
dua hari sudah berlalu sejak terakhir kali arga memutus panggilan telephone nindi,saat itu arga begitu kesal...yang seharusnya marah marah itu dia namun saat itu malah nindi yang menuduhnya,nindi pun sama ia tidak merasa sedikit pun salah...menurutnya ia hanya salah mengirim pesan saja pada arga,namun di pihak arga nindi jauh lebih dari tanpa menghargai perasaan arga.dia lebih memilih teman masa kecilnya dan tidak percaya ucapan arga.keduanya saling emosi,saling menuduh,saling nggak mau mengucap maaf duluan.
arga yang dari dulu memang belum pernah meminta maaf duluan,hanya pada nindi yang pertama ia ucapkan...dan...nindi pun sama,ia terlalu di manjakan oleh papa nya,hingga gengsinya begitu besar hanya untuk meminta maaf duluan.karena ngotot dan keras kepala dua duanya dan nggak ada yang mau ngalah duluan,
akhirnya hingga dua hari pun keduanya tetap mendongkol.
bersikeras dengan pendirian masing masingnya.
__ADS_1
sedangkan di tempat anin dan rendi berlibur saat ini,cuaca cukup tenang dan membuat keduanya nyaman,hingga saking nyamannya,rendi memilih untuk tidur menjauh dari istrinya,ia di sisi paling ujung tempat tidur dan anin di sisi tempat tidur lainnya.keduanya seperti sedang marahan namun kenyataannya berlawanan.saking sayangnya rendi pada istrinya itu ia melakukan semuanya,ia hanya tidak ingin istrinya mual mual atau pun pusing pusing saat berada di dekatnya.rendi hanya ingin membuat istrinya senyaman mungkin...baginya trimester awal kehamilan adalah waktu paling berharga saat janin mulai tumbuh.
hingga ia mengesampingkan perasaan ingin mencium ataupun memeluk istrinya.meski di saat berdua seperti ini rendi hampir tidak bisa menguasai keinginannya dan ingin khilaf,namun sejauh ini akal sehatnya masih berperan.
saat ini adalah hari kedua mereka berlibur,
mereka berlibur di tempat keduanya dahulu saat menghabiskan malam pengantin mereka.dan saat kemarin keduanya baru sampai seharian hanya di habiskannya untuk istirahat,maklumlah kini mereka memiliki waktu yang cukup lama untuk sekedar berlibur,dan mengistirahatkan tubuh keduanya yang sudah tidak ABG lagi.namun di benak mereka masih memikirkan bagaimana cara kembalinya perasaan muda keduanya itu,memupuk perasaan saling melengkapi meski tidak se romantis dahulu.
__ADS_1
hingga tanpa terasa anin tertidur hingga pukul tiga sore saat itu rendi sudah tidak ada di sampingnya.
"hemmmz....papa kemana sih?kok udah ngilang aja...apa ia kesal saat aku mual ketika aku mendekat ke arah nya?apa itu salahku?apa itu kemauanku?kalau sampai ia marah...kebangetan deh,"ucap anin dengan dengusan kesalnya pula.dengan tubuh masih tertutup sempurna di atas ranjang yang nyaman.
"apa yang kau gumamkan sayang?"tiba tiba suara rendi mengagetkannya,rendi muncul dari bawah lantai,ia terjatuh ke lantai saat posisinya sangat mepet ke pinggir.lalu ia putuskan untuk tidur di sana sekalian,karena saat di atas ranjang,bau istrinya yang selalu harum itu membuat hasrat nya ingin memeluk guling hidup itu selalu muncul tanpa bisa ia bendung.
"pah...kok bisa di kolong tempat tidur sih?beneran ada kolongnya ya pah?"tanya anin sambil sedikit terkejutnya.
__ADS_1
"nggak ada kolongnya sayang...buntu...aku pingin ngerasain lantai hotel mahal sayang...jadi aku memang sengaja guling guling sebentar tadi,"ucap bohong rendi untuk menutupi apa yang terjadi padanya barusan.dan agar istrinya tidak khawatir.
"ooooh....baiklah pah....nikmati guling gulingnya sayang...aku akan tidur sebentar lagi,"ucap anin sambil menarik lagi selimutnya,karena siang tadi setelah ia makan siang,sempat jalan jalan sebentar dan badannya masih capek.