
2jam lebih sedikit,tanpa terasa mobil yg di tumpangi anin dan rendi pun sudah sampai di tempat rumah kakek,
berhenti di halaman yg luas...dengan kiri kanan taman yg hijau...serta banyak bunga tertata cantik,
di tengah taman ada 2 ayunan jaman dahulu...ayunan gantung yg masih terawat,
serta rumah yg besar bertingkat...namun tak se mewah milik rendi.
anin terbangun saat terasa tangan suaminya mengelus pipinya.
ia mengerjap2kan matanya,mengucek2 nya,
"apa kita sudah sampai?"
tanya anin pada suaminya,
rendi hanya tersenyum lalu mengangguk,
tiba2,
"aduuuh kak..."
suara anin mengaduh karena pinggangnya sakit,namun sakit wajar saja...
"kenapa sayang?"
tanya rendi sambil tangannya mengeratkan pegangannya pada istrinya.
"bisa turun dan jalan apa tidak yank?"
tanya rendi,
"bisa kak aku tak apa....masak ia kaka mau bopong aku",
canda anin.dengan senyum megembangnya.
"boleh2...bisa di coba..."
canda ganti rendi pada istrinya.
anin pun membayangkan...
"dulu pernah di gendong suaminya,
di punggungnya...dan di bopong juga...kalo sekarang ngebayanginnya perut gendut gini...mau di bopong...jelas gak enak banget...apa lagi di punggung...aduh ngilu..."
sambil cengar cengir anin membayangkannya.
lalu...
"tuk",
__ADS_1
ketukan ringan di kening anin yg menyadarkannya,
"ih...kak rend jahiiil banget siii..."
kata anin seketika.
"tuuuh kakek sampai keluar jemput kita lo...kita nya betah amat ya di mobil...",
kata rendi pada istrinya.
"ia2 ayuuuk...kita keluar kak rend...aaah...jadi gak bisa lihat jalanan menuju rumah kakek ni kak gara2 keriduran...gak di bangunin si..."
gerutu anin sambil keluar dari dalam mobilnya.
"ya...aku lagi yg kena..."
sahut rendi.
"udah sampai aja di bangunin masih ogah ogahan...apa lagi waktu masih di perjalanan,gak kira2 bener2"
grutu rendi ganti.
"sudah2 ayo masuk...kok ngobrol aja di luar...panas tau",
sahut kakek saat tau cucu dan cucu mantunya asik bergumam satu sama lain.
"ye....kakek...orang lagi balas balasan gerutu malah dikira ngobrol...gimanasi yank?"
"kamu si kak...ikut2tan aja",
sahut anin,yg membuat rendi gemaaas...
lalu anin pun masuk berjalan yg di sebelahnya rendi mengapit lengan istrinya.
kakek terlihat sudah duduk di ruang tamu menyambutnya,
dengan senyum merekahnya.
"kakek..."
sapa anin dan rendi bebarengan mendekat ke kakeknya lalu menyalami serta mencium punggung tangan kakeknya.
"gimana perjalanannya?lancar?"
tanya kakek pada kedua cucunya.
"cukup lancar kek..."
sahut rendi sambil duduk di seberang kakeknya di samping istrinya.
"baiklah2...istrimu capek...ayok ajak istirahat di kamar yg sudah di siapkan bibi...biar dia luruskan punggungnya",
__ADS_1
kata kakek seketika.yg membuat rendi beranjak berdiri membantu istrinya berdiri berjalan menuju kamar,
"kakek...aku antar anin ke kamar dulu kek..."
kata rendi sambil berlalu menuju kamar yg sudah di sediakan.
lalu bi siti dengan sigap mengantar tuan dan nyonyanya menuju kamar mereka.
anin melihat2 sekeliling,kamar yg akan ia gunakan ada di lanatai 2,
"rumah kakek nyaman ya kak..."
tiba2 ucap anin.
"tentu lah sayang....aku besar di sini sayang...ini sudah banyak perubahan...dulu cuma lantai satu,"
ucap suaminya.
"silahkan nyonya...tuan..."
sapa bik siti menunjukkan kamar yg akan rendi dan anin gunakan.
"makasi bi..."
kata anin sebelum bi siti melangkah keluar kamar,
"sama2 nyonya...kalau anda butuh apa2...saya ada di dapur...atau di ruang belakang nyonya..."
kata bi siti lalu pamit undur diri.
anin langsung menuju ranjang lebar di tengah kamar,
"wuuuaaahhh....besarnya..."
kata anin sambil beranjak menaiki kasur lebar nya.
namun tak jadi karena ia lalu melihat pintu menuju balkon...1pintu dengan beberapa jendela yg terbagi2 namun tidak se modern selebar di rumah rendi.
anin seketika terbelalak melihat pemandangan dari atas balkon...pegunungan....indahnya...di penuhi hijau sepanjang mata anin memandang dengan deretan rumah2 yg indah...
"kak rend...lihat lah....ini indaaah sekali..."
kata anin seketika
rendi pun yg sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur hanya membalas senyum pada istrinya yg sedang girang.
"sayang...besok aku ajak ke vila ya...yg di atas gunung...dari sini kira2 perjalanan satu setengah jam an lah sampai sana....aku ajak lihat matahari terbit ntar..."
kata rendi.
"uke yank...siyyyaaap"
__ADS_1
sahut istrinya dengan girang...