Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
awal mula gosip


__ADS_3

semua sudah selesai dengan tanda...keduanya sudah saling menyerahkan tanda tangan satu sama lainnya.


"baiklah tuan tuan...saya pamit dulu...saya harap kedepannya kerja sama kita akan saling menguntungkan."ucap Arga sebelum ia benar benar pergi meninggalkan klien klien nya.


Arga di dampingi satu asisten dan satu sekretarisnya berlalu pergi meninggalkan tempat nya dan berjalan cepat menuju mobil yang sudah di siapkan oleh supir pribadinya.


"antarkan saya ke kantor Wijaya sekarang."ucap Arga sambil membenahi posisi duduknya dan melepas dua kancing jas nya.


"baik tuan."ucap patuh si supir pada tuannya.


beberapa saat sudah mobil berjalan menembus kemacetan jalan raya yang di lewatinya,nampak Arga sedikit memikirkan sesuatu.


"masak iya ke kantor papa nya Nindi nggak bawa apa apa sih?ini kan masih jam kantor...masak iya aku datang tanpa pemberitahuan pada om Rendi?"


ucap bertanya tanya dalam hati Arga dengan perasaan yang tidak menentu,karena di satu sisi ia tertantang oleh ucapan kekasihnya,di sisi lain...masak iya dia hanya perlu dengan Nindi sampai nyatronin perusahaan bapaknya?apa lagi bagi sebagian karyawan yang tidak tahu...mereka mengira perusahaan Wijaya dan Sanjaya sedang tidak akur,hingga pening penat kepala Arga memikirkannya.


"pak supir...kamu sudah punya pacar belum?"


tanya Arga yang membuat si supir tersedak ludah nya sendiri.


"anu pak Arga...saya tidak lagi pacaran...tapi saya sudah punya istri pak..."jawab si supir dengan sedikit terbata bata nya.


"Kamu tahu nggak seandainya...istrimu dan bapak nya itu punya tetangga yang nggak suka sama kamu...dan agar kamu terhindar dari gosip mereka...apa yang akan kamu lakuin?"tanya Arga pada supirnya.


"Anu pak...kalau saya...saya akan minta pacar saya nemui saya diam diam saja pak biar nggak ketemu tetangga yang resek."


ucap si supir dengan antusiasnya.


"kalau...pacar kamu nggak mau ketemu kamu sedangkan kamu merindukannya?apa kamu akan berhadapan dengan tetangga tetangga resek itu?"ucap Arga yang mengibaratkan para pegawai di perusahaan om Rendi itu sebagai tetangga resek.


"mana ada pak...sebelum saya rindu juga pacar saya yang sudah rindu duluan...jadi nggak pernah maksa buat ketemu...dia yang selalu nemuin saya..."ucap si supir dengan bangga dan songongnya,dengan senyum lebar yang menatap ke arah spion atas nya,menatap ke arah bos nya yang duduk di kursi penumpang belakangnya,sontak senyum nya menghilang dan menjadi tekukan wajah yang ketakutan dan tertekan seketika,ia melihat bos nya melotot dengan tatapan tajam yang mematikan.

__ADS_1


"mati aku...."ucap si supir dalam hatinya.


"hei...aku tanya pendapatmu...bukannya kamu yang malah curhat...mau ku potong gaji kamu hah?!"ucap Arga dengan nada yang bersungut sungut nya,dimana jawaban yang ia inginkan tidak dapat ia dapatkan dari supirnya.


"Ampun pak...jangan potong gaji saya...mau di kasih makan apa istri saya kalau bapak tega motong..."ucap si supir dengan nada memelas nya,namun Arga tidak meladeninya.


Arga mencoba memikirkan sesuatu...dimana dia harus terkesan cool...dan muncul secara tiba tiba di hadapan kekasihnya itu,agar Nindi terdiam dan tidak meremehkannya lagi.


dengan cepat ia mengambil ponsel yang ada di saku jas nya,ia terlihat menghubungi seseorang,ia ternyata menghubungi sekretaris nya.


"halo...apakah perusahaan kita ada kontrak kerja dengan perusahaan Wijaya?"


tanya Arga pada sekretarisnya.


"sebentar pak saya cek dulu pak..."ucap si sekretaris,lalu beberapa saat si sekretaris pun akhirnya berbicara..


"pak...kita ada satu kontrak dengan perusahaan wijaya...namun masih dalam pengecekan pak...dan belum tanda tangan kontrak pak..."ucap si sekretaris dengan fasih nya.


"kamu yakin itu perusahaan Wijaya?"tanya Arga lagi untuk memastikannya.


dan tanpa aba aba atau pemberitahuan...Arga menutup panggilan telephone nya begitu saja.


