Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Seputar sarapan


__ADS_3

Arga membawa satu piring dengan dobel isi untuknya dan sang istri, ia mendekat ke arah Nindi dan Yura yang tengah terlihat asyik mengobrol.


"Sayang ayo makan sarapanya dulu sini..." Ucap Arga yang mengajak sang istri untuk mengambil tempat berdua saja, dan Nindi pun ikut serta ajakan sang suami, ia pun langsung berpamitan dengan Yura dan meninggalkan Yura sendirian di tempat duduk yang ia tempati, hingga datanglah Satria mendekat ke arahnya, dan di tanganya pun terlihat dua posi makanan yang di jadikan satu dalam piring yang sama yang tengah di bawanya, nampak Yura menyambut satria dengan tangan yang mengulur dan meminta piring di tanganya.


Keduanya pun lalu duduk berdampingan dan makan bersama, nampak sangat manis saat sengaja Arga dan Nindi menatapnya.


"Hei...makan nya sambil natap aku dong...jangan natap pasangan lain...ntar aku cemburu loh!" Ucap Arga sembari menarik dagu Nindi dengan dua jarinya, jari telunjuk dan ibu jarinya yang mengapit dagu Nindi dan menarik mengarahkanya untuk menghadap ke arahnya, arah Arga yang ada di depanya.


"Akh...jangan gitu dong...masak iya cemburu sama Satria...nggak lah...!" Ucap Nindi yang mulai menyuap nasi goreng nya dengan suapan kecil.


"Kenapa nggak boleh cemburu? jangankan Satria...kamu dekat saja sama Evan aku bisa cemburu lo sayang...!" Ucap jujur Arga, namun hanya memdapat sambutan bibir monyong Nindi yang mengerucut lancip.


"Cup," Kecupan ringan dan singkat Arga tiba tiba, yang membuat Nindi membelalakan matanya seketika.

__ADS_1


"Jangan main main kalau sama aku!" Ucap Arga sembari mengusap bibir Nindi dengan ibu jarinya.


"Akh...nggak kira kira...kebiasaan, kita di tempat umum tahu nggak!" Ucap Nindi yang merasa sedikit nggak enak hati karena tingkah sang suami.


"Tuh...!" Ucap Arga lagi sembari matanya menoleh sedikit melirik ke arah pasangan Satria dan Yura, dan Nindi pun langsung tahu isyarat mata sang suami dan ikut menoleh ke arah keduanya pula.


"Hah...!" Ucap Nindi seketika sembari melongo dan hampir tak percaya dengan apa yang di lihatnya, Sahabatnya, Satria dan Yura tengah berciuman dan itu tidaklah singkat.


"Aku nyium istriku saja dapat teguran, nah itu...mujur banget deh Satria...bikin iri aja tu orang, nggak lama cintanya ma kamu...nggak fulgarnya di tempat umum yang terkesan cuek!" Ucap Arga tiba tiba, kata yang keluar dari mulutnya seakan tidak ia pikirkan.


"Sudah...nggak usah di lihat...ntar kamu pingin loh...masih tanggal merah...bahaya tahu nggak sih sayang!" Ucap jujur Arga yang ada di pikiranya saat itu.


"Emangnya aku, kamu apa! asal lihat mau di praktekin, nggak lah...!" Ucap Nindi dengan ledekanya, dan ia mulai menyuap sarapanya kembali.

__ADS_1


"Kenapa jadi kamu ngingetin sih sayang? sekarang pun...saat aku teringat...aku bisa khilaf loh...nggak percaya?" Ucap Arga yang nggak pernah main main dengan ucapanya.


"Aakh....sabar sayang...sabar...katanya tadi bahaya saat aku tanggal merah...ingat ya...sabar...!" Ucap Nindi lagi sembari berusaha menenangkan sang suami.


"Oh ya...semalam aku dengar dari orangku yang tengah patroli...Satria nggak tidur di kamarnya loh sayang...tapi tidur di kamar Yura." Ucap Arga yang terkesan tengah berbisik bisik di depan sang istri.


"Udah tahu...semalam kan aku telephone telephonan sama Yura saat kamu mandi sayang...disana ada suara Satria juga, jadi pastilah mereka bersama semalaman, emang kenapa sih? kayak kita nggak pernah aja...kita ma malah sering kan seingat aku!" Ucap Nindi yang membuat Arga terdiam seketika, dan mulai makan dengan suapan besarnya dan terkesan cepat, hingga Nindi melotot menatapnya, Arga kesal saat mengira hanya dia orang yang pertama tahu akan hal itu dan berniat memberi kabar hangat itu pada sang istri, namun malah Nindi tahu lebih awal dari dugaanya.


"Hya...hya...sayang...lah kok udah mau habis aja...aku baru makan dua suap tuh...!" Ucap protes Nindi saat ia lihat sang suami kesal dan melampiaskanya pada nasi goreng yang ada di piring depan keduanya.


"Akh...aku terlalu lapar...biar aku habiskan dulu..


kamu nanti aku ambilkan lagi deh..." Ucap Arga dengan mulut yang di penuhi oleh nasi goreng yang baru ia suap kedalam mulutnya.

__ADS_1


"Iya iya...tapi...itu...awas muncrat sayang...aku setia nungguin kok...nggak usah buru buru juga kali..." Ucap Nindi yang memastikan tak akan meminta makanan yang tengah suaminya makan, karena Arga saat itu seperti takut Nindi meminta makananya saja.


__ADS_2