
anin terbangun dari tidurnya,ia mengusap2 samping tempat tidurnya,
suaminya sudah tidak ada di sampingnya,
ia mengerjap2kan matanya masih sepat namun ia ingin tau dimana suaminua.
ia bangun dari tempat tidurnya,
mengambil hp dan melihat jam berapa disana...
"jam 5"
gumamnya.
sepagi ini suaminya masak sudah mulai joging?
dalm hati anin bertanya2.
anin mengambil pakaian ganti dengan ogah2 han,
lalu memasuki kamar mandi,
sedetik kemudian terdengar guyuran air terjatuh.
sebentar saja ia sudah siap untuk turun ke bawah,
ia menuju dapur dimana bi ani dan bi ana sudah sibuk disana.
"pagi nyonya..."
sahut nya bebarengan menyapa anin.
"pagi bi....lihat kak rendi tidak?"
tanya anin pada ke 2 bibi nya.
"tuan sudah joging nyonya",
kata bi ani yg mendahului bi ana.
lalu anin berfikir yg tidak2....alisnya mengkerut dengan mata mendelik,
"jangan2 suamiku akan membalas perbuatan ibu2 sekitar sini...oh tidaaak...jangan...sayang reputasimu akan hancur..."
fikir anin dalam hatinya,
dengan menggenggam erat hp di tangannya dan baju santai yg longgar ia beranjak keluar rumah menyusul suaminya.
"bi aku nyusul kak rendi dulu ya...."
kata anin yg langsung pergi menuju keluar pintu utama.
"kak rend...jangan berbuat hal bodoh kak...jangan damprat mereka kak..."
gumam anin sepanjang jalan.
15menit kemudian...ia merasa lelah...lalu ia duduk di pinggir jalan di bawah pohon rindang...ada tempat duduk disana,
"aku harus nyari kamu dimana lagi kak rend?"
desah anin.
"apa aku telfon aja ya..."
gumamnya.
lalu ia menelfon suaminya.
dipencetlah nomor sang suami.
"halo sayang",
suara suaminya dari dalam telfon.
"kak rend dimana??"
tanya anin.
"aku tadi joging...lalu ketemu bapak yg ngasi mangga itu lo yank...ngajak main catur...ini masi disini",
__ADS_1
kata rendi yg berada di sebelah bapak2 itu.
"aku tadi menyusulmu kak...sekarang aku ada di bawah pohon besar tepi jalan",
kata anin.
"baiklah aku kesana...jangan kemana2",
kata rendi.
lalu mematikan telfonnya.
tiba2 hp anin berbunyi lagi.
video call..
lalu anin pun mengangkatnya.
"waaaaw...kamu sudah cantik sekali se pagi ini"
kata orang di dalam telfon.
"ia lah...bangun tidur aku mandi dulu donk...gak kayak suamiku...bangun tidur langsung ngilang"
jawab anin.
dan lagi2 anin tak tau jika sekelompok ibu2 yg sedang jalan2 di pagi hari sedang mengamatinya.
"kita lihat aja bu...ulahnya seperti apa...nanti kita laporkan pak rendi,kelakuan istrinya itu",
kata ibu2 itu kompak.
"bukannya suamimu selalu tampan?"
tanya seseorang di dalam video call nya.
"siapa bilang suamiku tampan...tampan tapi tidak banyak",
kata anin.
"aku mulai capek menunggumu disini...kapan kamu sampainya...aku sudah mengakar disini ni ",
"lihatlah2....kalian dengar....kena kau...janjian buk...disini...mari kita grebek aja mereka..."
kata salah satu ibu2,
"kita kesana pas selingkuhannya datang aja biar kita tau...kalau kita kesana sekarang...nanti lakinya lari bu..."
kata salah seorang lg...
"ok...baiklah gitu aja..."
kompak ibu2.
10 menit kemudian...
"sayang..."
kata rendi sambil menghampiri istrinya.
anin pun menyambut dengan memeluk pinggang suaminya.
ia memakai hody tebal berwarna putih susu,dengan penutup kepala yg di pakai rendi menutup kepalanya,
rendi pun mengusap2 kepala istrinya yg sedang memeluk pinggangnya.
tiba2...
"waaaah....pasangan mesum kita kali ini sudah terang2an melakukan aksinya di lingkungan sini ni bu...gimana kalau kita adili saja...",
kata salah satu ibu2.
rendi yg mendengar ibu2 itu datang dari arah belakangnya pun dengan senyum sinisnya dan ke cool an nya itu dengan santai tanpa membalik tubuhnya.
lalu ia menunduk mencium puncak kepala istrinya.
"eeeh....mesum di sini lagi"
kata salah seorang ibu2
__ADS_1
"kaa...kaaa...kalian salah faham..."
kata anin ingin menerangkan.
namun rendi mencegahnya.
"sayang diamlah...tak perlu capek menjelaskan pada mereka.itu tak penting",
kata tendi.
rendi merogoh hp nya,
bukan pak totok yg ia panggil.
"kamu kesini bawa mobil,cepat"
kata rendi lagi.
ibu2 itu pun masih mencaci dengam brutalnya.
"hei kau...apa kau tak tahu sedang berurusan dengan keluarga wijaya"
kata salah satu ibu2.
rendi masih tidah membuka penutup kepala dan juga tidak membalikkan badannya ke arah ibu2 itu.
lalu mobil mewah pun berhenti di depan kerumunan,
mobil itu tidak bisa mesuk lebih jauh ke dalam kerumunan.
lalu turunlah 2 orang laki2 berpawakan besar dan tinggi,
wajahnya sangar,
terlihat sangat keja,datang mendekat ke arah anin dan rendi dengan membuka keruman ibu2 yg berjumlah 7orang...
mulanya cuma 3orang...namun seiring waktu bertambah menjadi 7orang.
"tuan...maaf kami terlambat"
ucapnya sambil menunduk di hadapan rendi.
rendi pun membuka penutup kepalanya yg menyatu pada hody yg di kenakannya.lalu membalikkan badannya ke arah ibu2 dengan semyum mematikannya.
semua mata ibu2 itu pun melotot,matanya menganga...dan ada pula yg menutup mulutnya tak percaya.
"rendi pun membantu istrinya bangkit dan melewati kerumunan tiba2,
sebelum masuk ke dalam mobilnya.
rendi berpesan pada ke 2 orang yg mengantar mobilnya itu.
"kau urus di sini...aku tak trima mereka lolos begitu saja,
mereka sudah mencemooh ku dan istriku,memaki2 dan mengumpat,kalian cukup laporkan pencemaran nama baik saja",
ucap rendi sambil masuk ke dalam mobil nya.
"kak...itu kelewatan....apa kita sejahat itu kak...mereka tidak bersalah...hanya salah tebak..."
ucap anin dengan menggoyang2kan lengan suaminya.
"maka dari itu sayang...biar mereka tau...gimana cara memjaga lisannya agar tidak terulang yg ke dua kalinya.",
namun kata2 rendi dingin dan tatapannya terus menatap depan tanpa menoleh istrinya.
anin yg merasa suaminya menjadi seperti itu pun...tak bisa berbuat apa2.
"tapi kak...."
kata anin terputus...saat suara suaminya menyela...
"jangan lanjutkan ya sayang...jangan berdebat denganku.
itu hukuman yg pantas untuk mereka yg mengusik keluargaku",
ucap rendi yg membuat anin merinding.
lalu hening........
__ADS_1