
"ada apa kalian menatapku??"
kata dari mulut rendi yang begitu tajam,hingga membuat semua stafnya menundukkan pandangannya,
karena rendi tahu,menjadi seorang pimpinan haruslah tegas,dan ia bangga sudah menerapkannya sejak dari awal.
di rumah,anin mengecek semua perlengkapan sebelum ia berangkat kuliah,
lalu supir datang menghampirinya,
"nyonya....silahkan...mobilnya sudah siyap..."
ucap pak totok.
"pak...aku lagi tak ingin naik mobil...aku jalan saja ya pak..."ucap anin sambil berlalu begitu saja.
pak supir pun tak bisa berkata apa-apa lagi.
anin menyusuri trotoar yang tidak begitu panas setengah sore itu.
tiba-tiba ia ingin berjalan-jalan,
lalu ia putuskan berjalan kaki saja menuju kampusnya,
mungkin butuh waktu dua puluk menit sampai setengah jam kalau jalan kaki,karena cuma sepuluh menit jika naik mobil.itu pun sering berhenti karena ada dua lampu merah persimpangan.
di sepanjang jalan ia melihat ponselnya,
"hah...tujuh kali panggilan tak terjawab,suamiku semua?"
gumamnya dengan sedikit senyum,
lalu di lihatinya pesan masuk dari suaminya,
ada empat pesan yang masuk,dan lalu di bukanya pesan itu..
__ADS_1
"i love you,"yang tertulis disana,
hati anin benar-benar senang saat itu.hingga tanpa terasa ia pun sampai di depan gerbang kampusnya,
di jumpainya bu desi di parkiran,lalu di sapanya...
"mari bu.."
sapa anin yang hanya di balas senyum oleh nya,
anin langsung menuju ruang kuliahnya,namun tiba-tiba kepalanya berkunang-kunang dan berputar,sepertinya dia akan ambruk,tapi neta keburu datang menyambutnya...
"hay.....yuk masuk..."
ajak neta,karena neta tidak tahu apa yang di alami anin barusan.
"net....tunggu...bantu aku masuk ke dalam..."
kata anin sambil mencengkeram tangan temannya,
tanya neta seketika saat menyadari tubuh anin sedikit gemetar.
"tidak net...aku tadi dari rumah berjalan saja sampai sini,mungkin aku kelelahan,"
sahut anin karena tidak mau sahabatnya khawatir.
neta pun membantu anin berjalan ke dalam ruang kuliahnya,
kali ini ruangan yang di tujunya tidak begitu jauh,tapi setelah mata kuliah ini...berganti kelas yang sedikit lumayan jauh berjalan.
anin duduk lalu menyelonjorkan tangannya ke depan dengan meyandarkan kepala di atas meja,
"neta......pusiiiing..."keluh anin.
"apa perlu ku antar kau istrirahat??"
__ADS_1
tanya neta pada anin.
"tak perlu net...aku tak mau melewatkan mata kuliah ini,"
sahut anin yang seketika mencoba fokus,karena dosen pembimbing baru saja masuk.
anin begitu bersyukur...ia bisa melewati hari-harinya kuliah sampai akhir dengan mulus tanpa memikirkan masalah biaya.jadi saat waktu kuliahnya tinggal sebentar...ia ingin menikmatinya.
lalu seseorang artis kampus masuk dengan duduk di depan anin dan neta,tiba-tiba saja...perut anin merasa di aduk-aduk,rasanya sesak di dadanya karena mencium parfum teman yang berada di depannya itu.
"huuuuweeeeekkkk....huuuweeek...."ia ingin muntah namun tidak ada yang di muntah kannya.
lalu anin berlari menuju kamar mandi,semua teman menatapnya,mereka berasumsi sendiri-sendiri.
di dalam toilet...tak sedikit mata yang melihat anin muntah namun tidak ada yang di muntahkan.
puas anin mual-mual di toilet,dan bau yang menyengat itu pun sudah hilang,ia bergegas masuk ke dalam ruang kuliahnya lagi.
saat anin duduk di bangkunya lagi...terulang perasaan yang sama,
sekali lagi..."huuweeeek..."berulang kali hingga dosen yang mengisi mata kuliah itu pun heran,
saat anin lari ke luar ruangan menuju toilet,di dalam ruang kuliah riuh,ada seseorang yang nyeletuk.
"jangan jangan dia hamil,"
ucapnya yang membuat semua terperanjat,karena anin sama sekali tidak terlihat dekat dengan seorang laki-laki,atau tak terlihat punya pacar.
lalu beberapa yang lain mengejar ke toilet ingin tahu kebenarannya.
neta marah saat melihat banyak yang mencibir sahabatnya,namun neta tak berani melerai...neta hanya membalas kata-kata mereka dengan ucapan,
"urus lah sendiri urusanmu,jangan sok tahu dengan urusan orang lain,huh...dasar cabe giling,"
ucap neta seketika.
__ADS_1