Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Puber kadaluarsa


__ADS_3

Malam kian larut, Udara malam kian semakin dingin menusuk kedalam tulang. Tanpa terasa sudah lewat tengah malam, Sudah hampir pukul tiga dini hari, Namun Mata Aditya enggan untuk terpejam. Bayangan ifa dengan mengucapkan kata kata Hubby yang membuatnya kian menyunggingkan senyumnya setiap saat ia mengingatnya.


Hingga ia tak mampu untuk memejamkan matanya.


"Aaakh...otaku" Dengus Aditya lagi lagi yang entah sudah ke berapa kalinya ia lontarkan. Ingatanya tertuju pada bayangan dahulu, Dimana ia ingin menepis perasaanya pada ifa, Namun yang ia dapati malah hidup tapi serasa mati ia rasakan. Dan saat ia ingin mengutarakan perasaanya dan ternyata di sambut pula oleh ifa, Membuatnya bahagia bagaikan terbang menembus langit ke tujuh. Dan saat ini perasaan yang ia rasakan makin parah...ia merasa seperti sedang naik roller coaster tersebut membuatnya sulit untuk memejamkan matanya.


Lalu ia pun memutuskan untuk melakukan panggilan telephone dengan Arga, Baginya hanya Arga yang mampu memberikan arahan untuknya.


Dengan mata terpejamnya Arga meraih ponsel yang ada di sebelah tempatnya tidur, Ia sedikit mengerjapkan matanya karena pantulan cahaya dari layar ponselnya.


"Akh...kakak ngapain sih jam segini telephone?ada keadaan darurat apa yang membuatnya harus menghubungiku jam segini? nggak tahu apa pukul segini enak enak nya tidur?" Dengus Arga, Namun ia pun tetap menerima panggilan telephone tersebut.


"Halo...ka...." Ucap Arga yang terpotong seketika karena Aditya sudah nerocos terlebih dahulu disana.


"Ga...tahu nggak?aku seneng banget...ifa akhirya punya panggilan sayang untukku ga...aku sampai nggak bisa tidur karena memikirkanya...suaranya terlalu empuk saat aku dengar...aaakh...Ga...kamu pernah nggak ngalamin kaya aku gini?" Ucap Aditya yang memotong kata kata Arga. Dan Arga hanya mendengus kesal saja di buatnya.

__ADS_1


"Haaaah....dinihari begini hanya curhat kalau sudah di panggil ifa? astaga yang bener nih orang?bisa se bahagia itu hanya gara gara sebuah panggilan...emang kaka dari mana sih? dari kutub atau dari planet mana?" Ucap dalam hati Arga dengan kesalnya.


"Kak...oke aku udah dengar...bisa nggak lanjut besok aja...aku ngantuk kak..." Ucap jujur Arga, Namun tanpa di gubris oleh Aditya, Ia tetap cerita apa pun yang ia rasakan, Tanpa ia tahu si pendengar sudah tertidur pulas kembali, Dengan ponsel yang masih menempel pada telinga dan pipinya.


Hingga matahari mulai muncul dan alarm di meja samping tempat tidur Arga berbunyi. Arga pun lalu membuka matanya yang masih sepat ia buka.


Rutinitas paginya saat hari libur kerja adalah berolahraga.


"Sepertinya aku baru tidur sebentar...kenapa sudah pagi aja?" Ucap Arga saat ia rasa dinihari tadi ia di telephone Aditya, Kemudian ia tertidur. Dan tau tau sudah pagi saja.


Tanda pengingatnya untuk hari lamaranya semakin dekat saja. Hingga membuatnya bersemangat setiap paginya.


Seperti sebuah vitamin penyemangat yang membuatnya ingin cepat berganti hari saja, Sampai hari yang ia nantikan.


Setelah selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi, Arga pun sudah siap untuk joging di taman dekat apartemenya.

__ADS_1


"Astaga kakak....!!" Teriak Arga tiba tiba saat ia membuka pintu apatemenya dan Aditya susah mematung di depan pintunya.


"Pagi adekku yang paling tampan..." Ucap lebay Aditya dengan senyum yang merekah lebar tanda ia begitu berenergi dan bahagia.


"Ada apa sih ga?kenapa kau se kaget itu saat melihatku?"


Tanya Aditya sambil berjalan mengekori Arga di belakangnya. Arga sudah menduga Aditya menemuinya pagi pagi seperti itu karena apa, Pastilah karena akan melanjutkan curhatanya yang semalam.


Keduanya mulai berlari kecil menyusuri jalanan taman yang ada di dekat apartemen, Taman yang memang di bangun untuk para penghuni apartemen yang Arga tempati. Dimana setiap hari libur Arga selalu meluangkan waktu paginya untuk berjemur dan mengeluarkan keringat. Bukan ia tidak pernah ke gym...melain saat ia ke gym biasanya ia janjian dengan klien dan rekan bisnisnya, Tidak pernah ia jadwalkan kapan waktunya.


"Stop...tunggu ga...!" Ucap Aditya yang sudah lima langkah di depan Arga dan menyetopnya dengan merentangkan kedua tanganya.


"Iya kakak...ada apa?" Tanya Arga yang pura pura bodoh dan tidak tahu, Benar saja Aditya membahas lagi apa yang ia ucapkan tadi malam pada Arga yang membuat Arga terpaksa menghubungi Nindi dan mengganggu waktu liburnya untuk datang membawanya pergi. Bukan Arga tidak setia kawan...tapi emang dasar Aditya yang kebangetan. Suka mengulang kembali ceritanya saking bahagianya sampai ia tidak sadar setiap bicara hanya ifa ifa ifa saja yang ia bahas sampai Arga hafal dalam otaknya. Bagaimana rincian cerita yang Aditya ceritakan dari awal sampai akhir.


"Astaga kakak...dikiranya aku belum pernah ngerasaain puber juga atau gimana sih ini...? kakak aja itu pubernya udah kadaluarsa...begini ni jadinya!" Ucap Arga dalam hatinya dan ia masih setia mendengar ocehan Aditya dengan begitu semangatnya.

__ADS_1


__ADS_2