Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
terlalu


__ADS_3

pagi itu....anin berniat bangun lebih awal,


dan benar saja...ia bisa terbangun pukul 5pagi,


ia melihat suaminya masih pulas di bawah selimutnya,


pelan2 dilepaslanya tangan suaminy dari pinggangny,di letakkannya perlahan lahan di atas tempat tidur,


lalu ia beringsud sedikit demi sedikit dari tempatnya semula,


ia tak mau membangunkan suaminya,


anin turum dari ranjangnya,berjalan pelan menuju kamar mandi,


mencuci muka lalu menggosok gigi.


lalu anin keluar kamar mandi perlahan2,


ia masih melihat suaminya tertidur pulas,namun posisinya sudah berubah,


sudah miring ke arah berlawanan dari yg tadi,


dan anin menuju pintu kamar nya,ia membukanya lalu keluar dari kamar.


tak lupa ia menutupnya kembali.


ia pun bergegas memuju dapur,menuruni anak tangga...namun jalannya masih dalam batas wajar,


sesampainya di dapur,ia mendapati bi ani dan bi ana


yg sudah berada di sana terlebih dulu,


tepat nya merela sudah mulai memasak.


bi ani dan bi ana yg melihat istri tuannya bangun se pagi ini pun terkejut,


mereka memandang satu sama lain dan akhirnya bi ana angkat bicara.


"nyonya kenapa sudah bangun?"

__ADS_1


tanya bi ana.


"aku ingin menyiapkan sarapan untuk kak rendi bi..."


sahut anin yg mulai mendekati ke 2 bibi.


"tapi nyonya...anda sedang hamil...nanti tuan marah nyonya...",


kata bi ani.


"aku ingin sekali membuatkannya sarapan bibi...nanti dia sudah berangkat ke luar negri...mungkin dia gak bisa makan makanan di sana...


jadi aku sekalian mau membuatkan sambal goreng kering untuknya bi...ya...lumayan kan bi..."


ucap anin dengan polosnya.


namun anin tak tahu,sedari tadi suaminya berdiri di anak tangga sambil mendenharkannya,


saat bibi mau memberi tahu kalau "tuan ada di belakangmu nyonya..."


dengan cepatnya rendi mengangkat jari telunjuknya ke tengah bibirnya.


lalu setelah anin puas dengan semua ocehannya,


rendi datang dari belakangnya,


dengan lincah rendi membopong istrinya dengan tiba2,di bawanya menuju teras belakang...yg sejurus tertuju pada matahari terbit.


anin yg kaget pun langsung dengan sigap nya merangkulkan tangannya pada leher suaminya.


dengan tatapan herannya.


rendi menurunkannya tepat di kursi santai disana.


"ka rend...kok gak bilang2 si mau bawa aku kesini,aku masi mau di dapur",


ungkap anin.


"kamu mau apa?"

__ADS_1


tanya rendi.


"aku mau buatkan sarapan kamu...truz bekal kamu selama ada di sana..."


ucap anin menerangkan.


"kamu minta minum saja aku ambilkan...kenapa mesti repot buat sarapan segala!"


kata rendi.


"dan lagi...aku cukup sarapan seadanya saja...nanti di pesawat juga di tawari makan minum cemilan sayang..."


ucap rendi lagi...


"di negara A juga kami pasti di ajak leluar meeting sayang...di hotel juga ada yg menyediakan makanan...aku bukan mau piknik...kamu jang hawatir tentang makananku...aku jamin disana aku gak kurang makan.toh aku sudah hafal negara itu",


ucap rendi menerangkan.


anin hanya menatap suaminya dengan lekat saat suaminya berbicara.


belum anin menyahut,anin masih terdiam,


lalu rendi menyahut lagi.


"kalau kamu tidak hamil...pastilah aku akan mengajakmu...aku takut dengan kesehatan dan kondisimu sayang...",


ucap rendi lagi dambil menarik pinggang istrinya dan mendekapnya.


mengelus lembut punggungnya.


dan anin hanya bisa merasakan kekawatiran suaminya itu.


selama ini anin terbiasa dengan sentuhan suaminya,anin begitu dimanjakannya oleh suaminya,


ibarat porselain yg hanya di pajang dan di bersihkan saja,


dan ini kali pertamanya ia akan jauh dari sisi suaminya.


"jangan hawatir...neta pasti aku suruh datang kesini sayang...klo perlu setiap hari....biar aku suruh orang antar jemput dia."

__ADS_1


kata rendi untuk menenangkan istrinya.


__ADS_2