Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Meninggalkan Hotel


__ADS_3

"Sayang....ini di tempat umum...kau mau aku menciumu?" Ucap Nindi seketika sembari memegang wajah sang suami dengan kedua telapak tanganya, sembari sedikit menggeser wajah Arga dari hadapan wajahnya, karena Nindi tahu apa yang suaminya itu isyaratkan tadi.


Dengan perlahan pun Arga sedikit beringsut dan kembali ke posisinya semula, berhadapan dengan Satria dan Yura yang ada di seberang meja yang ada di depanya.


"Akh...kalian ini...selalu saja manis dimanapun tempat." Ucap Yura yang merasa sedikit iri dengan kemanisan pasangan di depannya tersebut.


"Sayang...ayo habiskan sarapanya, kita akan kesorean ntar sampai sana kalau dari sini saja kesiangan." Ucap Arga sembari menggenggam jemari sang istri dan menyunggingkan senyum hangatnya, hingga sarapan pagi itu usai dan Arga pun bergegas mengajak sang istri, karena pak supir yang akan menyupirinya pun sudah siap di tempatnya, tak lupa semua barang barang yang akan Arga dan Nindi bawa sudah semua di masukan ke dalam mobil oleh orang suruhan Arga, hingga keduanya hanya tinggal berjalan menuju ke arah mobil saja setelah usai dengan sarapanya.

__ADS_1


"Kalian...nggak mau gabung sekalian dengan perjalanan kami?" Tanya Arga yang menawari kedua sahabatnya, dan seketika Satria dan Yura saling menatap satu sama lain sambil tersenyum lalu menggeleng bersamaan, tanda keduanya tidak ikut serta dalam perjalanan pengantin baru tersebut.


"Oke oke baiklah kalau begitu...sampai ketemu besok di tempat acara ya semua...kami berangkat duluan..." Ucap Arga dan Nindi yang bersamaan, dan setelah dapat anggukan Satria serta Yura, tanda mereka mengiyakanya, barulah keduanya berlalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu.


"Kau yakin nggak mau bawa cemilan?" Tanya Arga di sela sela perjalananya menuju ke arah tempat mobil yang sudah terparkir di depan pintu utama Hotel, Arga bertanya pada sang istri, karena Arga tahu benar, perjalanan yang akan keduanya tempuh tidaklah singkat seperti saat perjalanan dari rumah menuju ke arah hotel yang baru saja akan keduanya tinggalkan.


Hingga pak supir membukakan pintu mobil untuk tuanya dan nyonyanya, dan segera saja Nindi masuk kedalam mobil di susul Arga setelahnya.

__ADS_1


"Yakin nggak butuh apa apa?" Tanya Arga lagi yang memastikanya, karena Arga tahu sang istri masih dalam masa datang bulanya, dan Nindi hanya menggeleng geleng saja, karena ia sudah membawa apa yang ia butuhkan selama perjalanan, dan Nindi memang tidak ingin cemilan atau makanan ringan yang lain, ia hanya ingin perjalananya lancar sampai ke tempat tujuan, dimana ia sangat penasaran dengan Resort baru suaminya, dan tempat keduanya mengadakan pesta pernikahan yang terakhir kalinya, hingga pak supir pun lalu masuk kedalam mobil, setelah tuan dan nyonyanya itu masuk kedalam mobil.


Pak supir masih terdiam di depan kemudi, ia masih menunggu aba aba dari tuanya untuk menjalankan mobil yang di kendarai ketiganya, hingga beberapa saat, barulah Arga memberikan perintahnya pada pak supir.


"Pak ayo jalan sekarang!" Ucap Arga dengan nada datarnya, tidak ramah maupun tidak sinis.


Dan segera si supir pun menjalankan mobil yang di kendarainya dengan segera.

__ADS_1


__ADS_2