Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Saat gila kerja


__ADS_3

Sore yang cerah...hingga hampir petang, Terlihat Nindi masih sibuk di ruang kerjanya, Disekelilingnya sudah nampak sepi, Hanya ada Eko di sudut ruangan yang masih setia dengan kerjaanya, Bukan karena menunggui Nindi tapi memang karena kerjaanya belum usai.


Terlihat Rendi tengah menghampiri putrinya itu ke ruangan kerjanya, Dimana ia akan berniat mengajak Nindi untuk pulang bersama denganya.


"Sayang...ayo pulang...papa masih mau mampir ke tempat penjual cakwe...mamamu mau di bawain itu..." Ucap Rendi saat ia sudah berada di samping meja kerja Nindi.


"Pah...kerjaan Nindi masih banyak ini...papa duluan aja...disini juga ada temanya...tuh..." Ucap Nindi sambil menunjuk laki laki cungkring yang tengah berdiri dengan menunduk tanda hormat pada Rendi.


"Nanti kamu makan malam di rumah nggak?" Tanya Rendi lagi sambil mengibas ngibaskan tanganya, Isyarat untuk laki laki yang tengah mematung tersebut agar duduk kembali ke tempatnya.


"Nih Arga nawarin ngajak makan malam bersama juga pah...tapi udah aku kasi tahu kalau aku lembur...ya lihat nanti aja pah...kalau udah waktunya makan malam dan aku belum pulang...papa tinggal aja sama mama...jangan sampai mama telat makan...kasian dedek aku nanti..."


Ucap Nindi dengan nada pengertianya.


Dan Rendipun pulang meninggalkan anak gadisnya tersebut.


Satu jam sudah berlalu, Dimana Eko sudah mulai mengemas semua barang barang di mejanya dan berjalan mendekat ke arah Nindi.


"Kamu masih lama?" Tanya Eko yang sudah membawa tas tanganya dan akan berniat pulang.


"Mungkin sebentar lagi aku pulangnya...kamu pulang aja..." Ucap Nindi sambil masih mengerjakan kerjaanya.

__ADS_1


Lalu Eko pun turut apa yang Nindi ucapkan, Ia pun pergi meninggalkan ruanganya.


Di depan pintu utama perusahaan Rendi, Terlihat Arga sudah mematung disana.


"Tunggu...apakah kau melihat Nindi? dia di divisi keuangan..." Ucap Arga yang menyetop Eko saat ia akan keluar dari pintu utama kantor tempatnya kerja.


"Oh...Nindi...dia masih di ruanganya tadi..." Ucap Eko lalu berpamitan pergi.


"Gadis itu sudah mulai gila kerja...aku telephone nggak di angkat...aku kirim pesan nggak di buka..." Dengus Arga sambil memesan makanan yang sudah siap antar.


Beberapa saat Arga menungguinya disana, Hingga si kurir tiba membawa pesananya, Dan Arga kemudian membawa makanan yang ia bawa tersebut menuju ke ruangan Nindi.


Bahkan mengalahkan terangnya cahaya yang ada di dalam ruangan tersebut. Arga seketika mengenali, Bahwa itu adalah tubuh kekasihnya.


Arga mendekat ke arah Nindi, Ia melihat pada layar komputer Nindi, Sesaat Arga membantu menyelesaikan kerjaan Nindi yang masih kurang sedikit, Lalu menyimpanya dan mematikan layar komputer tersebut.


Arga menarik kursi yang ada di sebelah bangku kerja belakang Nindi, Ia mendudukinya dan menunggui Nindi sampai benar benar terbangun dengan sendirinya, Tidak lupa...ia menyelimuti tubuh kekasihnya itu dengan jas yang ia kenakan.


Sayup sayup...Nindi membuka matanya, Ia menatap wajah tampan nan damai itu tengah ikut tertidur dengan satu tangan yang menyangga wajahnya.


"Manisnya..." Ucap Nindi saat ia sadari wajah kekasihnya itu terlalu manis saat sedang tertidur.

__ADS_1


Hingga tanpa sadar...Nindi pun mendekat ke arah Arga, Ia sedikit menunduk mengamati wajah kekasihnya yang baginya memang sangat tampan. Hingga tanpa sadar...mata Arga terbuka perlahan tepat di depan wajah Nindi.


"Bugh", Arga menarik tubuh gadis cantik di depanya itu hingga jatuh ke pelukanya. Arga memangkunya disana, Dengan tubuh Nindi memunggunginya, Arga memeluknya erat, sambil menggenggam kedua tangan Nindi, Agar Nindi terdiam sesaat. Lalu menenggelamkan wajahnya ke punggung kekasihnya itu. Hingga beberapa saat Nindi membiarkanya.


"Ini gara gara kau dua hari ini gila kerja sayang...aku hampir mati merindukanmu...mungkin jika saat ini aku tidak menemuimu...kau akan tahu kabarku lewat berita besok."


Ucap Arga dengan seriusnya, Dimana selama dua hari ini dia belum bertemu Nindi, Dan rasanya sudah hampir setengah mati di buatnya, Seperti ikan yang keluar dari dalam air. Dan kini...ikan tersebut di masukan ke dalam air kembali. Namun Nindi bukanya iba pada Arga, Ia malah tersenyum dengan tawanya yang tertahan, Tawanya hampir meledak saat mendengar kisah lebay yang barusaja Arga lontarkan barusan.


"Kenapa aku mencium sesuatu yang membuatku lapar?" Ucap jujur Nindi, Sontak membuat Arga teringat tujuanya untuk datang menemui pujaan hati adalah memastikanya tidak telat makan. Hingga keduanya menikmati makananya tersebut bersama sama.


Di tempat berbeda, Terlihat Aditya tengah mematung menyender di mobilnya, Ia menunggui calon istrinya yang masih belum keluar dari tempat kerjanya. Padahal hari sudah kian larut.


"Mana ada butik yang mempekerjakan karyawan sampai selarut ini...aku gusur aja apa gimana enaknya nih butik."


Dengus kesal Aditya, Dimana ia tidak kesal karena belum ketemu ifa, Namun ia kesal karena kerjaanya ifa pulang kerja terlambat dan ia harus menungguinya untuk beberapa saat lamanya.


Sampai...terlihat ifa tengah keluar dari dalam butik.


Dengan senyum manis nan lembut yang tersunging di bibirnya, Membuat amarah dan semua resah Aditya yang barusaja ia lontarkan musnah hilang begitu saja.


Sejuk segar menentramkan. Dan membuat Aditya ingin secepatnya memilikinya seutuhnya.

__ADS_1


__ADS_2