
anin mencoba mengingat-ingat kata neta.
neta bilang...
"pak rendi akan memandang neta dulu baru padaku,"
lalu anin menyunggingkan senyum,
"ayo kita pulang kak rend..."ajak anin dengan tangan yang merangkul lengan suaminya.
"mari sayang...hati-hati ya jalannya,"
rendi benar-benar sangat khawatir dengan istrinya...dan calon anak nya.
"katanya tadi aku nggak apa apa...kenapa kak rendi kelihatan begitu khawatir??"tanya anin pada suaminya,
"aku tidak ingin istri dan calon ankku kenapa napa"...
kata rendi begitu lembut pada istrinya,
"ooooh...."
sahut anin sambil mengangguk.
lalu...
"apppaaaa!!!!???"
anin benar-bebar terkejut kali ini...
"apa yang kak rendi bicarakan???"
tanya anin ingin tahu lebih jelasnya,
"aku hamil???"
kata anin tak percaya.
"ia sayang...kata dokter kamu hamil...tapi besok kita periksakan lagi lebih tepatnya ke spesialis kandungan,
karena dokter kampus belum bisa memastikannya,"
ucap rendi sambil mengelus elus kepala istrinya.
lalu menggandeng istrinya menuju mobil,
yang saat itu area kampus benar-benar sudah sepi,
"apa aku tertidur lama kak??"
__ADS_1
tanya anin yang melihat kampusnya sudah sepi.
rendi hanya tersenyum dan memasangkan sabuk pengaman istrinya sambil di elusnya perut istrinya itu.
"sayang...kalau kamu benar-benar ada disana...jangan buat mamamu kesulitan ya..."
kata rendi seolah-olah bicara pada buah hatinya.
mobil melaju memasuki pekarangan rumah mewah rendi,
rendi sengaja memarkir mobil nya tepat di depan pintu,agar istrinya tidak berjalan jauh dari garasi.
"sayang...pelan-pelan"
kata rendi sambil membukakan pintu mobil nya.
"kak rend...aku tidak apa-apa...kamu jadi berlebihan tahu"
grutu anin yang tidak di gubris rendi.
seperti biasa bi ani dan bi ana menyambut tuannya datang.
"slamat datang tuan...nyonya..."
kata keduanya bebarengan.
"bi...mulai sekarang jamin makanan yang di konsumsi istriku,berilah yang benar-benar bergizi...kalau perlu...akan aku tambah jatah blanjaan kalian,"
"baik tuan..."
kata bi ani dan bi ana,mereka merasa bersalah sudah memberikan sayur asem pada nyonyanya.
dan masih tidak mengerti maksud tuannya itu.
lalu rendi dan anin beriringan menaiki anak tangga,
benar-benar di jaganya istrinya itu,
"kak rendi...kamu berlebihan deh..."
ucap anin di sela jalannya.
"harus itu sayang.."
ucap rendi saat sudah memasuki kamarnya.
"sayang...kamu baring gih,aku mau lihat di meja makan ada lauk apa,kalau perlu akan aku pesankan di tempat biasa kita makan,"kata rendi pada istrinya.
"kak rend...aku tak apa...aku akan makan apa saja...kamu jangan membatasinya..."
__ADS_1
kata anin sedikit protes pada suaminya yang dirasanya sudah terlalu itu.
"janji jangan makan sembarangan ya sayang..."
lalu mengecup kening istrinya,
anin pun mengangguk.
di dapur bi ani dan bi ana di hampiri rendi,mereka pun kaget ada apa tuannya hingga mendatangi mereka.
"ada apa tuan??"
tanya keduanya hampir bersamaan.
"bi...tadi istriku pingsan di kampus,dan dokternya bilang kalau istriku sedang hamil...tapi besok akan ku pastikan lagi membawanya ke dokter kandungan,
"jadi ku mohon kerja sama bibi untuk menjaga istri dan calon anakku,"
tutur rendi penuh harap.
"baik tuan..."
kata bi ani dan bi ana dengan wajah sumringah bahagia.akhirnya akan ada tangisan bayi disini,
"bibi masak apa??"
tanya rendi.
"masak cumi pedas manis,kerang ijo tumis,goreng ati ,dan tumis kangkung tuan,"
kata bi ana menerangkan.
"baik bi...ambilkan aku...biar aku bawa ke kamar,"
kata rendi yamg lansung di turuti ke dua bibi.
namun tiba-tiba anin sudah ada dibelakang rendi memeluk pinggang suaminya,
"kamu lama..."
kata anin manja.
lalu rendi menghadap istrinya sambil mengecup keningnya.
"kenapa ikut turun..."kata rendi sedikit khawatir.
"aku ingin melihatmu,"
kata manja istrinya lagi.
__ADS_1
lalu di balas senyum oleh suaminya.