Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Kelihatanya saja sadis


__ADS_3

Di sudut pojok ruang tamu, Di dalam kediaman Rendi wijaya. Terlihat Rendi beserta anak istrinya dan para tamu tamunya yang tadi mengikuti makan malam bersama.


Semua ngobrol dengan nyamanya, Keadaan yang tadi begitu canggung kini sudah tidak terlihat lagi, Semua sudah mengenal satu sama lain dan terasa sudah normal seperti biasanya, Malah tawa canda bahagia tengah terlihat disana, Hangat dan begitu kekeluargaan.


Hingga tanpa terasa sudah pukul sepuluh malam waktu setempat. "Aditya menatap ke jam yang ada di pergelangan tanganya, Matanya memberi isyarat pada Arga untuk memohon diri, Dan Arga pun mengerti akan isyarat yang di berikan oleh kakaknya tersebut.


"Baiklah om...tante...kami mau pamit dulu...ternyata sudah sangat larut..." Ucap Arga sambil beranjak dari duduknya dan berdiri, Dimana ketiganya berpamitan pada pemilik kediaman, Rendi dan Anin pun tak bisa menolak keinginan Arga dan kakanya tersebut. Hingga Anin memberi isyarat pada Nindi untuk mengantarkanya sampai ke teras depan ruamah. Dengan patuh Nindi pun mengantarkan calon suaminya itu sampai ke teras depan rumah. Terlihat bibinya yang menciut dengan raut wajah yang terkesan masam saat Arga lihat.


"Kak...kakak pulang dulu ya...aku masih ada sedikit urusan dengan Nindi sebentar kak..." Ucap Arga sambil melirik ke arah kakaknya dan Aditya pun mengerti dengan yang di katakan adiknya tersebut.


Arga menahan tangan Nindi disana, Matanya menatap tak mengerti apa yang Nindi rasakan, Kenapa sampai Nindi malah cemberut dan memasang wajah tidak sukanya setelah Arga melamarnya.


"Ada apa sayang? kenapa memasang wajah seperti itu dari tadi? apa kau nggak rela aku balik pulang sayang?"


Tanya Arga dengan pandangan saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


"Nggak apa ga...kalau pulang ya pulang aja...aku nggak nahan kamu kok." Ucap Nindi dengan jujurnya, Dengan tangan yang mengibas ngibas seperti sedang kepanasan.


"Oooh...ternyata itu yang jadi masalahnya..." Ucap Arga dalam hatinya.


"Sayang...maaf...hari ini aku belum membawakan cincin untukmu...aku ingin melamarmu sendiri secara pribadi...apakah aku salah? aku masih memesan permatanya, Aku harap kamu mengerti ya..." Ucap Arga sambil menggenggam jemari Nindi disana. Dan terlihat bibir Nindi yang menciut tadi kini mengembang senang.


"Aku kira kau lupa sayang..." Ucap Nindi yang di sambut pelukan hangat Arga yang mendekapnya erat.


Di sudut kota, Di tepi jalan raya, Terlihat Aditya dengan se enaknya melajukan mobilnya ke arah apartemenya dan tanpa bertanya terlebih dahulu pada ifa yang dari tadi duduk di sampingnya.


"Kita mau pulang sayang...memangnya mau kemana lagi?


aku lihat kamu tadi diam aja...aku mau ngibur kamu malam ini sampai kamu nggak bad mood lagi."


Kata Aditya dengan seriusnya.

__ADS_1


"Tapi ini bukan arah rumahku bby...ini kan ke arah...apartemen kamu kan?" kata ifa dengan perasaan yang campur aduk ia rasakan. Dimana ia khawatir Aditya krmbali ke kelakuanya yang bebas seperti dahulu, Dan Aditya hanya tersenyum menatapnya sesaat, Lalu pandanganya menatap lurus ke arah depan lagi.


"Apa kamu takut sayang?" Tanya Aditya dengan lirikan sesaat melirik ke arah ifa.


"Cegluk..." Ifa menelan ludahnya, Ia memantapkan hatinya untuk percaya pada calon suaminya itu, Kalau pun Aditya mau macam macam pastilah sudah dari dulu dulu ia lakukan.


"Kenapa nggak pulang ke rumahku langsung bby...? nanti kemalaman kalau mampir mampir..." Ucap ifa sambil mencoba memperlihatkan ketenanganya disana. Ia mencoba setenang mungkin.


"Niatnya malam ini nggak aku pulangin sayang...kenapa? rumah kamu jauh...dan lagi...aku nggak akan ngapa ngapain kamu kok...tenang ya..." Ucap Aditya yang mencoba menenangkan calon istrinya, Karena Aditya membaca cuaca malam ini akan turun hujan lebat, Dan pastilah rumah ifa akan banyak yang bocor, Dimana sudah lama ifa tinggal kemarin.


"Tapi bby...tetep aja...kita nggak ngapa ngapain...tapi kita hanya berdua bby...yang ke tiga pasti setan...aku nggak mau..." Ucap ifa dengan seriusnya. Kini wajahnya benar benar terlihat khawatir dengan bibir mungil mengerucutnya. Begitu lucu saat Aditya lirik, Hingga ia tanpa sadar sudah menyunggingkan senyumnya di sana.


"Loh...kok malah senyam senyum bby...aku beneran loh bilang gitu..." Ucap ifa lagi yang sudah geram melihat tingkah Aditya yang sepertinya tidak menggubrisnya sama sekali.


"Iya iya sayang...aku tahu...kalau kita hanya berduaan yang ketiga setan...tapi masalahnya...nanti aku mau nginep ke apartemen Arga sayang...kamu aku tinggal sendirian...nggak apa kan? toh jaraknya hanya koridor aja yang panjang...masak takut? Arga tadi ngirim pesan...ia mau curhat katanya...ya mana bisa aku menolaknya...karena aku juga suka curhat sama dia kalau lagi nggak kuat kangen sama kamu, Tapi...lihat saja nanti kalau kita udah nikah...nggak bakal aku ninggalin kamu meski hanya sebentar saja, Kamu akan selalu aku prioritaskan yang utama sayang...kayak gitu...beneran sayang..." Ucap Aditya di sela sela senyumnya, Dan seketika senyum lembut tersungging di bibir ifa, Dan anggukanya pun turut serta.

__ADS_1


"Syukurlah...calon suamiku meskipun terlihat sadis namun ia berhati baik." Ucap ifa dalam hatinya lagi.


__ADS_2