
Nindi dan Arga baru sampai di rumah kediaman Rendi Wijaya,dimana ia melihat mobil asistennya yang sudah terparkir di depan pintu gerbang luar,seketika Arga mengemudikan masuk mobil kekasihnya ke dalam halaman dalam pagar besar yang baru di buka oleh pak satpam yang menjaganya.
"Ga...ini udah malem loh...kamu mau ikutan masuk ke dalam?turunin sini aja Ga...aku bawa masuk sendiri mobilnya...daripada kamu jalan jauh ntar."ucap Nindi yang memperingatkan Arga agar dia tidak jalan sedikit jauh dari teras rumah nindi menuju keluar pintu gerbang dimana mobilnya terparkir disana.
"sayang...kamu mau aku jadi laki laki yang nggak bertanggung jawab ya?jelas jelas aku keluar sama kamu...masak iya pulang kamu sendirian...apa kata om Rendi dan tante Anin tentangku?jangan jangan kamu mau aku jelek di depan mereka ya?"tanya Arga sambil menghentikan mobilnya di depan teras rumah
kekasihnya.
Namun keduanya tidak lekas turun,Arga menatap lekat manik mata nindi yang ada di depannya,perlahan mendekat namun sebelumnya Arga sudah melepaskan sabuk pengamnnya kemudian mendekat makin dekat ke arah nindi dan menunduk disana.
"duuugk."suara jantung nindi yang sontak membuatnya menegapkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya,beberapa saat nindi memejamkan matanya namun tidak ada suara apa pun dan tidak ada pergerakan apapun disana,hingga membuatnya penasaran dan memicingkan sebelah matanya mencoba membuka sedikit.
"dag dig dug..."tiba tiba suara jantungnya yang lagi lagi ia rasakan sangat kuat dan cepat saat ia tanpa sadar menatap wajah Arga yang berhenti tepat di depan wajhnya,Arga mengamati setiap inci wajah kekasihnya dengan perasaan yang tak menentu,Arga tidak tahu bahwa saat ini perasaan nindi benar benar seperti akan meledak di buat olehnya.
"apaan sih ga...kok gitu sih...aku sesak napas nih...gara gara kamu kaya gini!"ucap nindi sambil melengos membuang muka menatap ke arah lain.
"kamu ngarep aku cium ya?habisnya kamu tu lucu sayang...jangan jangan aku jarang nyium nih kamu jadi ngarep gini!"ucap Arga dengan candaannya dan wajahnya masih tetap terdiam di depan wajah nindi,
"aku cuma mau bukain ini aja..."ucap Arga sambil meraih sabuk pengaman nindi yang ada di sampingnya,namun dengn cepat nindi meraih sendiri sabuk pengamannya dan membukanya.
"makasih...nggak usah repot repot!"ucap nindi dengan ketusnya,ia marah pada Arga,ia merasa perasaannya sedang di permainkan saat ini,walau bagaimanapun...nindi itu seorang gadis...dan ia juga punya gengsinya sendiri jika di depan arga,apa lagi arga adalah orang yang ia sayang,di hatinya mendapatkan tempat spesial yang ia pertahankan.
dan kata kata arga barusan membuatnya tersinggung serta malu di buatnya.
"makasih ga...aku masuk dulu."ucap nindi dengan nada datarnya tanpa menatap ke arah arga dan langsung keluar dari dalam mobilnya.Arga masih mematung di tempat dengan sejuta pertanyaaan yang tiba tiba bermunculan di kepalanya.
"apa aku berbuat salah?kenpa dia marah cuma gara gara nggak aku cium aja!"dengus Arga yang sudah capek nyetir malam malam namun di cuekin oleh kekasihnya.
__ADS_1
"tuh anak maunya apa sih?lagi dapet apa ya?bawaannya dari tadi ngajak silat mulu!"ucap Arga dan langsung keluar juga dari dalam mobilnya,menyusul nindi yang sudah jalan masuk ke dalam rumah duluan.
