Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Keinginan yang lumayan langka


__ADS_3

Hingga malam yang terasa panjang bagi Arga itupun membuatnya tidak bisa memejamkan matanya sebentar saja.


Ia pun lalu menatap sang istri yang berada sedikit jauh di sampingnya, segera saja Arga mengeratkanya kedalam pelukanya dan mendekap kepalanya.


"Akh...istriku...aku bukanya takut denganmu...aku hanya khawatir tidak bisa membimbingmu...sedangkan kita saja sudah bersatu dalam ikatan sakral pernikahan namun masih saja seperti main main." Ucap Arga dalam hatinya, ia sadar perlakuanya dan perlakuan sang istri padanya kadang di luar kendali, bahkan sering masih mengolok olok satu sama lain, dan itu tidak tahu kapan akan berakhir.


Hingga Nindi merangkulkan tanganya pula, berganti memeluk erat tubuh sang suami, barulah Arga sadar, seberapa besar kecuekan dan kekonyolan sang istri padanya, namun pastilah rasa cinta sang istri lebih besar dari itu semua, Hingga rasa lega itu pun membuat Arga tidur pulas dan lelap malam itu.


Sedangkan di kamar yang di tempati Aditya dan sang istri, nampak masih terang benderang, rupanya Ifa masih belum tidur, karena ia masih merasa lapar, ia pun mengeluh pada sang suami jika ia ingin mengisi perutnya lagi.


"Bby...kenapa aku masih lapar ya?" Ucap Ifa pada sang suami dengan mengguncang pelan tubuh sang suami di sampingnya, sedangkan Aditya yang merasa sudah sangat ngantuk itu, bahkan sudah tertidur, terpaksa mencoba membuka matanya seketika.


"Sayang...ini sudah malam...mau makan apa sih?" Ucap Aditya sembari menatap jam yang melingkar di pergelangan tanganya.

__ADS_1


"Emb...mau jengkol pedas bby...lagi pingin itu...cepet bby ambilin ya...!" Ucap Ifa sembari menepuk nepuk pundak sang suami yang sudah terjaga dan terkesan menyemangatinya.


"Astaga ya tuhan...jengkol? apa? jengkol? kuping aku nggak salah dengar kan? jengkol dimana makanan itu aku temukan saat ini, tengah malam begini ya tihan?" Ucap sedikit syock Aditya di dalam hatinya.


"Sayang....itu jengkol aku tuker sama daging empal ya...mau? lebih enak lebih juicy...lebih kenyal..." Ucap Aditya yang belum usai karena jemari telunjuk Ifa sudah mebempel di bibirnya.


"Cup," Kecupan di bibir Aditya sesaat.


"Ya ya...baiklah sayang...oke...akan aku usahakan, tunggu ya...!" Ucap Aditya sembari mengecup kening sang istri dan turun dari ranjangnya, ia kemudian mengambil ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang disana, ternyata Aditya menghubungi beberapa orangnya dan meminta mereka untuk membeli beberapa jengkol yang sudah di rebus atau matang di pasar, atau di manapun tempat yang menjual jengkol malam itu, lalu ia pun menyuruh chef restoran yang ada di hotel tempatnya menginap itu untuk bersiap siap memasakanya jika orang orangnya sudah datang membawa jengkol.


Di pojok ruangan dapur hotel, di sudut tempat duduk di sana, terlihat Aditya yang tengah tanpa sengaja tertidur, dengan kedua tangan yang menyangga wajahnya, dan kedua siku yang bertumpu di kedua pahanya, beberapa saat ia memejamkan matanya.


"Bos...bos...!" Ucap lirih orang suruhanya yang terlihat sudah datang dengan satu kilo jengkol di setiap tanganya, ada tiga orang yang membawanya.

__ADS_1


"Akh...kalian sudah datang...tuh taroh sana, biar dimasakin Chef nya sekarang!" Ucap Aditya yang menunjukan dimana tempat yang harus ketiganya tuju.


Dan beberapa saat kemudian ketiganya pun mohon diri dan berpamitan pada bosnya tersebut, lalu pergi meninggalkan bosnya yang setia menunggui sampai masakan untuk sang istri itu usai di masak oleh si Chef yang sengaja Aditya pesan dari hotel tersebut.


"Akh...sayang...ada ada aja sih permintaanya...hemzzz...untung suamimu ini orang nya siap siaga...!" Ucap Aditya dengan gerutunya, namun ia masih tidak menyadari sikap sang istri yang sudah berbeda dari biasanya, lebih manja lebih ingin di turuti dan lebih menuntut.


Hingga beberapa saat lamanya, akhirnya sepiring jengkol pedas sudah matang dan itu pun proses memasaknya paling cepat, sesuai keinginan Aditya.


Dan dengan segera Aditya membawa sepiring jengkol pedas itu menuju kamarnya, namun saat ia sudah sampai kamarnya, sang istri malah terlihat tidur pulas di atas sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Akh...kamu pasti nungguin lama ya sayang? maaf ya...permintaan kamu ini lumayan langka disini sayang..."


Ucap dalam hati Aditya, lalu ia meletakan piringnya ke meja depan sofa, lalu membopong tubuh sang istri perlahan lahan menuju ke atas ranjangnya, hingga ia pun ikut perlahan merebahkan tubuhnya di samping sang istri dengan tengkurap disana, keduanya pun tertidur dengan lelapnya malam itu.

__ADS_1


__ADS_2