
Pukul tiga sore, Saat keduanya memilih untuk melihat persiapan acara pernikahan yang akan di gelar tiga hari lagi, Dimana ifa dan Aditya tengah sampai di sebuah Resort yang terlihat sangat sejuk dan nyaman, Disana terlihat para karyawan yang tengah sibuk lalu lalang dan sudah di beri tanggung jawab masing masing, Semua tengah melakukan pekerjaanya.
Terlihat tirai tirai putih nan membentang yang sudah di tata sedemikian rupa di beberapa tempat. Di tambah kursi kursi yang bernuansa putih di lengkapi bentangan meja panjang yang mengisi tiap deretan kursi, Terlihat bunga bunga mawar putih yang begitu elok dan segar baru tiba dan siap di pasang di tiap tiap meja dan kursi. Juga di tepi sepanjang jalan setapak yang bernuansa putih berujung di sebuah meja utama dengan dua kursi di sampingnya, Kelak untuk mempelai berdua, Di tambah tiga kursi lagi di depan meja seberangnya...untuk penghulu dam para saksi saksinya.
Suasana makin terlihat asri saat di sekitar tempat terdapat pepohonan cemara yang begitu rindang tinggi berjajar rapi, di tepianya terdapat kolam renang yang begitu sangat besar membentang, Sontak ifa terduduk di atas rerumputan, Lunglai dan lemas seketika, Matanya tak berkedip menyaksikan keindahan yang serasa mimpi baginya, Hanya menghayalkanya saja ifa tak mampu...namum kini menjadi nyata melebihi yang ia pikirkan. Air mata mengalir deras di kedua matanya, Ia menangis sesenggukan dengan kedua lengan tangan yang bergantian menyeka matanya. Terlihat Aditya hanya bisa ikut berjongkok di depanya dengan satu lututnya yang menyentuh rerumputan, Bertumpu disana, Menopang seluruh tubuhnya, Ia ingin sekali saat itu juga meraup tubuh ifa di depanya memeluknya, Namun apalah daya apa yang ia inginkan harus ia urungkan. Ia benar benar menekan perasaan inginya sampai sampai kedua tanganya mengepal kuat ingin mengibas namun tertahan.
Aditya hanya bisa memandangi ifa yang masih menangis tanpa sebab di depanya dengan tatapan penuh kasih, Matanya yang menyipit tajam tampak sedikit berair dan akan menetes.
"Sial....sial....sial...." Gumam umpatan dalam hatinya yang hanya bisa ia lontarkan dalam hati saja.
"Sayang...ayowlah...sudah...kau tidak lihat semua orang menatap ke arah kita dengan penuh pertanyaan di otak mereka...mungkin mereka berpikir aku sedang mengancamu atau semacamnya...cukup ya nangisnya...kalau kamu nggak suka nuansa putih dan asri seperti ini...kita bisa ubah konsepnya...masih ada tiga hari lagi sayang...jangan hanya nangis saja...aku bingung harus ngapain kalau lihat kamu kayak gini...bisakah aku memelukmu sekali saja?" Ucap Aditya yang malah membuat tangis ifa kian meraung disana.
"Aaakh...bisakah aku memelukmu?" Tanya Aditya lagi yang sudah tidak di hiraukan oleh ifa, Sampai beberapa saat lamanya Aditya duduk bersila menunggui ifa yang masih setia di posisinya.
"Bby...maaf...apa aku membuatmu malu? apa aku terlihat bodoh? apa lebih parah lagi? apa aku terlihat nggak waras bby?" Tanya ifa saat tangisnya sudah berhenti, Namun terlihat isakanya masih terus saja Aditya lihat.
__ADS_1
"Siapa yang berani ngatain calon istri aku kayak gitu? jangankan ngatain...mereka masih memikirkanya saja sudah aku habisi!" Ucap Aditya dengan sungguh sungguhnya, Namun malah membuat senyum Ifa tersungging di bibirnya.
