
Hingga Aditya mendapatkan lokasi Butik yang baru Arga kirimkan padanya, segera saja Aditya menyusuh pak supir yang tengah menyupiri mobil yang dinaikinya untuk melajukan mobilnya menuju ke tempat tersebut.
"Siapa ga?" Tanya Nindi sembari menyandarkan kepalanya pada bahu sang suami.
"Kakak, sayang...tanya butik yang bagus untuk beli gaun kakak ipar, karena mereka sama kayak kita, nggak ada rencana untuk pulang dulu." Ucap Arga sembari mengelus rambut Nindi dengan lembutnya.
Hingga beberapa jam sudah perjalanan keduanya, nampak Nindi yang sudah sangat kelelahan.
"Sayang kau baik baik saja? mau istirahat dulu?" Tanya Arga seketika saat ia lihat Nindi tengah bergerak terus di sampingnya.
Hingga Arga menarik kedua bahu sang istri agar tidur di pangkuanya.
"Apa mau cari tempat untuk istirahat saja?" Tanya arga pada sang istri, dan Nindi hanya menggeleng geleng saja, tanda ia baik baik saja.
Hingga mobil yang di tumpangi keduanya pun terus melaju dan sampailah di dataran tinggi yang sangat indah pemandanganya, Nindi segera terjaga dari tiduranya, menatap sekeliling dengan takjubnya, dibawah pandanganya terdapat danau kecil dengan perahu perahu di atasnya, yang ternyata sebuah tempat wisata.
"Apakah ini Rest area? bisakah kita sebentar saja singgah untuk menyelonjorkan kaki?" Tanya Nindi pada sang suami, dan Arga segera memberitahu pak supirnya untuk mencari tempat parkir disana.
__ADS_1
"Kamu suka?" Tanya Arga sembari ikut menatap apa yang tengah Nindi lihat.
"Sangat suka sayang...sangat..." Ucap Nindi sembari melempar senyum senang ke arah sang sumi.
Hingga pak supir menghentikan mobilnya, karena sudah mendapat tempat parkir.
Namun Arga segera memberi isyarat pada sang supir dengan lambaian tanganya, agar si supir cepat pergi dari sana, dan meninggalkanya hanya berdua saja.
"Kau tidak tahu sayang...Resort yang akan kita tuju itu, tempatnya lebih indah dari ini, aku harap kau akan lebih menyukainya lagi." Ucap Arga sembari menarik tangan Nindi, hingga membuat Nindi terjatuh dalam pelukanya, Arga memeluknya.
"Hemz...nggak apa apa, lagi pengen meluk kamu, lagian pak supir udah turun dari tadi, kenapa nggak bisa mersa disini? mau lanjut?" Tanya Arga dengan jahilnya.
"Eits...nggak sayang...mau turun nikmatin pemandangan, ayo..." Ucap Nindi sembari melepas pelukan sang suami dan akan membuka pintu mobilnya, namun Arga masih ingin bersamanya, hingga membuatnya harus menahan Nindi sedikit lebih lama dalam pelukanya.
"Hei...kenapa akhir akhir ini kau jarang menciumku sayang? bukankah sebelum menikah kau yang lebih antusias di bandingkan aku?" Ucap Arga karena Nindi terlalu berontak saat ia akan menciumnya.
"Hemmmz...lupa ya sayang...aku lagi apa? ntar pengen loh...nggak usah godain deh..." Ucap Nindi dengan senyum jahilnya.
__ADS_1
"Ya udah ya udah ayo turun klau gitu...kamu selalu benar." Ucap lirih Arga sembari merelakan sang istri untuk pergi dari pelukanya, dan keduanya pun turun dari dalam mobil.
"Loh...itu sepertinya supir kakak ya sayang? itu yang tengah ngobrol sama supir kita!" Ucap Arga yang memberi tahu sang istri, dan benar saja, Nindi akhirnya mengajak Arga untuk mendekat ke arah kedua pak supir.
"Pak...kakak ipar mana?" Tanya Nindi pada pak supir dimana keberadaan kakak iparnya. Dan keduanya mendekat ke arah Aditya dan Ifa saat pak supir sudah memberitahunya.
"
"
"
"
"
Untuk semua pembaca...maaf ya jika ceritanya muter muter, bukan maksud apa apa kaka...emang di panjangin biar bulan depan masih gajian kaka...harap maklum ya...karena karya saya yang ini yang menghasilkan gaji, ya...itung itung upah saya mikir gitu ya kakak...jangan di hujat kalau blm tamat...yang pasti tamatnya saat pesta di Resort ya,dan untuk cerita yura dan satria...nnti ya di belakang...pasti di ceritain kok...yang sabar ya sama saya...makasih kaka atas pengertianya...(jujur amat yak aku hari ini...🙈🙈🙈😁✌️).
__ADS_1