
dan tepukan kakek di pundak rendi membuatnya terkejut.
"kenapa rend?apa kau merasa kehilangan istrimu yang dulu?"tanya kakek sambil duduk di tempatnya kembali.
"tidak kek...tapi sejujurnya ia kek..."
jawab rendi dengan lesu nya.
"jangan khawatir...itu hanya untuk beberapa bulan ini saja nak...istrimu beda bukan karena kemauannya...tapi itu kemauan anakmu,istrimu pun saat ini sama...ia ingin makan banyak agar anak kalian sehat...tapi apalah dayanya."ucap kakek menerangkan,
"jadi...kamu harus siaga setiap saat.
apa yang istrimu mau turutilah...makanan apa yang ia inginkan...
sebisanya harus kau usahakan ada,karena hanya itu yang akan bisa di cerna perutnya,"
ucap kakek yang di angguki rendi,tanda rendi mengerti perkataan kakeknya.
"lalu...kalau makanan ekstrim kek??"
tanya rendi lagi ingin tahu.
"itu juga harus kau penuhi...hanya itu yang bisa masuk ke perutnya,"ucap kakek menerangkan kembali.
"jadi jangan merasa kehilangan istrimu lagi ya nak nikmati masa-masa ini berdua...karena setelah anak kalian lahir...kalian pasti akan merindukan masa masa ini,"
ucap kakeknya lagi.
"rendi nggak merasa kehilangan kek...cuma sedih saja ia nggak bisa makan makanan kesukaannya."
ucap rendi dengan mata menatap udang goreng jumbo di meja depannya.
rendi makan sarapannya sampai habis,dan kakeknya pun sekarang ada di teras belakang.
"kek...aku mau siap-siap ngantar anin ke dokter kandungan ya kek.."
ucap rendi pada kakeknya dengan menghampiri sang kakek,dan kakek hanya tersenyum mengangguk,tanda ia menyetujui.
lalu rendi berjalan menuju kamarnya,dan setelah sampai depan pintu kamar ia langsung membukanya tanpa mengetuk pintu itu terlebih dahulu,
__ADS_1
"waaaahhh..."
matanya terbelalak melihat istrinya berdiri di depan cermin dengan sangat anggun dan cantiknya,dengan pakaian yang ringan dan tidak ketat di bagian perutnya,padahal kala itu perutnya masih sangat rata.
rendi menghampiri istrinya lalu memeluknya dari belakang.
"kak...aku sudah siyap..."
ucap anin sambil mengusap-usap pipinya ke pipi suaminya.
tanpa terasa rendi sudah menyelipkan wajahnya ke sela leher jenjang istrinya.
"rasanya sangat nyaman..."kata hatinya.
"kak...ayo siap-siap..."
kata anin sambil tangannya mengelus rambut suaminya yang sedikit manja menurutnya.
namun tidak di hiraukan rendi,rendi terus melanjutkan aksinya,mengendus bau wangi istrinya,
"wangi sabun biasa yang ia pakai,"
namun saat istrinya yang memakai...kenapa baunya lebih ia sukai.
ucap rendi sambil mendorong tubuh istrinya hingga menekan meja riasnya,
lalu meletakkan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri istrinya,
"kak...kita mau periksa..."
bisik anin tepat di depan wajah suaminya yang dari tadi begitu dekat dengan wajahnya,
jemarinya membelai wajah tampan suaminya yang mulus tanpa bulu.
"apa kita tidak bisa pergi nanti??"
ucap rendi yang sudah ingin memakan istrinya.
tiba-tiba..." kruyuuk kruyuuuk...."
__ADS_1
rendi mendengar suara perut istrinya berbunyi,ia pun lalu tersadar bahwa sedari tadi bangun perut istrinya belum di isi apa-apa.
"sayang kamu lapar?kamu mau makan apa??"
tanya rendi sedikit khawatir,karena istrinya belum makan apa-apa.
"ayo berangkat dulu kak...nanti kalau anin ingin makan apa-apa di jalan pasti bilang kak rendi,"
ucap anin dengan halusnya.
"baik lah...aku mandi dan ganti pakaian dulu ya sayang..."
sambil mengecup kening istrinya dan pergi menuju kamar mandi.
lima belas menit kemudian rendi keluar dari kamar mandinya,
di lihatinya istrinya sedang tertidur di sofa dengan mudahnya,sambil televisi nya masih menyala.
rendi tidak langsung membangunkannya,ia berpakaian dulu,memakai celan jeans panjang,dengan kaus berkerah,berlengan pendek yang ber merk,berwarna hitam corak putih di kerah dan kedua lengannya.
tak lupa ia memakai jam tangan kesukaannya dengan rambut tanpa di tata klimits memakai gel,
dan di tambah menyemprotkan parfum yang berbau lembut ke tubuhnya,karena istrinya tak suka bau yang menyengat.
di hampirinya anin yang terlihat tidur begitu pulas.
"apa bumil semua jadi suka tidur ya?"
gumam rendi yang berjongkok di depan istrinya,mengamati wajah istrinya yang kata perasaanya makin bertambah cantik itu.
menyibakkan sedikit rambut yang menutupi pipinya,
"sayang...bangun...aku sudah siap..."
bisik rendi sambil mendaratkan ciuman di pipi istrinya beberapa kali.
sesaat anin pun terbangun lalu mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba membukanya se lebar mungkin,dengan jemari rendi mengelus pipi istrinya,
"maaf...aku kelamaan ya mandinya...jadi kamu nungguinnya lama?"ucap rendi dengan nada bersalahnya,itu menurutnya.
__ADS_1
anin yang baru bangun hanya menatap wajah suaminya yang sedang berhadapan tepat di depannya lalu tersenyum manis.
"sangat manis,"pikir rendi yang ikut tersenyum pula membalas senyuman istrinya.