Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
gosip terpanas


__ADS_3

"kalau aku keluar rumah...mau tak mau pastilah aku akan ketemu mereka...ini kan di dunia nyata...pastilah aku akan menjumpai bentuk yg seperti itu,"


ucap anin menenangkan hatinya,


"aku harus mencoba buta dan tuli agar tidak termakan bujuk rayu saiton",


ucap anin lagi.


"aku kira setan hanya keluar di malam hari,


ternyata di pagi buta pun masih ada yg bergentayangan,"


geram anin.


lalu anin merasakn hp nya bergetar lalu ia mengangkat telepon nya,


video callnya ingin di sambungkan.


lalu anin pun mengaktifkannya,


"hai sayang...."


ucap anin dengan girangnya,


"kamu lagi dimana??kenapa tidak begitu cerah?


aku melihatnya tampak agak gelap sayang?"


suara seseorang yg ada di dalam telepon.


"aku lagi jalan2 di luar,tiba2 saja aku ingin melihat indahnya waktu habis subuh di luar,"


kata anin pada seseorang di seberang telepon nya.


"kenapa kau tiba2 ingin melihat matahari terbit?"


kata seseorang itu.


"karena suamiku hanya pernah mengajakku melihat matahari terbenam",


kata anin dengan serius.


"apakah suamimu setega itu?"


kata seseorang di dalam telephon.


"ia...dia sangaat tega...dia bahkan berencana meninggalkanku cukup lama",


sahut anin.


"kapan kau semanja itu?"


kata seseorang di dalam telepon.


"aku selalu manja,tapi dia tidak peka"

__ADS_1


sahut anin.


terdengar suara cekikikan di dalam telepon.


"heiii...kenapa kau menertawakanku?"


kata anin dengan nada sewotnya,


"ok2 maaf...mungkin dia ingin mengajakmu"


kata seseorang itu.


"mungkin dia tak ingin aku ganggu",


jawan anin.


"mungkin ia merindukanmu....dan ingin mengajakmu",


kata orang itu lagi.


"suamiku itu tak mungkin menghiraukanku....dia tak tahu aku menunggu kabarnya setiap hari...aku merindukannya setiap detik...setiap waktu...aku kangen dia...kau tahu?"


nada anin sedikit berteriak.


hingga tanpa sadari...2orang ibu2 yg lewat di depannya pun melongo di buatnya,


"kamu si yank...gara2 kamu tu aku kangen..."


sahut anin lagi.


"baiklah2...aku akan mengajakmu lihat matahari terbit nanti kalau aku uda pulang ya..."


sahut rendi.


"aku merindukanmu melebihi rindumu padaku",


ucapnya lagi.


anin hanya tersipu dengan ucapan suaminya.


namun berbeda dengan ibu2 yg tadi lewat.


"gillaa...kamu dengar gak tadi,istri cucunya kakek rendi selingkuh...ia curhat sama selingkuhannya..."


kata seorang ibu,


"ia2....aku dengar...ia curhat dengan selingkuhannya",


ucap yg satu lagi menimpali ucapan ibu2 yg sebelumnya.


"denger2 suaminya ada di luar kota...makanya leluasa dia,duuuh sedang hamiiil pula",


kata ibu2 bergantian.


"kira2 suaminya tahu tidak ya...kelakuan istrinya itu?

__ADS_1


"bener2 gak habis fikir...orang sekaya itu...di selingkuhi istrinya...selingkuhannya istrinya aja bisa di beli tu ama cucunya kakek rendi"


"cucunya uda ganteng...super kaya...baik...lagi,tega2nya tu wanita bener2",


lalu datanglah ibu2 yg lain ikut nimbrung...


hingga terkumpul 4ibu2,"


lalu anin dengan riang lewat di depan ibu2 yg sedang berkerumun,


"mari...."


sapa anin.


sambil tersenyum.


namun....


"ciiih cantik2 menjijikkan"


"amit2 punya mantu kaya gitu"


"suami kerja malah asik telpon2an,"


ucap ibu2 bergantian dengan berbisik2,


anin samar2 mendengar lalu menoleh tak mengerti kata2 mereka.


"ibu2 memanggil saya?"


kata anin.


"ciiih munafik"


kata seorang ibu yg bener2 anin dengar.


"ada apa bu??"


tanya anin,karena ia jelas2 mendengarnya.


"tak ada apa2 nona cantiiik"


kata ibu satunya lagi.


"duuuh yg seneng baru dapat teleppon...pas suami jauuuh pula",


kata ibu2 yg mendengar dengan jelas waktu anin telepon tadi,


maksud ibu itu sebenernya menyindir anin.


namun anin menanggapinya berbeda.


anin hanya tersenyum dan bilang "ia",


karena memang anin bahagia mendapat telepon dari suaminya yg ia tunggu2,

__ADS_1


__ADS_2