"Nah...kalau gitu kan cantik sayang...ayo sekarang bilang...kenapa tadi nangis sampai kaya gitu? apa konsepnya yang serba putih nggak kamu suka? mau yang seperti apa?" Tanya Aditya yang membuat ifa menyudahi senyumnya.
"Bukan nggak suka bby...tapi...aku terlaku bahagia dan masih tidak percaya ini nyata bby...aku yang seorang ifa ini akan menikmati pernikahan mewah seperti ini bby...bahkan untuk bayanginya saja aku nggak pernah...apa lagi akan ngalaminya langsung...gimana aku nggak langsung nangis...aku senang dan terharu...sampai nggak tahu gimana ngucapin syukurnya..." Ucap ifa menerangkan. Dan Aditya pun dengan antusiasnya mendengarkan perkataan yang calon istrinya itu ucapkan. Sampai salah seorang WO yang merencanakan pernikahan keduanya begitu ketakutan ketika akan mendatangi keduanya, Hingga si WO tersebut hanya bisa memandangi keduanya dari kejauhan.
Dan pergi saat melihat senyum kedua calon mempelai tersirat di wajah masing masing tampak bahagia.
"Karena kamu adalah ifa sayang...calon istri aku."
Ucap aditya yang mencoba bangkit dari duduknya.
Hingga pukul tujuh malam, Saat Arga Sudah memarkirkan mobilnya di depan area pelataran kediaman Rendi Wijaya, Niatnya untuk menjemput Nindi agar ikut serta makan malam yang di adakan oleh rekan rekan karyawanya.
Perlahan ia keluar dari dalam mobilnya, Menuju ke atas teras depan pintu utama rumah tersebut. Saat ia akan membunyikan bel pintu, Betapa terkejutnya ia saat mendapati sesosok bidadari cantik yang baru membuka pintu rumahnya, Ia keluar mengenakan pakaian yang begitu anggun. Pakaian yang pas untuk acara makan makan malam itu, Dimana memang acara yang akan mereka hadiri...tidak di tempat yang mewah..
__ADS_1
melainkan di sebuah restoran korean BBQ, Terlihat Nindi mengenakan dress bunga bunga dengan panjang selutut dan tanpa lengan, Ditambah sepatu biru tua yang heals nya tidak begitu runcing. Makin komplit saat Nindi mengenakan jam tangan kulit warna biru yang melingkar mungil di pergelangan tanganya. Serta tas bermerk warna senada dengan dress yang ia kenakan.
Seketika tangan Arga yang sudah terangkatpun tak mampu untuk bergerak, Ia masih mematung dengan menatap lekat kekasihnya yang sudah berada di depanya dengan senyum yang begitu menawan. Terlihat Arga begitu terpesona oleh apa saja yang di kenakan kekasihnya itu tampak luar biasa...dengan kulit putih mulus Nindi...membuatnya selalu tampak sempurna di mata Arga.
"Aaah...Arga...maaf...kenapa kamu diam saja sayang?"
Tanya Nindi saat ia sadari Arga masih termenung mematung tanpa bicara atau bahkan berkedip.
"Aaah....oh...aku...aku...hanya terpesona oleh kecantikan gadis yang ada di depanku saat ini sayang...betapa beruntungnya aku memilikimu..." Ucap gombalan Arga yang terlontar begitu saja dengan sendirinya.
Sedangkan Nindi hanya tersenyum manis menanggapinya.
"Oh...aku mau pamit om dan tante dulu ya sayang..." Ucap Arga dengan iktikad baiknya.
"Emmmmb....mama sama papa lagi keluar Arga...tapi aku udah bilang kok sama mereka kalau ada acara makan malam dengan kamu dan juga rekan rekan kantor kamu sayang..." Ucap Nindi dengan seriusnya. Dan Dapat tanggapan anggukan sekali dari Arga.
__ADS_1
"Baiklah...mari kita berangkat..." Ucap Arga yang mengajak kekasihnya itu untuk pergi menuju tempat acara sekarang.
Hingga mobil keduanyapun melaju ke arah yang di tuju.