Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
bukan mengintip atau sengaja melihat


__ADS_3

seketika nindi melepas kemeja arga yang ia kenakan tadi,ia berniat akan berganti pakaian karena dirasa arga sudah mulai menyalakan keran air di dalam kamar mandi,


tanda arga sudah mulai dengan aktivitas mandinya.


namun lagi lagi arga membuka pintu kamar mandi dengan pelan tanpa nindi sadari,bukan bermaksud mengintip atau sengaja melihat,ia ingin meminta tolong nindi untuk mengembalikan handuk yang di pakai nindi kepadanya,namun...ia malah di suguhkan pemandangan yang luar biasa nyata di depan matanya,


"hah....luarbiasa...persis di film film biru yang aku tonton."


ucap brengsek dalam hati arga.anggap saja setan yang sedang berbicara.


"astaga...arga...itu nindi...kekasih kamu...bego."


ucap hati arga lagi yang menyadarkannya dari keindahan yang baru ia nikmati sesaat.sontak ia menutup pintu kamar mandi dengan perlahan lahan agar nindi tidak mengetahuinya.anggap saja setan baik yang menyadarkannya.


"mataku...bisa bintitan nggak ya?toh aku nggak sengaja lihat nya..."ucap arga lagi sambil terus mengguyur tubuhnya hingga mandinya selesai.

__ADS_1


"aku keluar sekarang nggak ya?dia niat menggodaku nggak sih?ah...mana ada nindi wijaya berniat menggoda...aku yang rutin minta cium aja dia pelitnya minta ampun...udah kayak pencuri aja aku ngambil paksa dari nya."ucap arga dalam hati lagi,dengan kenangan ciuman semalam yang ia curi ketika nindi terlelap dalam tidurnya,ia masih ragu ragu ketika akan keluar dari dalam kamar mandi.


"tok tok tok."suara ketokan dari pintu kamar mandi,arga memutuskan mengetok pintu kamar mandi terlebih dahulu.


"ga...apaan sih...kita di dalam kamar...ngapain kamu ketok ketok pintu kamar mandi segala?"tanya nindi yang penasaran oleh tingkah arga barusan.


nindi tidak tahu bahwa tadi arga menyaksikan sebentar acaranya berganti pakaian.


"hemmmz...anu sayang...tadi sepertinya ada cicak...jadi biar tu cicak pergi ya aku ketok ketok aja."


"kan...arga sanjaya jadi bego kalau dekat nindi...kamu nyihir aku pakai apaan sih nindi...hingga ngomong aja aku sampai terbata bata begini...pidato di depan orang banyak dan para petinggi aja nggak grogi sama sekali...giliran di depan kamu yang cuma seorang saja sampai segininya...andai ku makan juga habis kamu.kenapa...kenapa tuhan?"ucap arga yang bertanya tanya di dalam hatinya.


"aduh kaget aku!"sontak ucap arga seketika saat nindi dengan tiba tiba menyodorkan kemeja denga warna merah tua kepadanya.


"sayang...bisa nggak sih kamu nggak ngagetin aku...kamu tu ya..."ucap arga yang benar benar gemas oleh kelakuan nindi.

__ADS_1


"kamu aja tu ga...masak gitu aja kaget sih..."ucap balasan nindi yang tanpa ia pikir,sambil berjalan menuju koper arga di dalam lemari,ia sibuk memilih dasi yang cocok di padukan dengan kemeja arga merah tua itu tadi,


"ah...ini nih...pasti cocok,"ucap nindi saat ia merasa menemukan dasi yang pas untuk setelan pakaian yang arga kenakan.


"astaga dragon,"ucap nindi saking kagetnya,di campur terpesonanya dan juga sedikit terlena oleh ketampanan kekasihnya itu.


mata nindi seakan tercuci oleh pesona arga yang terpancar dengan sangat luar biasa sempurnanya,


dengan setelan kemeja dan celana merah tua di padukan sepatu kulit mengkilap nya,membuat kulit putih arga semakin terpancar ke gantengannya.tidak lupa jam ber merk yang selalu melingkar di tangannya.


"gimana aku tega kamu berkeliaran sendirian seperti kucing kelaparan di tengah tengah cewek yang ganjen ganjen semua arga..."ucapan puisi yang entah ia rangkai seperti kemauannya itu terlontar begitu saja dari mulut nindi,yang samar samar arga dengar.


"kamu...muji aku atau sedang ngatain aku sih sayang?"


tanya arga seketika sambil memasangkan kancing di kedua pergelangan tangannya bergantian,yang membuat nindi tersadar dari kata kata puisi yang ia rangkai barusan,saking terpesonanya nindi oleh pesona kekasihnya.

__ADS_1


__ADS_2