Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
mungkinkah hamil?


__ADS_3

udara sore itu begitu sejuk,nindi mengajak arga berjalan menuju ke taman belakang keduanya duduk di kursi taman dekat kolam renang yang panjang membentang.


tidak lupa bibi datang membawakan cemilan keripik kentang untuk nindi dan arga,dan juga dua botol jus,


satu jeruk dan satu setrowbery kesukaan nindi.


keduanya menikmati udara sore dengan pepohonan sejuk dan suasana yang redup karena di langit mendung menutupi sebagian langit yang tampak akan turun hujan.


"sayang...kamu apa takut hujan?terakhir kali saat kita di bukit cinta...kamu pun tampak menangis...tapi aku kira memang benar kamu menangisi kelopak bungamu itu lo...apa benar kamu takut hujan?"tanya arga pada nindi yang dengan seriusnya menatap je arah arga.


"ga...waktu itu memang aku menangisi kelopak bungaku ga...dan juga aku ketakutan pula karena turun hujan...bukan hujan yang aku takuti...tapi petir ga...aku punya pengalaman pahit soal petir ga...hingga saat ini...setiap aku bicara petir...aku selalu membayangkan hal itu...membuatku begitu gemetaran dan menggigil,"


ucap nindi dengan bibir bergetarnya.


"sayang...sudah sudah...jangan di ingat lagi..."


ucap arga menenangkan kekasihnya sambil meraih tangan nindi dan menggenggamnya erat erat.


"aku akan selalu ada untukmu sayang...jangan khawatir ya..."ucap arga lagi yang membuat senyum senang di bibir nindi yang tadinya bergetar itu kini tanpak senyum merekah.


keduanya menikmati cemilan dan minumam nya di temani sore yang indah bagi keduanya.


di kamar anin.

__ADS_1


anin terlihat sangat letih...ia merasa badannya meriang,


rasa nyeri di semua tulangnya,seakan ia baru terbanting dari ketinggian.terlihat rendi yang baru keluar dari dalam kamar mandi,ia seperti biasa hanya memakai handuk yang membebat pinggang sampai atas lutut nya.


"sayang kamu kenapa?aku lihat seharian ini kamu tiduran saja...dari aku pulang sampai sekarang...apa kamu sakit sayang?"tanya rendi pada istrinya itu.


"nggak tahu pah...kepalaku pusing kunang kunang...dan semua badanku sakit pah..."ucap lesu anin dan keluhnya pada suaminya.


"sayang...aku panggilkan dokter keluarga ya...kamu tunggu jangan khawatir sayang..."ucap rendi yang menenangkan isterinya itu.


"tidak pah...tidak usah...aku tidak apa apa pah...sudah lah...nanti juga sembuh kok.."ucap anin yang mencegah suaminya untuk menelephone dokter pribadi keluarga.


"sayang..."ucap rendi sambil turut duduk di sebelah isterinya itu.mengambil jemari tangan anin lalu menggenggamnya.


"emmmz...apa mungkin kamu hamil sayang?"tanya rendi tiba tiba pada isterinya itu.dengasn senyum merekah berharap di sana.


"tapi selama haid kamu masih teratur...dan aku juga masih sangat sanggup memproduksi itu tu...pasti bisa dong sayang..."ucap rendi menerangkan.


"bisa dari mananya pah...kalau kamu selalu pakai pelindung...akh...pokoknya papa ini nggak usah macam macam ya mikirnya..."ucap anin seketika sambil memencet hidung suaminya itu.


"gimana nggak bisa...kemaren itu aku lupa nggak pakai pengaman istriku...maafkan aku...tapi ya sudah lah...kamu benar...kita nggak akan punya anak selain nindi kita sayang..."ucap rendi dalam hati,namun rendi segera menepis pikiran bahwa isterinya itu hamil,karena dengan umur mereka saat ini...itu nggak akan mungkin...


anin berjalan keluar kamar nya menuju ke balkon,ia bermaksud mencari udara segar agar pusing nya mereda,ia menatap sekeliling...lalu matanya menangkap dua insan yang sedang bermain di atas ayunan dengan riangnya.tanpa terasa air matanya pun menetes.

