Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Kejutan yang mengejutkan sampai bikin jantungan


__ADS_3

Siang yang begitu panas dan membuat Nindi lemas dengan kesibukan padatnya yang harus ia kerjakan di kantor, Meski ia puteri sang pemilik perusahaan, Namun tak ada yang sepesial untuknya. Dan ia bekerja sebagai karyawan biasa pada umumnya disana.


Hingga hari menjelang sore, Arga sengaja menjemput sang kekasih di tempat kerjanya, Setiap hari selalu meluangkan waktu untuk bertemu dan bersama, Namun anehnya keduanya tidak merasa muak ataupun bosan sama sekali, Malah terasa lengket dan merasa ada yang kurang dan tidak lengkap saat sehari saja tanpa berjumpa. Itu yang keduanya rasakan, Dan tidak tahu pasangan lain gimana merasakanya.


Nindi dengan kesal dan langkah gontainya berjalan keluar dari kantor dan langsung menuju parkiran bawah tanah kantornya, Dimana ia sudah janjian dengan Arga disana.


Dan benar saja Arga sudah menunggunya di luar mobil, Ia menyandarkan punggungnya di body mobilnya dengan kedua tangan yang ia masukan kedalam saku celana kanan kirinya. Segera saja Nindi berhambur menuju ke pelukanya, Menyandarkan kepalanya yang begitu penat karena tekanan pekerjaan ke pundak sang kekasih disana.


Dan Arga hanya bisa membiarkan untuk sejenak menjadi sandaran kekasihnya. Ia ingin sekali Nindi tidak merasa tertekan karena pekerjaan, Namun itu sudah menjadi keputusan calon istrinya itu dan ia tidak bisa se enaknya merubahnya, Ia hanya berusaha selalu ada untuknya saat ia butuhkan.


"Sayang...mampir apartemen sebentar ya...mau ambil berkas yang akan aku tunjukin ke papa nanti." Ucap Arga yang langsung di angguki oleh Nindi yang masih menyandarkan kepalanya di sana.


"Ini juga di tempat umum sayang...nggak takut di lihat orang juga kah?" Tanya Arga sambil membalas pelukan sang kekasih.


"Biarin juga di lihat orang...sekalian kalau masuk berita biar cepet di nikahin sama papa", Ucap canda Nindi yang membuat merinding Arga yang mendengarnya, Dimana kekasihnya itu terlalu berani dengan ucapanya.


"Mari..." Sapa beberapa orang yang tengah melewati keduanya, Karena mereka tahu yang tengah berada disana adalan anak dan calon mantu pemilik tempatnya kerja.

__ADS_1


Hingga Nindi terjaga dan segera berlari masuk ke dalam mobil Arga, Dan Arga hanya menyunggingkan senyum tanda ia senang melihat tingkah konyol kekasihnya.


"Cup", Kecupan singkat Arga yang mendarat di bibir Nindi sembari tanganya memasangkan sabuk pengaman disana. Dan terlihat Nindi pun menarik kembali wajah kekasihnya dengan kedua tanganya agar tidak pergi dari hadapanya. Dan Nindi mendekatkan wajahnya lagi hingga membalas ciuman kekasihnya.


"Makasih sayang....hari ini sudah meluruskan kesalah pahaman sama mama dan papa..." Ucap Nindi di depan wajah kekasihnya, Dan Arga yang sedikit bengong itu pun hanya bisa mengangguk perlahan tanda ia mengiyakanya.


Keduanya melajukan mobilnya menuju ke apartemen Arga, Hingga beberapa saat mobil yang keduanya kendarai tengah sampai ke tempat parkir apartemen.


"Sayang lapar ya? nanti aku buatin mie instan deh...aku punya banyak deh kayaknya...!" Ucap Arga yang tengah menggandeng Nindi, Dimana Nindi tengah melangkah dengan langkah gontainya. Hingga sampailah keduanya pada pintu apartemen Arga, Dan Arga mulai menekan tombol tombol pada kuncinya untuk membuka pintunya.


"Ga....kau bisa menjelaskan ini?" Ucap Nindi dengan mata yang sudah berkaca kaca disana, Sedangkan Arga sama kagetnya dengan apa yang Nindi rasakan saat itu. Terkejut dan sedikit syock.


