Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
insiden


__ADS_3

"gila....bener bener jadi gila si arga."dengus kesal campur khawatir aditya pada arga,yang ia rasa arga sudah tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


aditya beranjak dari duduk nya,ia berjalan keluar dari ruang kantornya,ia berjalan menuju lift di depan ruang kantor.membukanya lalu memencet tombol ke bawah menuju lantai dasar.


sesampainya lift itu di lantai dasar,ia melangkahkan kakinya menuju keluar lift,sesaat langkah kakinya terhenti saat ia dapati difa sedang berjalan terhuyung karena banyak bawaan yang ia bawa.


sekantong kresek minuman kopi cup,dan sekantong kresek full makanan serta sekantong lagi cemilan,


"sepertinya ia di kerjai habis habisan,"dengus aditya saat melihat difa tersiksa.


"hei kamu...sini..."ucap aditya sambil jari telunjuknya bergerak mengisyaratkan orang yang ia panggil mendekat ke arahnya.


"kau senang sekali bersusah payah...jika kau mau...kamu...bisa memanfaatkanku...aku kan kekasihmu,"


ucap canda yang menggoda aditya pada difa.


ia ingin tahu sejauh mana gadis manis itu berubah,dari kalem dan tidak ada keinginan untuk meminta lebih pada nya.padahal saat ini difa tahu setatusnya adalah kekasih aditya.namun hanya ia dan aditya serta ibu difa yang mengetahuinya.


"terimakasih pak...saya menyukai pekerjaan saya,dan saya akan bertanggung jawab atas pekerjaan ini."


ucapnya sambil memohon diri pada atasannya itu.

__ADS_1


"wanita bodoh!jika gadis lain...ia sudah meminta hal yang sudah pasti dia rencanakan.tapi kamu....malah sebaliknya,tidak dapat di jangkau nalar."ucap dalam hati aditya.


"bruuuuuk....."suara ifa terjatuh dengan kopi yang menumpahi baju nya,semua pakaiannya kotor karena tumpahan itu,semua kopi pesanan tidak ada yang tersisa...dan itu seharga seratus ribu,sedangkan makanan semua tumpah dari dalam wadah nya,ada pun yang bertahan namun sudah berantakan.dan genap duaratus lima puluh ribu,total semua yang ia rusakkan karena cekalan kaki aditya yang dengan sengaja membuat kakinya tersandung hingga ter jatuh.


ifa terduduk di lantai basah dengan pakaian kotor nya,dan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.


namun ia menahannya.ia ingin marah,namum percuma...ia ingin menangis dan berteriak se bisannya,namun bibirnya malah kian terkatup dan merapat.


"bos...saya mohon...ganti rugi..."ucap datar ifa.


dan seketika itu pula membuat tawa aditya berhenti.


"kamu yang jatoh...kenapa minta ganti rugi nya ke aku?"


"kalau bos tidak mau bertanggung jawab...ifa akan teriak..."gertak ifa yang makin berani pada bos nya.


"coba aja kamu teriak...siapa yang akan peduli padamu.


mereka akan lebih percaya padaku."ucap sadis aditya dengan bangganya.


"tolong.....tolong.....bos tidak mau bertanggung jawab padaku."teriak ifa yang begitu lantang dan jujur nya.

__ADS_1


namun membuat aditya sedikit terkejut.


"kau gila ya...apa kau tidak bisa mengartikan kata tanggung jawab itu?orang kira aku sudah macam macam padamu,dasar!"gerutu aditya dengan tangan yang sudah membekap mulut ifa,sontak semua orang yang mendengar pun langsung menatap ke arah aditya yang jongkok di samping ifa.


"apa kalian lihat lihat?kerjakan tugas kalian dengan benar.jangan ikut campur urusan orang."


ucap sadis dan dingin aditya yang langsung membuat semua orang yang menatapnya menjauh pergi.dan memalingkan wajah.


"lepas bos."ucap ifa sambil menepis tangan aditya.


"kau!.....berani sekali kau menepis tanganku."


ucap aditya dengan geraman marahnya.


"berdiri kau....cepat."ucap aditya seketik sambil seketika berdiri dari jongkoknya.dan di susul ifa yang ikut berdiri.


"ikut aku bodoh."gertak aditya yang menyuruh ifa mengikutinya.ifa pun dengan taat mengekori aditya yang berjalan menuju mobilnya.


lalu menyuruh ifa masuk ke dalamnya,ifa pun masuk kedalam mobil itu dengan rasa takutnya.


"kita mau kemana bos?"tanya ifa dengan suara bergetar ketakutannya.

__ADS_1


"kita hanya berdua saja,apa pantas kau memanggil kekasihmu dengan panggilan bos seperti itu?"ucap aditya yang membuat ifa mendelik tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


__ADS_2