Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
sebisanya mengelak


__ADS_3

terlihat arga dan nindi bergandengan tangan menyusuri trotoar pinggir jalan,


keduanya menikmati malam yang gelap tanpa bulan,namun tidak turun hujan,di sampingnya mobil saling lalu lalang memadati jalan,jalanan padat merayap karena banyak orang orang yang baru pulang ngantor di jam jam segini.


"sayang...kemarin kok aku bisa pingsan sih?"


tanya nindi tiba tiba pada arga,sontak arga pun seperti terkaget mendengarnya.


"emmz...sayang...kamu nggak pingin makan apa apa lagi?"tanya arga sedikit mengalihkan pertanyaan dan perhatian nindi darinya.


"ga...apapun yang terjadi...aku percaya padamu ga..aku nggak akan kecewa sedih atau marah ga...aku mohon...aku seperti kecekik saat aku bertanya kesana kemari namun tidak ada satupun yang menjawabku."tanya nindi dengan langkah terhenti dan tubuh menghadap ke arah arga,wajahnya sedikit mendongak menatap wajah tampan kekasihnya,dengan tatapan berkaca kaca memohon pada arga.


arga terlalu khawatir,tangannya semakin menggenggam erat jemari nindi,dan saat itu pula nindi tahu...arga menyembunyikan sesuatu darinya,


"baiklah jika kau tidak ingin mengatakannya padaku atau bercerita denganku...baiklah ga...simpan...simpan saja untukmu...untuk dirimu.."ucap nindi dengan nada yang terkesan halus dan membuat arga semakin bersalah padanya.


"baiklah baiklah...mari kita duduk di sana,aku akan menceritakannya padamu semuanya."


ucap arga dengan sangat berhati hati,arga sudah siap kalau kalau nindi akan marah padanya.


keduanya berjalan menuju tempat duduk pinggir trotoar,nindi duduk terlebih dahulu disana yang di susul arga kemudian duduk di sampingnya,dibelakang mereka adalah taman kota yang lumayan ramai,namun karena keadaan sudah malam...jadi pengunjungnya mulai berkurang.


"sssst...sat...lihat deh...di belakang kita bukannya arga sama nindi ya?"tiba tiba ucap yura saat tanpa sengaja menatap ke arah belakangnya yang terdapat sepasang sejoli yang sedang menikmati malam berdua.


satria langsung menoleh menatap kemana arah mata yura melihat.


"benar itu mereka sayang..."ucap begitu saja satria.

__ADS_1


"kenapa sat?kau masih belum bisa melepaskan nindi ya?"tanya yura yang sudah tumbuh benih benih cinta pada satria karena perhatian satria padanya.


"kamu ngomong apa sih sayang...aku mensyukuri kamu yang mau jadi pacar dadakannya aku...hmmmz...kamu beneran ikut pulang aku ke kampung halaman?setelah itu...ikut aku menemui mama ku?"


tanya satria dengan tatapan penuh kehangatannya.dan yura dengan mantap mengangguk.


"lalu...perusahaanmu?"tanya satria yang sedikit khawatir,karena perusahaan yura pasti membutuhkannya.


"sat...aku lupa memberi tahumu...aku disini ikut konferensi pengusaha muda...dan perusahaanku...ada di tempat yang sama kamu bekerja sat..."ucap nya dengan senyum yang cantik.dan satria makin senang...tanpa sengaja yura teringat bahwa perusahaannya satria pernah menggarap tender dari perusahaan yura.ia benar benar beruntung kali ini.


ia patah hati namun segera terhibur oleh kekasih baru nya.


"nah...kalau tersenyum gitu kan ganteng...jadi...sudahkah kau menyukaiku sayang?"tanya yura yang sangat manja pada satria.dan satria hanya mengangguk mengiyakannya,keduanya berpelukan.


hingga...tanpa sengaja arga dan nindi menoleh ke arah keduanya.


"ga...lihat nggak?pasangan itu bukannya yura dan satria ya?"tanya nindi tiba tiba,karena jarak antara kursi yura dan kursinya hanya bersekat pot pot bunga besar dengan bunga di dalamnya,


"ayo...cerita...."kata nindi mengingatkan arga.


"emmmm....waktu itu...kamu..."ucap nya tertahan karena dari arah belakang nindi aditya berjalan mendekat ke arah nya,aditya dengan ifa,berjalan bersama berjajar,namun tetap dengan beberapa jarak antara keduanya.


aditya berhenti sejenak setelah melintas di depan arga dan nindi.


"malam malam mau kemana?"tanya arga pada aditya.


"mau nyari makan...kamu mau ikut?"tanya aditya balik pada arga.

__ADS_1


"bukannya tadi kita sudah sama sama makan ya?"ucap balik arga dengan tatapan keheranan menatap aditya.


"iya...kita kenyang...nah dia pingsan karena kelaparan ga..."ucap aditya yang langsung beranjak pergi begitu saja dengan di ekori yura di belakangnya.


"ehhhheeeemmmz..."deheman nindi membuat arga tersadar dan kembali ke topik cerita yang akan ia ceritakan tadi.


"kemarin kamu di bius seseorang di pinggir jalan besar yang ramai orang akan menyeberang,setelah kamu pingsan...mereka membawamu ke markas mereka,membuatmu tak berdaya,untungnya anak buah aditya ada disana dan aku menyelamatkanmu dari mereka.maaf sayang...aku kira kamu benar benar pergi dengan satria dan yura...makanya aku tidak suruh orang untuk ngikuti...eh...disini bahaya kalau cewek jalan sendirian...apa lagi cewek turis manca negara seperti kamu ini...mereka kira kamu sendirian sayang..."ucap arga menerangkan.


"beneran cuma seperti itu?nggak ada yang lain?"tanya nindi ingin tahu,karena se ingatnya ia bermimpi mesum dengan arga.


"beneran sayang..."ucap arga mencoba menutupi apa yang keduanya lakukan.


"semoga itu cuma mimpi...tapi kenapa itu seperti nyata?dan setelah aku bangun...badanku seperti mayat yang terendam air..."ucap nindi dalam hatinya.


"lalu...lengan kamu ini...kenapa bisa aku yang menggigitnya ga?"tanya nindi benar benar ingin tahu.


"aku lupa persisnya sayang...yang pasti saking terkejut atau saking apa aku nggak tahu itu kamu tiba tiba gigit aku."


ucap arga dengan tangan menggenggam jemari nindi.


"kamu nggak macem macem denganku kan ga saat aku tak sadarkan diri?"tanya nindi penasaran.


"nggak ada sayang...paling sebatas cium kamu aja...mana bisa aku menolak pesonamu."ucap gombal arga yang di angguki oleh nindi,nindi berharap...arga benar benar tidak sedang membodohinya.


"beneran kan?nggak ada yang lain?cuma ciuman?"tanya nindi lagi yang masih penasaran.


"iya sayang...ciuman...c...i...u...m...a...n."

__ADS_1


ucap arga berusaha mengelak.


karena ciuman yang arga maksud...ciuman yang hampir rata.


__ADS_2