Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
menghantui pikiran


__ADS_3

"om....om rendi baik baik saja kan?om rendi nggak kenapa kenapa kan?om...."suara arga yang lembut dan terkesan khawatir memanggil manggil om rendi karena terlihat om rendi cengar cengir dengan gelinya di tambah wajah meronanya...membuat yang melihatnya sedikit khawatir.


"oh ga...om nggak apa apa ga...om baik baik saja ga...oh kamu masih disini...om kira sudah pergi tadi,"kata rendi dengan tertawa renyah nya.


"kan tadi habis diskusi...masak iya arga langsung pergi tanpa pamit...lagian om ada ada aja sih...kalau arga pergi om mau pulang ngesot apa,"gerutu arga dalam hati saking gemasnya sama om rendi.


"ga...sepertinya om tahu deh dimana tempat yang harus om datangi itu...mungkin butuh waktu tiga harian om liburannya ga...gimana menurut mu?"


tanya om rendi pada arga yang benar benar membuat arga bingung.karena sungguh arga belum pernah sampai nginap di luar kota apa lagi sampai berhari hari,arga hanya punya satu pengalaman menginap yang manis saat bersama nindi dan itu baru pertama kalinya untuk arga.

__ADS_1


"lalu...arga harus ngapain om?om sih...mau tanya gitu aja sampai seret arga ke kanyor om segala...kenapa juga nggak di luar atau di tempat arga tadi mungkin,"


ucap arga seketika karena ulah om rendi benar benar seperti cowok puber kedua.


"ga...di tempatmu kan ada nindi...dan lagi...om nggak ingin nindi tahu...om malu tahu...ga...kan kalau di kantor...nindi nggak curiga..."ucam om rendi dengan entengnya.


"ya elah om...gimnanya nindi nggak curiga coba...aku aja curiga dari awal...pasti nindi sekarang pun sudah mikir macam macam..."ucap arga dalam hati.


"nggak apa apa ga...kamu nggak ke luar negeri atau ke luar kota kan bulan ini?"tanya om rendi tiba tiba.

__ADS_1


"nggak tahu om...biasanya mendadak gitu kalau arga harus bertindak,selama lempeng lempeng aja...arga ma di negara dan kota ini aja om,"jawab arga muter muter karena om rendi nya pun nggak langsung ke pokok masalah dan muter muter pula dari tadi.


"begini ga...mungkin akhir pekan ini om dan tante ke luar kota nya...mau nitip nindi ga...nindi belum pernah jauh dari mama dan papa nya ga...nindi paling takut petir saat hujan...itu yang om takutkan ga..."ucap om rendi yang mengenang puterinya bisa sampai ketakutan saat ada petir apa lagi saat musim hujan,karena dulu di kampung halaman almarhum kakek...nindi mengalami hal mengerikan tentang petir....tepat di depan mata kepala nindi...saat ia masih berusia tujuh tahun...petir kencang menyambar pohon dekat rumah nya.tepat di hadapan nindi.nindi sempat kejang karena ketakutannya...namun berangsung membaik dengan sendirinya.


setelah saat itu...isterinya tidak pernah meninggalkannya sendirian apa lagi saat musim hujan tiba.


"ga...kamu bisa kan jagain nindi saat kami ke luar kota ga?hanya tiga hari saja ga...luangkanlah waktu menjaganya...om nggak ada orang lain yang bisa om percaya selain kamu...dan lagi...kamu adalah pacar nindi kan ga...dia akan lebih aman saat berada di sisimu,"ucap om rendi menerangkan.


namun berbeda dengan pemikiran arga yang benar benar terkejut oleh perkataan om rendi ini.

__ADS_1


"iya nindi nggak apa apa om...nah arga...arga yang kenapa napa om...ya kali kalau arga waras...kalau nggak nindi kemakan gimana?"ucap dalam hati arga yang benar benar menghantui pikirannya.


__ADS_2