
sudah pukul sembilan pagi,namun bi ani dan bi ana hanya mondar mandir di depan kamar tuannya.
mereka ingin membangunkannya untuk sarapan,namun mereka tahu...dini hari tuannya baru pulang.
"baiklah bi...mari kita turun saja,"
kata bi ani pada bi ana.
"baiklah kita jangan ganggu tuan dan nyonya",
sahut bi ana.
anin masih tertidur pulas...rendi pun sama,
tiba tiba ponsel rendi berbunyi,
lalu ia pun terbangun mencarinya,
setelah ketemu,lalu ia melihat siapa yang menelephone nya.
"aslan",ucap bibir Rendi seketika.
"lagi lagi tu orang ganggu aja"
gumam rendi sambil melirik istrinya yang masih tertidur pulas,
aslan memang di beri tanggung jawab untuk mengawasi para pekerja untuk acara nanti malam.
"ada masalah apa lan???"
tanya rendi dalam telephone nya.
"sudah 60% dekorasinya rend..."
lapor aslan pada rendi.
"kamu dimana rend??"
tanya aslan sambil mengawasi para pekerja yang mulai benar benar sibuk.
"aku masih tepar ni lan...habis begadang sampai pukul tiga dini hari tadi."
ucap rendi begitu santainya.
namun di tanggapi berbeda oleh aslan.
"gila kamu rend...istri hamil muda di garap sampai pukul tiga dini hari?dasar kebangetan",
__ADS_1
kata aslan dengan nada terkejutnya.
"kamu ngomong apa si lan?"
ucap Rendi dengan kening berkerutnya,
"ah...sudahlah..."
ucap rendi yang sedikit uring uringan.
"jangan ganggu aku sebelum tugasmu usei",
kata rendi lagi,lalu menutup hp nya.
rendi mendekati istrinya,menatap wajahnya beberapa menit.
lalu menyibakkan rambut sedikit yang menutupi wajah istrinya.
"istriku hamil kenapa makin cantik si kamu",
gumamnya lalu mengecup pipi istrinya.
menyusupkan wajah ke sela sela rambut anin lalu memeluknya dan ikut tidur di sampingnya.
kakek tiba di rumah rendi yang langsung di sambut para bibi.dan petugas kebersihan yang pagi itu masih terlihat sangat repot nya,karena waktu masih pagi setengah siang...terlihat dua orang yang bertugas membersihkan rumah rendi masi belum pulang.biasanya mereka pulang setelah semua beres
rendi dan kakek tidak membatasi jam kerja para pekerjanya.
kecuali bi ana.ia slu menetap di rumah rendi karena sudah tidak punya keluarga.keluarganya hanya suaminya pak totok.
namun bi ani selalu pulang kadang kadang tiap hari minggu juga,karena rumahnya tidak jauh dari tempat tinggal rendi.
dan mempunyai anak yang sudah bekerja.
"mari tuan sepuh...silahkan..."
ucap bibi berdua.
"cucu cucuku kemana semua bi??"
tanya kakek .
"tuan dan nyonya masih di kamar tuan..."
"oh...ya uda bi...sahut kakek"
lalu berjalan menuju kamar yang biasa di pakai kakek ketika menginap di rumah rendi.
__ADS_1
kamar di lantai bawah,karena kakek sudah terlalu tua untuk naik turun tangga.
anin menggeliat kegelian saat suaminya menyentuh lehernya.
ia...itu adalah bagian paling sensitifnya.
"sayang...diamlah..."
kata rendi sambil mengeratkan pelukannya.
anin merasa sesak di tindih lengan kekar suaminya.
"kak rend....lenganmu ini sangat berat tahu."
protes anin.
lalu anin mengubah posisinya,menjadi menghadap suaminya,
membentur ringan kening suaminya,
lalu hidung anin mencium sesuatu yang ia kenal,
ternyata jagung bakar kemarin ada di bawah bantalnya.
"kak rend...banguuun...kenapa jagung bakar di dalam kresek ini ada di bawah bantalku??"
tanya Anin dengan terkejutnya lalu terbangun begitu saja.
"aku tak tahu sayang...aku semalam menaruhnya begitu saja...aku terlalu lelah dan capek..."
ucap rendi dengan mengusap usap matanya agar terbuka.
lalu anin tertegun sejenak menatap lekat wajah suaminya,
di ingat ingat nya semalam..".ia belum tidur sekalipun sudah memenuhi keinginanku."
anin mengelus pipi suaminya,
"maaf sayang...aku benar benar tak ingat kalau aku begitu egois dan tak memikirkanmu,"
air matanya meleleh,
lalu di raihnya tubuh anin,di peluknya di atas tubuhnya.
"sayang...sudah lah...itu kemauan anak kita,bukan kemauanmu...sebisaku akan aku turuti kemauannya...aku malah bahagia jika bisa memenuhinya",
namun anin makin mengisak isak di dada suaminya.
__ADS_1
"beruntungnya aku".
kata anin seketika.