"loh sayang...katanya mau nemani temannya nginep disana?nggak jadi?"tanya mama yang sudah mencegat di ruang keluarga,sebenarnya Anin sedang menunggui suaminya,karena Rendi juga belum pulang...namun Rendi sudah terlebih dahulu memberi kabar pada istrinya itu.
"nggak jadi mah...nindi masuk ke kamar dulu ya mah...nindi capek..."ucap nindi sambil ngeloyor begitu saja dan berjalan menuju kamarnya di lantai atas.
"tante..."sapa arga yang baru masuk dan langsung menyapa anin di tempatnya.
"oh...nindi sama kamu to ga..."ucap anin begitu saja sambil mempersilakan arga untuk ikut duduk.
"makasih tan...Arga langsung pulang aja ya tan...sudah malam juga...salam buat om ya tan..."ucap arga sambil berlalu pergi setelah berpamitan pada tante Anin.
Anin pun hanya bisa mempersilakan arga pergi begitu saja.
"ada apa sih nindi dan arga?...ada ada saja deh anak muda sekarang..."ucap anin dan melanjutkan menonton acara televisi di depannya.
"tiiin..."klakson mobil om Rendi yang mengagetkan Arga seketika.
"malam om..."sapa Arga saat mobil Rendi berhenti tepat di sebelahnya dan terlihat Rendi membuka kaca mobilnya.
"malam juga ga...kok udah mau pulang...nindi nya mana?tumben nggak terlihat nganterin kamu..."ucap Rendi pada Arga.
"emmmb...nindi capek om...kita habis dari jauh...ke daerah pinggiran kota mlayat ibu temannya tadi om..."ucap Arga dengan jujurnya,namun yang ia rasakan bukannya nindi kecapean atau kelelahan,namun ia sedikit bad mood padanya tadi.
"ya udah om...udah malam...Arga pmit dulu ya om..."ucapnya lalu pergi meninggalkan Rendi yang masih belum menjalankan mobilnya.
barulah setelah ia benar benar pergi,Rendi menjalankan mobilnya menuju ke Bagasi mobil yang sudah membuka dengan sempurna.
__ADS_1
Arga menuju mobilnya dengan melewati rumah dinas pak satpam yang ada di samping pintu gerbang kediaman Rendi.
"malam pak Arga...sudah mau pulng aja?"
sapa pak satpam saat Arga melintas di depannya.
"malam pak satpam...Arga pulang dulu ya pak..."sahutnya dengan nada lemah yang hampir tertelan dan tidak terdengar.
Arga membuka pintu mobilnya kemudian masuk ke dalam mobil tersebut.melajukan mobilnya dengan sangat kencang membelah jalanan yang terlihat lengang sepi kendaraan,hingga sampai ke tempat parkir apartemennya.
"kenapa sih wanita itu susah di tebak?nggak mungkin kan nindi ngambek gara gara hal sepele?"ucap nya yang masih terdiam di dalam mobil yang sudah berhenti di parkiran.
"looooh itu bukannya kakak?sama siapa dia?ifa?kok bisa?waaaah dasar Aditya...selalu saja se enaknya sendiri!"ucap Arga sambil matanya mengamati dua orang yang baru keluar dari dalam mobil dan berjalan bersama
menuju lift untuk naik ke apartemen Aditya.
sontak Arga meraih ponselnya dan memberi tahu nindi seketika kabar yang ia lihat barusan.
"sayang...kamu benar...Aditya...mengajak ifa ke apartemennya...sekarang..."ucap Arga pada pesan yang langsung ia kirim pada kekasihnya.
"ya...aku sudah menduganya."
ucap pesan balasan nindi dengan singkatnya.
"apaan sih nindi...kok tiba tiba ngambek gini...emangnya...perempuan tuh makhluk paling aneh...kalau di ibaratkan bentuk...bentuknya tidak beraturan."
ucap arga sambil manyun dan dongkol di hatinya.
__ADS_1