
"ayo...aku antar kamu sampai depan..."ucap Nindi sambil tersenyum ke arah Arga,dan di sambut pula senyuman yang sama oleh kekasihnya.
Arga menggenggam jemari tangan nindi,keduanya berjalan bersama menuruni anak tangga lalu menghentikan langkahnya ketika sampai di ruang keluarga,disana ada Satria,Yura,mama Anin dan juga Papa rendi.
terlihat ke empat orang tersebut tengah bersenda gurau,apa lagi yura yang selalu bikin ketawa,ia yang tidak begitu mengerti bahasa khas kota sini...menjadi bahan jahilan satria kekasih nya,hingga membuat semua jadi tertawa renyah.
"om...tante..."...mah...pah..."ucap bersamaan Nindi dan juga Arga.
membuat ke empat orang itu menghentikan aktivitas nya seketika dan menatap ke arah keduanya.
"iya sayang ada apa?"tanya mama Anin sambil mengembangkan senyum yang ramah di bibir nya.
"Arga mau pamit pulang mah...Nindi mau ngantar Arga dulu ya mah...pah..."
ucap Nindi sambil mengajak arga mendekat ke arah mama dan papa nya.
"om...tante...Arga pamit dulu..."ucap Arga dengan santun nya.
"Ga...nggak ikut nimbrung kita kita sebentar?sini..."ucap om Rendi yang menawari Arga ikut serta dengan senda gurau mereka.
__ADS_1
"mana ada...Arga capek pah...Arga baru dari luar negeri tadi langsung kesini...biarin Arga pulang dan istirahat pah..."ucap Nindi yang malah sangat judes dan antusias di banding dengan Arga.
"emmmb...kok bodyguard nya marah sih Ga?"
canda mama Anin yang membuat Arga tersenyum.
"mama kok gitu sih...usil aja."dengus kesal Nindi sambil menarik tangan Arga yang masih di genggam nya dan keduanya berjalan menuju pintu utama.
"Nindi itu nggak tahu ya ma...papa sering juga kok kaya gitu...tapi papa nggak capek..eh si Arga baru begitu saja nindi bilang capek,bener kan sayang?"bisik Rendi di telinga istrinya,yang membuat kedua orang yang ada di seberang nya itu menjadi merinding seketika.
"om...tante...Satria mau ngajak Yura ke teras samping ya..."ucap Satria yang penuh dengan ke canggungan.dan rendi serta anin hanya mengangguk mengiyakan nya saja.
"nggak usah godain deh mah...nanti papa kepingin mama nggak bisa jalan lagi besok..."
canda Rendi pada istrinya yang hanya di balas dengan senyum sinis Anin.
"anak anak muda sekarang sangat mengerti rupanya."ucap dalam hati Rendi.
di teras depan Nindi dan Arga melepas tangan nya,keduanya saling menatap satu sama lain,
__ADS_1
"bisa nggak sih ini aku bawa pulang saja?"
ucap Arga sambil menoel hidung nindi yang nggak begitu mancung itu.
"emmmz....bukannya tiap hari di bawa kemana mana ya?"tanya Nindi balik pada kekasihnya.
"hemmmz...iya...kau selalu ada di sini...di hati aku."ucap Arga sambil tangannya menaikkan tangan Nindi dan meletakkannya ke dada nya,menempelkannya disana.
"haiiis...kamu mah bisa aja ngegombalnya Ga...udah ah...nanti ketahuan papa bisa canggung Ga..."ucap Nindi yang ada benarnya juga.
"baiklah baiklah...aku pulang dulu kalau begitu...besok aku jemput untuk makan siang di kantor ya..."ucap Arga sambil berjalan turun dari tngga menuju mobilnya yang sudah terparkir di bawah teras,di halaman depan rumah om Rendi.
"bye bye...sayang...aku balik dulu..."ucap Arga saat ia sudah sampai di dekat mobil nya dan tangannya hampir menyentuh gagang pintu mobil nya namun di urungkannya.
dan berbalik menaiki anak tangga dengan sedikit berlari kecil menghampiri nindi yang masih setia mematung di tempatnya semula.
"ada apa Ga?apa ada yang ketinggalan?biar ku ambilkan..."ucap Nindi,namun Arga hanya mengangguk sambil menarik kepala Nindi dengan satu tangannya dan mengecup puncak kepalanya,sontak membuat Nindi tersipu malu malu.
"sekarang...sudah nggak ada yang ketinggalan sayang...selamat malam..."
__ADS_1
ucap Arga sambil berlalu begitu saja.kini Arga benar benar pergi dengan mobilnya,terlihat Nindi masih melambaikan tangannya hingga mobil arga tidak terlihat dari pandangannya.