__ADS_1


rendi yang berjalan mendekat menghampiri isterinya itupun melihat dengan jelas isterinya itu sedang menangis.namun rendi tidak tahu...isterinya itu menangis haru bahagia atau sebaliknya.


"sayang kamu kenapa?kenapa nangis?"


ucap rendi sambil memeluk tubuh isterinya dari belakang.namun terlebih dahulu ia mengusap lelehan di pipi anin dan mengelus pipi nya.


"aku nggak kenapa napa pah...aku hanya terharu menatap puteri kita yang sudah dewasa itu namun masih ke kanak kanakan pah...bagaimana kalau ia menikah kelak...pastilah suaminya akan kerepotan kan pah...?"


ucap anin tiba tiba.


"sudahlah sayang...jangan kamu pikirkan...itu kan masih lama...selama itu aku dekatkan nindi pada arga...agar arga terbiasa dengan sikap nindi yang seperti itu sayang...dan aku yakin dan percaya pada arga...dia nggak akan ngecewain nindi ataupun menghianati kepercayaan kita sayang..."ucap rendi dengan lembutnya yang membuat tenang perasaan anin yang entah mengapa ia begitu sangat sensitif sekali dengan hal hal kecil saja.


"ya sudah pah...nanti mereka papa ajak makan di luar saja ya...aku ingin makan sate pak mad...sudah sangat lama kita tidak ke warung sate itu kan pah?"ajak anin tiba tiba yang membuat rendi sedikit terkejut,karena warung sate pak mad kini sudah pindah ke pinggiran kota dan jaraknya hampir satu jam lebih...dan jika kejebak macet di jalan...bisa bisa hampir dua jaman baru sampai sana.


"sayang...kamu yakin mau makan sate di sana?"


tanya rendi pada isterinya itu,ia ingin tahu apakan anin akan berubah pikiran dan memikirkan lagi apa yang ia inginkan itu.mengingat jaraknya yang sangat jauh.


"iya...nggak tahu pah...aku pingin makan sate nya pak mad...boleh ya...mau kan aku ajak ke sana?ajak sekalian anak anak pah..."ucap anin dengan mantap nya dan senyum manis merekah di bibir nya yang membuat rendi tidak kuasa untuk menolak ke inginan isteri tercintanya itu.


"baiklah baiklah....kita nanti kesana...kita berangkat jam enam aja sayang...biar jalanan juga sedikit sepi ya sayang...sekarang masih sore...masih pukul empat...biarkan mereka bermain dan bercengkerama di sana,"ucap rendi dengan balasan senyum tampannya.


lalu rendi mengajak isterinya itu masuk kedalam kamar,membimbingnya menuju ranjang dan membiarkan isterinya itu untuk beristirahat,dan tidak lupa...sebelum itu rendi mengambilkan obat pusing di dalam laci meja samping tempat tidur nya dan memberikannya pada anin dengan segelas air putih yang tersedia di atas meja laci itu.

__ADS_1


baru rendi meminta anin untuk beristirahat,tidak lupa ia menarik selimut yang ada di bawah kaki isterinya itu menaikkannya sampai batas perut anin.


"aku ganti baju dulu lalu ke ruang kerja ku ya sayang jika kau mencariku,"ucap rendi pada isterinya lalu beranjak berdiri dan berjalan menuju lemari pakaian lalu ia membukanya,matanya menatap ke depan dan tangannya mencari cari pakaian yang ringan di kenakan atau lebih tepat nya pakaian santai.setelah ia sudah menemukan yang ia cari rendi pun mengenakannya dan meninggalkan isterinya yang tertidur sendiri di dalam kamar.


__ADS_2