
audry dan jimi saling berpandangan sebelum memutuskan untuk masuk kedalam mengikuti arga yang lebih dahulu berjalan di depannya.
"sepertinya terakhir kali aku bertemu arga,dia tidak se dingin ini,"gumam dalam hati audry,ia merasa ada yang salah,entah itu sikap arga dan perilakunya.
"kau tidak salah tempat sayang?ini benar temanmu?bukankah ia yang kemarin masuk berita utama dengan artis yang sedang naik daun itu?"bisik jimi di telinga audry yang samar samar arga dengar dan membuatnya mengernyitkan dahi dan mengeluarkan deheman yang serak.
"ada apa kalian mencariku?"tanya arga yang tidak bersahabat dan duduk di sofa samping ranjangnya.
sekali lagi keduanya saling bertatapan audry dan jimi,
lalu menatap ke arah arga,dan kemudian duduk di sofa samping sofa yang di duduki arga.
"kami mau melangsungkan pernikahan enam bulan lagi ga...kami harap...kamu bisa hadir menyaksikan acara kami."ucap audry dengan sangat senangnya,namun arga hanya menyunggingkan senyum di setengah bibirnya.
"aku nggak bisa janji."jawab arga masih dengan nada datar nya.
"dddddrrrrrttt.....dddddrrrttt....."ponsel jimi bergetar,lalu segera saja ia meraih ponselnya dan mengangkat panggilan masuk di dalam sana.
jimi adalah pemilik hotel yang di tempati arga saat ini,hotel berbintang yang terkenal hingga manca negara.
"sayang...di bawah aku harus menyambut tamu penting...nggak apa apa kan aku tinggal sebentar...nggak usah ikut...nanti kamu capek...lagian nanti juga ada wartawan pencari berita,aku khawatir kamu akan kena berita yang nggak nggak sayang..."ucap jimi yang langsung di setujui audry,dan arga hanya terdiam dengan raut wajah yang masih sama datar.
jimi keluar dari dalam kamar hotel arga,dan di saat itu pula nindi dan satria baru saja turun dari dalam taksi.
tepat di depan hotel internasional milik jimi.
"sat...ayo...kenapa diam di pinggir jalan saja?"ucap nindi pada satria yang hanya tertegun di tempat ia turun dari taksi.
__ADS_1
"nindi...sebaiknya...kalian luruskan saja masalah kalian berdua...aku akan menunggumu di sini sampai kau kembali nanti,nggak enak jika arga melihatku bersamamu,bisa bisa...bukannya masalah kalian usai...malah tambah runyam saja."
ucap satria yang memang benar adanya,ia khawatir jika nindi akan terluka lagi ketika ia sampai ikutan menemaninya masuk ke dalam.
"baiklah sat...tapi...paling tidak tunggu di lobi hotel saja sat...di sini udaranya agak dingin sat..."ucap nindi yang mengajak satria untuk masuk ke dalam,lalu keduanya pun masuk beriringan menuju lobi hotel.
"dddddrrrt....ddddrrrt...."lagi lagi ponsel arga bergetar.
sesaat ia hanya menatap layar ponselnya itu dan mengerti jika itu dari orang suruhannya yang berjaga jaga di sekitar hotel yang arga tinggali.
"ada apa?"jawab arga dengan nada dingin dan singkat.
"bos...non nindi datang dengan teman laki laki kesini,sekarang non nindi sudah naik ke dalam lift."
ucap orang suruhan arga itu.dan tanpa jawaban apa apa arga langsung menutup panggilannya.
tanya audry saat melirik arga dengan kening berkerut dan alis tebal yang hampir menyatu satu sama lain.
namun arga hanya tersenyum palsu saja pada audry tanpa menjawab ataupun mengelak.
"tok tok tok."terdengar ketukan di luar pintu kamar hotel arga,ia pun tahu siapa yang sedang mengetuknya.
dalam hati ia sangat senang...namun rasa senangnya itu sudah kalah dengan perasaan hancur yang ia rasakan.perasaan bahagia itu sudah hilang.yang ada hanya tinggal luka..luka yang terasa menyayat nyayat saat ia mengenang kenangan yang manis itu.
"kekasih yang tidak mempercayainya,kekasih yang selalu menganggapnya monster."
arga membiarkan audry membuka pintu itu,
__ADS_1
"kenapa wanita?aku pikir jimi yang datang."
ucap dalam hati audry yang sudah merasa tidak enak.
"iya...ada apa ya?"tanya audry saat membuka pintu tersebut.
"apa aku salah kamar?apakah ini benar kamar hotel arga sanjaya?"tanya nindi seketika masih dengan perasaan yang tanpa curiga.sampai....
"sayang...siapa yang datang?"suara arga dari belakang audry yang mendekat sambil memeluk audry dari belakang.seketika audry pun gelagapan hampir tidak percaya.namun audry langsung mengerti sikap arga dan mulai melanjutkan akting dengannya.
"kamu kenal gadis ini?"tanya audry sambil membalas pelukan arga.
"aku nggak kenal."balas arga dengan mata menatap nindi dan dengan ekspresi wajah dingin nya.
"duuuuaaar...."seketika petir menggelegar menyambar hati nindi.nindi menarik tangan arga hingga melepas pelukannya dari audry dan sekarang berdiri berhadapan dengannya.arga hampir tidak mampu membalas tatapan nindi yang matanya di penuhi genangan.
"plaaaaaak...."tamparan di pipi arga yang nindi lakukan.
"brengsek...bisa bisanya aku percaya kata kata manismu."
ucap nindi yang sudah tidak mampu menahan lelehan air mata yang mengalir deras di pipi nya.
dan....saat nindi akan menampar pipi arga lagi,tangannya di cekal oleh arga,kekuatan nindi seakan lemas ia berontak namun tak mampu,ia meronta ronta ingin melepaskan cengkeraman tangan arga.
"cup,"tiba tiba ciuman arga mendarat di bibirnya.
sedih...bercampur air mata.nindi mendorong kuat dada arga,
__ADS_1
"plak."lagi lagi tamparan nindi yang arga terima.lalu nindi pergi berlari begitu saja menyusuri lorong dan masuk kedalam lift.