Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Fitting pertama


__ADS_3

Tepat sebulan setelah keduanya memesan gaun pengantin, Hari itu adalah hari fitting untuk pertama kalinya, Bisa di bilang persiapan pernikahan keduanya yang kurang selangkah lagi itu pun akan terwujud. Dimana semua perabotan di rumah baru yang akan keduanya huni setelah menikah pun sudah hampir semua terisi...tinggal tempat tidur dan sofa ruang tamu saja yang membuat keduanya masih bingung menentukan model dan merk nya.


Terlihat, Nindi sudah sibuk di dalam kamar nya, Ia sibuk menyiapkan baju yang akan ia kenakan saat Arga tiba menjemputnya, Dimana Arga sudah dua hari ada urusan di luar Negeri dan baru balik hari itu, Arga sudah berjanji dengan Nindi saat jauh jauh hari lalu, Dimana saat akan fitting gaun pengantin...Arga lah yang harus mengantarnya, Dan tidak boleh orang lain. Jadi...hari itu sebenarnya Arga masih belum selesai dengan tugasnya, Namun karena janjinya harus ia tepati...alhasil ia pun pulang hari itu dengan tepat waktu, Dan hal yang paling membuatnya tak betah lama lama jauh dari rumah...karena ia sangat merindukan Nindi, Kebiasaanya yang setiap hari selalu bersama, Selalu menjadi penyemangatnya.


"Astaga sayang...ini apa apaan? kamar kamu kayak kapal karam begini?" Teriak mama sembari ngomel ngomel saat ia baru saja masuk kedalam kamar puterinya, Dimana saat itu pula ia dapati pakaian berserakan di mana mana.


"Mah...Nindi rapiin lagi kok nanti...nih bingung nyari pakaian yang mau aku buat kencan mah...yang mana ya?" Tanya Nindi sembari memilah milih pakaian yang akan ia pakai nanti.


"Sayang...Arga aja baru dua hari loh nggak disini...itu pun karena tuntutan kerjaan, Eh...calon istrinya udah bertingkah konyol kayak gini...bukanya kencan kamu tuh sayang...tapi...fitting gaun pengantin..." Ucap mama yang sebenarnya, Namun buat Nindi...hari itu merupakan kencan baginya, Dimana ia begitu rindu dengan Arga tanpa alasan.


"Nah mah...yang ini aja ya mah..." Ucap Nindi sembari mengambil sehelai baju yang mirip pisang kupas, Dimana di bagian atasnya kerahnya seperti di kupas, Sedangkan warna kulit Nindi yang putih bersih, Membuatnya terlihat seperti isi pisang.


"Kamu mau fitting gaun pengantin apa mau ngadepin piala Oskar sayang? nggak...itu nggak banget...pakai pakaian yang biasa saja kenapa sih? ribet amat deh..."


Ucap mama yang Nindi rasa memang benar, Di kaca rias besarnya memang terlihat seperti pisang kupas dengan kulitnya yang masih menyatu saat Nindi tempelkan di badanya. Dimana ia hanya mengenakan tank top saja dengan bawahan celana panjang yang ringan dan adem.


"Cepet milih...keburu Arga datang tuh...kamu kelamaan milih bajunya..." Ucap mama yang membuat Nindi makin grasak grusuk, Namun sudah sangat lama ia berkutat dengan pakaian pakaianya, Belum ada satupun yang pas di hatinya menurutnya. Sampai...

__ADS_1


"Terdengar suara Evan yang begitu nyaring melengking minta mamanya beri asi padanya, Meski baru sebulanan saja suaranya begitu nyaring, Dan seketika Anin pun pergi meninggalkan kamar puterinya bergegas menuju ke kamar puteranya, Karena sudah lumayan lama si kecil Evan bermain dengan suster yang menjaganya.


Dan benar saja, Setelah beberapa panggilan Arga yang tidak ia jawab karena ponselnya hanya ia getarkan saja, Apalagi tertimbun pakaian pakaian yang ada di atas tempat tidurnya, Arga pun memutuskan untuk segera datang ke rumah calon istrinya, Disana terlihat sepi...karena papa Rendi tengah ke kantor pastinya, Sedangkan mama Anin tengah menidurkan Evan dan memberinya asi.


