
hari sudah benar-benar gelap saat mereka terbangun dari tidurnya,
"nyenyaknya kamu tidur,"ucap rendi sambil terduduk,namun tak lupa mengecup rambut anin.
"aku nyenyak karena dekat kamu tu..."
ucap anin lalu memeluk pinggang suaminya dengan manja,
"ayok pulang...."
ajak rendi sambil membingin istrinya untuk bangkit.
dilihatinya sekeliling luar ruangan,
hanya cahaya remang dari koridor koridor dan lampu ruang kampus,itu pun ada yang nyala ada yang tidak.
di sana sini hanya terlihat petugas kebersihan.
"ternyata aku terlelap begitu lama,"
kata dalam hati anin.
"malam pak....malam pak..."
disana sini rendi di sapa perugas kebersihan.
rendi mengambil beberapa lembar uang dari dompet sakunya,
menghitung berapa banyak petugas yang ada disana sedang bekerja,
lalu memberinya selembar seratus ribuan per orang.
"trimalah buat kalian...kalian atur sendiri ya..."
kata rendi sambil menyerahkan beberapa lembar seratus ribu.
yang lalu di terima dengan senang hati oleh para petugas.
"trimakasi pak...trimakasi pak..."
ucap beberapa petugas kebersihan.
"bapaknya baik ya...tahu saja kita belum makan...kalau di suruh milih makanan atau uang...aku milih uang lah..."
kata seorang petugas.
"itu pemilik fakultas sini..."
kata petugas yang lain.
"masih muda ya...."
"tapi...gadis yang di gandengnya itu...kayaknya yang tadi siang punya masalah sama anak-anak deh,"
__ADS_1
ucap seorang petugas.
"ah udah lah waktunya kerja,"
ucap yang lain pula,mengingatkan akan pekerjaannya.
rendi menggenggam erat tangan istrinya sampai masuk kedalam mobilnya.
rendi benar-benar merasa bersalah atas kejadian tadi sore yang menimpa istrinya,
"sayang...kamu baik-baik saja bukan?"sambil mendekatkan wajahnya pada perut istrinya,
kemudian mulai mengelusnya,
"ooohh jadi khawatir yang di dalem ini critanya..."
dengan nada cemburunya,lalu anin menjauhkan tangan suaminya yang asyik mengusap usap perutnya,
"ya jelas khawatir pada semuanya lah...cuma yang di dalam sana nggak bisa protes...kalo mamanya nggak kasi makan."
sindir rendi pada istrinya,karena dari siang belum makan apa-apa,
"baiklah tuan muda yang tampan dan terhormat....."
canda anin.
"kamu yang bilang ya....jangan sampai munduuur,"
ucap anin sambil menyeringai dengan senyuman menakutkannya.
balas canda rendi untuk istrinya.
"semoga nggak aneh-aneh lagi deh permintaannya,"
ucap rendi dalam hati.
"jadinya mau makan malam apa sayang?kita ke restoran yang mana ini jadinya?"
tanya rendi sambil melirik istrinya yang sedang mikir-mikir mau makan apa.
"kak...aku mau ikan cuwe di kasih bawang merah bawang putih tumis sama tomat yang banyak...cabe juga..."
ucap anin menerawang.
rendi linglung seketika.
rendi mikir baru pertama kalinya dengar nama ikan itu ikan cuwe.
"kak kok malah diem sih,"
sentakan anin membuat rendi tersadar.
"itu ikan jenis ikan apa sih sayang?hidup nya di lautan mana?di air asin apa air tawar?bentuknya kayak apa??"
__ADS_1
rendi linglung.
"trus yang jual di supermarket mana?"
tanya rendi lagi.
"sampe kiamat juga nggak bakal nemu di supermarket kak rend..."sahut anin seketika.
"kan....permintaan absurd lagi dari istrinya itu,"
gumam rendi gemas.
"sayang kalau minta tu ya...mbok ya spageti...burger...pizza...bisa di cari mudah...nah ini nyarinya di ujung dunia sebelah mana?"protes rendi.
"sayang ikan cuwe tu ikan yang di pasar-pasar itu lo..."
sahut anin tak mau kalah dengan suaminya,
"nah loh...pasar....pasar malam?
malam-malam mana ada pasar buka??"
kata rendi dengan garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"lah aku maunya itu sayang...kamu nawari...sekarang nyerah,"
lalu membuang muka menatap ke luar jendela,tak lupa menyilangkan tangannya bersedekap di dadanya.
"ok...oke aku kan belum bilang nyerah sayang...jangan ngambek dong...pasti aku usahaka malam ini kamu makan itu sayang..."
"untung cantik,"gumam rendi lagi.
dan ternyata di dengar istrinya.
"oh jadi karena aku masih cantik ni critanya?
kalau aku jelek kak rendi nggak mau gitu?"
kata anin dengan wajah di tekut dan hampir menangis.
"lah gawat ini kalau sampai ambrol,"
kata hati rendi.
lalu rendi meminggirkan mobilnya,memarkirnya di pinggir jalan,
melepas sabuk pengamannya,dan memeluk istrinya.
"sayang itu bercanda....jangan marah dan sedih ya...
aku takut anak kita ikut sedih loh..."
lalu tangis anin pun berhenti,
__ADS_1
rendi pun melajukan lagi mobilnya.