
tiba2 terdengar pintu dari luar ruang kerja di ketok.
anin dan rendi menyudahi apa yg barusan mereka lakukan.
"siapa"?
tanya rendi yg masih memwluk istrinya di pangkuan.
"saya tuan..."
sahut bi ani.
anin yg mendengar bi ani datang pun langsung berangsur turun dari pangku suaminya dan berpindah berdiri di belakang kursi suaminya.
"masuk bi..."
sambil bangkit dari kursinya dan membimbing istrinya untuk duduk,
"ada apa bi??"
sambil mendekat pada bi ani.
"ini tuan...kopi hitam yg tadi tuan minta".
kata bi ani sambil menyodorkan secangkir kecil beserta tatakannya pada rendi.
"makasi bi..."
kata rendi dwngan menerima cangkir beserta tatakannya.
sebelum menutup pintu,rendi menyeruput kopi hitamnya.
lalu melirik istrinya yg tengah sibuk dengan kursi putarnya.
"sayang nanti kamu pusing loh..."
dengan menghampiri istrinya.
"sini mau aku pangku lagi?"
tanya rendi pada anin.
"gak mau ah"
jawab anin singkat.
__ADS_1
lalu anin menghampiri suaminya.
"aku mau jalan2 kak rend..."
dengan manjanya menatap suaminya.
"baiklah...besok kita jalan2,sekarang sudah siang...dan aku masih ada rapat yg tertunda gara2 kucing masuk tadi..."
sambil mengerlingkan mata menggoda istrinya.
"kak rendi...aku kan gak tahu kalau lagi rapat kak...kok gitu si..."
kata anin sewot.
dan suaminya hanya menahan tawanya karena istrinya termakan candaannya.
"aku bilang kan kuciiing...bukan kamu..."
sambil menepuk kepala anin.
"mana ada kucing si disini,"
kata anin sambil matanya melihat ke semua sudut yg ada.
rendi makin terkikik saat melihat tingkah konyol istrinya.
"sayaaaang...."
sambil mendekati istrinya yg masih berdiri di hadapannya,
pelan rendi menyibakkan rambut rambut pendek istrinya ke telinganya,
tangannya membimbing dagu istrinya untuk di cium bibirnya.
tapi anin langsung melengos.
"rasain tuh...uda ngatain orang kucing...."
dengus anin.
rendi pun jadi gemas dengan tingkah istrinya,
dengan sedikit memaksa di tarinya lagi dagu istrinya,dan hampiiir bibirnya mengecup.
anin langsung meronta dan berjalan cepat menuju pintu yg tak jauh dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
"kak rend...masak mau nyium kucing..."
lalu pergi keluar dengan menutup pintu ruang kerja suaminya.
rendi masih mematung tak percaya dengan apa yg barusan ia alami.
tanpa terasa ia nyengar nyengir sendiri dengan masih mematung.
bibirnya dengan gemaaas menahan hasrat.
"tunggu aku seleseikan ini sayang...."
ucap nya dalam hati.
lalu pergi ke tempat duduknya dan membuka laptopnya.
rendi mencari hp nya,lalu memutar nomer sekertarisnya.
""halo....ita....coba kamu kumpulkan ulang orang2 untuk rapat lagi, aku tunggu 10menit dari sekarang."
printah rendi pada sekertarisnya.
"baik pak ",
jawab sekertarisnya.
lalu rendi pun menunggu beberapa menit.
lalu sudah mulai rapannya lagi.
Tak tahu kenapa laporan yg di terima rendi begitu tidak memuaskannya,hingga dengan wajah menakutkannya semua staf menjadi menunduk tak berani menatap atau berkomentar.
mereka hanya menatap sekilas rendi dalam vidio call nya yg tanpa ampun mengekspresikan kekecewaannya.
"aku tak mau tau...kalian atur ulang...buat desain ulang...dengan rincian yg bisa di pahami manusia",
sentaknya tertuju pada orang2 yg ada di dalam layar laptopnya.
sedangkan yg merasakan hawa mematikan pimpinannya hanya bisa tertunduk seribu bahas.
tiba2 di ruang kerja rendi.
pintu terbuka dan anin tiba2 masuk dengan cemilan di tangannya.
ia bermaksud memberikannya untuk suaminya.
__ADS_1
karena sudah 1jam suaminya ada di ruang kerja dan tidak keluar.