"Tuan muda..." Sapa bibi saat Arga sudah sampai dan baru masuk ke dalam rumah.


"Kok sepi bi? mama mana?" Tanya Arga seketika,


"Oh...nyonya sedang menidurkan den Evan tuan..." Jawab si bibi.


"La Nindi mana bi?" Tanya Arga lagi, Karena seharusnya ia sudah siap dan sudah menungguinya, Namun kenyataanya tidak ada orang, Alias sepi...


Tak bisa Arga ungkiri, Meski hanya dua hari tak bertemu...ia benar benar merindukan Nindi saat itu.


"Tok tok tok", Sengaja Arga mengetok pintu kamar Nindi dan tidak bersuara sama sekali, Dengan senyumnya yang tersungging, Ia membayangkan sang kekasih itu membuka pintu kamarnya dengan bahagia saat bertemu denganya.


"Akh...kenapa mama ngetok pintu segala sih ma..." Ucap Nindi seraya membuka pintu kamarnya, Dan betapa terkejutnya ia saat ia dapati Arga tengah berdiri mematung di depan pintu kamarnya, Senyumnya yang tersungging tiba tiba saja berubah menjadi ekspresi terkejut, Saat ia lihat pakaian minim yang di pakai calon istrinya.

__ADS_1


"Astaga...aaakhhh....." teriak Nindi seketika saat ia melihat Arga, Kakinya yang ingin mengerem mendadak itu pun tak sanggup lagi, Licin yang ia rasakan, Dan ia pun hampir terjatuh seketika di depan Arga, Hingga dengan segera Arga pun melangkah satu langkah ke depanya dan berusaha menangkap tubuh sang kekasih dalam pelukanya.


Alhasil Arga pun berhasil menangkapnya, Dengan satu tangan yang berada di pinggang Nindi, Menopang disana, Terasa kulit halus Nindi yang bersentuhan dengan tangan Arga, Membuat Nindi mendelik sambil menatap wajah Arga yang lumayan dekat dengan wajahnya.


"Akh...kenapa harus memalukan seperti ini saat pertama kali bertemu denganya setelah beberapa hari tak bertemu?." Ucap Nindi dalam hatinya, Lalu matanya terpejam sesaat sambil mengerucutkan bibirnya.


"Cup", Arga pun mengecupnya, Ia kira Nindi ingin ia cium saat memejamkan matanya, Namun nyatanya Nindi merasa malu saat itu.


"Astaga ini kamar kamu sayang?" Tanya Arga seketika sembari melepas pelukanya.


"Akh...itu...masih nyari baju buat kencan...eh...buat fitting..." Ucap Nindi yang masih malu malu disana.


"Kamu pilih mana? biar aku bantu beresinya..." Ucap Arga dengan tangan yang menarik jemari Nindi dan mengajaknya duduk di tepian ranjang.


"Akh...aku belum menemukanya ga..." Ucap jujur Nindi, Hingga Arga pun mencoba mencarikan satu untuknya.


"Kenapa nggak angkat panggilan aku sayang?" Tanya Arga yang sedikit canggung, Karena ia sempat merasakan punggung Nindi dengan tanganya.

__ADS_1


"Aakh....aku lupa naruhnya sayang...maaf ya...apa kamu yakin nggak apa apa? nggak capek?" Tanya Nindi lagi, Dan Arga datang ke arahnya dengan membawa satu setel pakaian untuk Nindi, Dress ringan yang terkesan sejuk, Dan pastinya nyaman untuk kulit siang nanti.


"Capek aku tiba tiba lenyap seketika sayang...saat melihatmu...apa lagi bisa menciumu tadi...pakai ini...aku akan bantu rapikan lagi semua ini..." Ucap Arga yang langsung di angguki Nindi, Dengan senyum manisnya ia pun membawa pakaianya berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


__ADS_2