"Sayang....tunggu...aku tak tahu ini sepatu siapa...sungguh...kau percaya padaku bukan?" Tanya Arga dengan kedua tangan yang memegang kedua pundak Nindi disana. Dan Nindi hanya bisa mengangguk percaya, Karena selama ini memang setahunya Arga bukan lelaki yang suka selingkuh.


"Mari kita lihat siapa yang tengah berada di dalam sana sama sama...okay..." Ucap Arga yang langsung di angguki Nindi, Keduanya berjalan perlahan lahan dan mengendap endap, Hingga sampai ke depan pintu kamar Arga yang ternyata tidak tertutup sempurna. Terlihat sosok wanita yang tengah tidur miring memunggungi keduanya.


Dimana mata Nindi sudah berkaca kaca dan sesekali meneteskan air matanya, Nindi tak sanggup membayangkan gadis cantik yang pernah Arga bawa pulang ke apartemenya, Hinga bukan hanya dia yang tahu kunci apartemen Arga.

__ADS_1


"Ga...otaku sudah penat dengan kerjaan...tolong...jangan buat aku berpikir dengan keras lagi...aku sudah tak tahan...aku akan membangunkanya...aku ingin tahu...siapa dia...kau...kenapa...kenapa bisa kau memberitahukan kunci rumah pada wanita lain!" Dengus kesal bercampur sedih Nindi disana, Tangisnya sudah benar benar tidak bisa ia tahan lagi, Sungguh sangat sakit hatinya hingga untuk bernapas saja ia kesulitan.


"Sayang...tenanglah...aku juga tak pernah memberi tahu siapa siapa apa lagi wanita lain selain kamu...dan bunda...!" Ucap Arga yang langsung membelalakan matanya menatap Nindi dan bergantian menatap sosok wanita di atas ranjangnya. Pikiran Arga dan Nindi sama...dimana disana adalah bundanya.


Seketika keduanya berbalik dan mengendap endap akan pergi dari luar pintu kamar yang tengah di tempati wanita tersebut.


"Heeeemmmmz....kalian sudah buat bunda terbangun....tidak menyapa...malah mau pergi!" Ucap Bunda Arga yang ternyata mendengar semua ocehan Nindi dan Arga sedari tadi. Dimana terlihat Nindi dan Arga saling mencintai dan saling percaya satu sama lain. Perasaan keduanya begitu kuat bunda rasakan.


"Aaakh...bunda...Nindi malu...habis nangis tadi...Nindi kira bunda tadi..." Ucap Nindi yang langsung berhambur ke pelukan calon mertuanya, Karena mertuanya itu sudah meregangkan kedua tanganya tanda calon menantunya itu untuk berhambur ke pelukanya. Keduanya saling berpelukan satu sama lain.


"Bunda kenapa nggak bilang kalau mau datang...kan Arga sama Nindi bisa jemput bunda ke bandara...!" Ucap Arga yang begitu senang karena bundanya datang. Dimana Arga tahu kesibukan bundanya di Negaranya tidaklah longgar.


"Akh...kamu bisa jemput calon mantu bunda setiap hari aja bunda udah seneng sayang...ayo kita menuju ke meja makan...tadi bunda beli makanan dari restoran dan ingin makan bersama kalian..." Ucap Bunda yang langsung berdiri dan bergantian memeluk putera semata wayangnya. Dan ketiganya berjalan menuju ke meja makan, Menikmati makanan bersama disana.


Kejutan bundanya yang tiba tiba datang tidaklah keduanya sadari, Hingga benar benar mengejutkanya, Namun Anin dan Rendi sudah mengetahuinya dan memang ketiganya sudah berjanjian untuk membahas masalah pernikahan putera puterinya bersama.


Kini terlihat tangis dan wajah sendu kesedihan yang tadi Nindi rasakan telah berubah sumringah bahagia dan senang disana. Hingga bunda pun ikut bahagia melihatnya, Calon menantunya yang begitu percaya pada puteranya, Dan puteranya yang begitu terbuka pada calon menantunya, Membuatnya tenang dan makin mantap mempercepat pernikahan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2