
"bug bug bug...."suara anin memukul mukul ringan di dada suaminya yang sengaja ingin merasakan sesuatu yang beda.ucapan itu yang membuatnya hilang kendali.
"pah...kamu tu ya...ngak ingat apa aku takut operasi...dan aku kesakitan sampai lemas saat hamil nindi karena pinggang sempit...masih aja...."ucap anin dengan dengusan kesalnya pada suaminya itu.
"sayang...maaf...aku sudah lama tidak merasakannya...apa aku salah...gara gara lihat video biru dari aslan itu kemarin sayang...akh...aku khilaf...beneran...khilaf...."ucap jujur rendi sambil meraih tangan isterinya agar tidak memukul mukul dadanya lagi.
"ya sudah lah pah...maaf papa sekarang juga nggak ngaruh apa apa...sudah terlanjur juga..."
ucap anin sambil mengingat ingat bahwa ia bulan ini memang sudah telat dua minggu lebih,
"berarti hari ini boleh ngerasaan lagi dong?"
tanya rendi dengan senyum nakalnya pada isterinya,dan anin membalas senyuman suaminya.tidak butuh waktu lama untuk rendi memindahkan tubuh isterinya ke tempat tidur,dan melakukan apa yang di inginkannya.
di lantai bawah,
"mama sama papa kok lama sekali sih...sudah satu setengah jam nggak turun turun juga sih...aku kan sudah lapar ini...kelamaan nungguin mereka...keburu cacing cacing di perutku kena busung lapar ini,aku tunggu bentar lagi kalau nggak turun turun juga...aku makan sendiri nih,"
__ADS_1
gerutu nindi sendiri yang duduk di kursi depan meja makan yang sedang menunggui mama papanya yang entah kenapa begitu lama kalau papa nya hanya mandi dan membangunkan mamanya itu.
"dddddrrrrrrrtttttt.....dddddddrrrrrtttt...."ponsel nindi bergetar.
"halo arga...ada apa ya?"tanya nindi sesaat setelah ia mengangkat panggilan telephone nya.
"sayang...jadi nganterin tante periksa nggak?"tanya arga yang sedikit khawatir karena nindi nggak ngasih kabar sama sekali,dan karena arga sudah terlanjur ngejogrok di luar gerbang pagar rumah rendi.
"nggak tahu ga...mama aja masih di kamar belum turun dari tadi...dan papa katanya mau bangunin mama...eh...hampir dua jam nggak turun turun ga..."
ucap nindi dengan nada sewotnya.
"kenapa nggak langsung masuk aja sih arga...sini masuk...aku lagi nungguin papa mama untuk sarapan..."
ucap nindi dengan nada lembutnya karena sesaat tadi ia terpesona.
"nggak sayang...kamu kesini deh...aku pingin sarapan berdua nih sama kamu...habis itu aku mau ke luar negeri sayang...ada hal penting yang harus aku hadiri sendiri...bisa nggak?"ucap arga yang sedikit memohon pada kekasihnya itu.
__ADS_1
"iya sudah...aku keluar ga...tunggu ya..."ucap nindi yang beranjak berdiri dari kursinya dan sudah mematikan panggilan telephone nya.
"sayang mau kemana?"tanya mama anin tiba tiba dari tangga atas yang menuju lantai bawah dengan di apit oleh papa rendi di sampingnya.
"pah mama sakit ya?"tanya nindi ingin tahu karena mamanya berjalan dengan di papah papanya.
"nggak apa nak...sakit pinggang mendadak aja ini,"ucap anin jujur karena ulah suaminya yang seperti sebulan tanpa belaian.
"mah...aku mau keluar sarapan sama arga mah...arga sudah nungguin di luar gerbang ma...pa..."ucap nindi begitu saja.
"ajak kesini dong sayang...sarapan sama sama sekalian..."
ucap papa dan mama bebarengan.
"nggak mau pa...ma...arga maunya sarapan berdua sama nindi aja...karena ia akan ke luar negeri untuk beberapa hari katanya...mungkin sekalian pamitan kali pah..."
ucap nindi seketika sambil berlari kecil menuju pintu utama dan menuju tempat dimana arga sedang menungguinya.
__ADS_1
di luar gerbang pagar rumahnya.