Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Keanehan yang lain


__ADS_3

Pasangan Arga Nindi telah meninggalkan hotel yang di tempati, dan mulai melakukan perjalanan panjang menuju ke Resort yang akan menjadi tempat terakhir pesta pernikahanya.


Dan perjalanan panjang pun Aditya Ifa tempuh pula hari itu, dimana Aditya hari itu akan mengajak sang istri pulang kerumah, namun Ifa memilih untuk langsung pergi ke tempat acara adik iparnya, mengingat bundanya juga langsung menuju kesana, bagi ifa akan menghemat waktu daripada harus balik dulu ke rumah dan berangkat dari rumah, kemauan Ifa yang begitu kuat itu pun membuat sang suami sedikit berpikur lebih keras, dimana di mobilnya tidak ada persiapan gaun atau pakaian ganti yang pas dipakainya apa lagi sang istri untuk acara Arga dan Nindi esok.


"Sayang...sadar nggak sih kalau kamu akhir akhir ini suka ngeyel?" Ucap Aditya saat sang istri sudah diam karena mengantuk, Ifa menyandarkan kepalanya pada pundak sang suami dengan nyamanya.


"Sadar bby...tapi entah kenapa...aku nggak pernah merasa bersalah sama sekali, tapi aku sadar..." Ucap Ifa yang menjawab perkaraan suaminya, karena ia memang belum sepenuhnya tertidur.


"Ya...ya...baiklah sayang...nggak apa apa, selama kamu suka, selama kamu mau...selama kamu bahagia...sebisaku akan aku lakukan, mengerti!?" Ucap Aditya yang mendapat sambutan anggukan saja dari sang istri.


"Istirahatlah sayang...kalau sudah sampai...aku bangunin ntar...oke?" Ucap Aditya pada sang istri, sembari jemarinya membelai lembut rambutnya.

__ADS_1


Dan perjalanan itu baru berlangsung sekitar setengah jam, Ifa sudah terbangun dari tidurnya, ia memegangi perutnya seketika.


"Kenapa sayang ada apa?" Tanya Aditya pada sang istri, ia merasa Ifa sedang merasa tak nyaman.


"Kepingin ke kamar mandi bby...akh...nggak tahan bby...nggak tahan...!" Ucap Ifa yang terlihat tengah menahanya.


"Iya sayang...biar pak supir cari tempat yang ada toiletnya ya..." Ucap Aditya dengan lembutnya, sembari kedua tangan mengelus pundak sang istri agar lebih tenang sedikit.


"Ayo sayang...udah sampai...mau aku temani nggak?" Ucap Aditya yang tengah menawari sang istri.


"Nggak usah bby...aku cuma ke toilet aja kok...nggak akan lama!" Ucap Ifa yang sudah bergegas dan sudah keluar dari dalam mobil yang di tumpanginya, segera berjalan dengan sedikit berlari kecil menuju toilet yang berjajar di depan samping mini market tersebut.

__ADS_1


Hingga beberapa saat, nampak Ifa sudah keluar dari dalam toilet dan bukanya menuju ke arah mobilnya kembali, ia malah menuju penjual jajanan tepi pinggir jalan raya, yang berada tepat di depan gerbang mini market.


"Apa lagi yang dia lakukan itu?" Ucap lirih Aditya sembari manatap setiap gerak sang istri, ternyata Ifa tengah menghampiri penjual jajanan cilok, lalu setelah mendapat apa yang ia mau, segera saja Ifa kembali menuju ke mobilnya, dimana disana sang suami sudah menungguinya.


"Bby...mau?" Ucap Ifa setelah masuk ke dalam mobil.sembari menyodorkan se kantong kresek gorengan lumpia dalam wadah mika, dan terlihat satunya lagi cilok yang tengah ia nikmati.


"Sayang kamu emangnya tadi bawa uang? perasaan dompet dan tas kamu ada disini loh..." Ucap Aditya yang basa basi mengambil satu gorengan di tanganya dan di berikan ke pak supir.


"Emmmb...ternyata di kantong aku ada uangnya bby...apa salahnya sih...enak kok..." Ucap jujur Ifa yang merasa biasa biasa saja dengan tingkahnya, namun Aditya dan pak supirnya hanya menatap dengan keherananya.


"Jadi kita bisa jalan lagi sayang?" Tanya Aditya pada sang istri, dan setelah mendapat anggukan Ifa sembari menikmati ciloknya, pak supir pun menjalankan mobilnya setelah mendapat perintah dari tuanya untuk melanjutkan perjalananya lagi.

__ADS_1


__ADS_2