinya dan menggenggam jemarinya.
"aku rasa...baru kali ini kita seperti pasangan kekasih,jalan2 ke mall...ke taman...ngobrol2...selama ini aku terlalu sibuk...tanpa memikirkan keinginanmu...dan aku masih ingat janjiku...setelah dari kakek...aku akan mengajakmu lihat matahari terbit sayang",
kata rendi yg membuat anin terpesona.
sejak kapan suaminya jadi pinter gombal gini...bikin hati meleleh...
"maaf sayang...kita baru bisa merasakan ini...berjalan2 dengan banyak pasangan di sekeliling kita."
ucap rendi lagi.
anin masih setia menanti setiap ucapan suaminya.
sampai bibirnya nyeletuk,
"kenapa kak rendi tidak pernah berpacaran?"
tanya anin pada suaminya.
karena anin tau...cukup mudah untuk suaminya memilih gadis seperti apa yg ia mau dengan hanya bermodalkan ketampanannya,
sejenak rendi menatap istrinya lekat2.
"kau tau...baru kau yg masuk di hatiku,aku tak pernah berfikir untuk mendekati wanita atau berpacaran.
karena aku pikir mereka merepotkan.
dan lagi...aku seorang pimpinan sayang...sedikit saja gosip yg tercium media...saham perusahaan yg akan jadi taruhannya,
kebayang kan berapa ratus orang kariawan yg akan kena imbasnya jika kelakuanku sembrono."
ucap jujur rendi.
dan entah kenapa air mata anin menggenang di pelupuk matanya.
hampir meleleh...
__ADS_1
anin merasakan perasaan tulus suaminya.ia bangga.
bangga jadi yg pertama miliknya dan memilikinya.