"akan aku urus sendiri masalah kerjasama ini...dan kamu sayang...jangan pernah anggap remeh Arga Sanjaya."ucap Arga dengan senyum yang menyeramkan.


Arga terlihat memesan makanan yang di sukai Rendi dan Nindi di layanan pesan antar pada layar ponselnya.


Arga pun lalu meraih ponselnya lagi dan mencoba menghubungi om Rendi.


"Halo om...apakah siang ini ada waktu untuk makan siang bersama om?Arga yang traktir deh...Arga akan bawa ke kantor om ya..."ucap Arga dengan nada se ramah mungkin pada pnggilan telephonenya.


"Ga...kamu ini modus mau ketemu Nindi aja pakai acara makan sama om segala sih Ga..!"

__ADS_1


ucap Rendi yang benar benar mengena di hati Arga.


"kenapa om...nggak boleh ya?"tanya Arga balik yang membuat Rendi mengiyakannya,karena nggak mungkin kan Rendi menolak Arga begitu saja,toh putrinya juga pasti menyukai kejutan yang akan Arga berikan.


hingga semua hidangan yang Arga pesan pun sudah sampai dengan lengkap di perusahaan Rendi,terlihat para karyawan sangat riuh dan antusias,karena semua karyawan pun dapat jatah masing masing,namun ternyata ada urusan mendesak yang harus Arga kerjakan,hingga ia tidak dapat datang ke kantor Rendi.


"siapa sih yang nraktir kita kayak gini?apakah si bos yang nraktir?"tanya salah seorang karyawan wanita pada karyawan lain.


"kata pengantar makanan sih dari Arga Sanjaya gitu...masak iya kedua perusahaan sudah akur?"ucap seseorang lagi yang saling menimpali satu sama lain.


Hingga kabar tersebut pun akhirnya sampai lah di divisi nindi bekerja,dimana ada salah seorang pengantar bunga,membawa segepok bunga mawar merah dengan rangkaian bunga yang berjumlah seratus bunga tertata indah di tangannya.


"apakah non Nindi berada di divisi ini?"tanya si pengantar bunga langsung pada salah seorang yang terlihat berjalan mendekat ke arah nya,dan orang tersebut kebetulan adalah nana,teman baru Nindi di divisinya.


"Benar...di divisi ini hanya ada satu yang bernama Nindi."ucap Nana dengan lantangnya dan tanpa ragu ragu.


"kamu bawa saja ke meja kerjanya sana itu pak..."ucap Nana sambil tangannya menunjukkan tempat nindi berada,lalu si pengantar bunga pun langsung dengan patuh nya menuju ke tempat Nindi berada dan menyapanya...


"non Nindi...ini ada pesanan bunga untuk anda non..."ucap si penantar bunga kepada Nindi yang masih melotot menatap gepokan bunga mawar merah kesukaannya tanpa ia bisa berkedip.


"pasti Arga...aku yakin dia yang membuat heboh namaku di hari pertamaku kerja...aku yakin!"ucap dalam hati Nindi yang begitu senang namun juga khawatir karena menjadi pusat perhatian.


Nindi menerimanya dan meletakkannya di atas meja kerjanya,dimana disana di penuhi dengan bunga bunga mawar yang baru ada di tangannya itu.


"aku buang sayang...aku taroh mana lagi coba...akh...aku taroh ruang kerja papah aja deh...pasti papah nggak akan keberatan dong...iya kan...pastikan..."


ucap Nindi dengan hati senang nya,lalu ia pun beranjak berdiri dari kursinya,di mana di luar divisinya sudah berjubel para pencari berita,atau lebih tepat nya emak emak rempong yang ada di sekitarnya.


"Aduuuh...ada ada aja sih..."gumamnya dalam hati lalu mengurungkan niat nya membawa keluar bunga bunga tersebut.


"Arga...dasar kamu ya...bikin heboh aja..."gerutu Nindi lagi lagi dan lagi.

__ADS_1


Hingga suasana sudah hening,waktu jam makan siang pun tiba,terlihat semua kantor sudah sepi,Nindi diam diam membawa bunga bunga tersebut ke lantai paling atas kantor papa nya,namun nasibnya tidak lah mulus...benerapa mata mengawasinya,entah itu kawan atau akan jadi lawan bagi nindi,sampai nindi berada di depan ruang kantor papa nya,


tanpa mengetuk...ia pun langsung membuka paksa pintu dan masuk begitu saja dan menaruh bunga bunga itu di atas meja kerja papa nya,ia juga melihat di sana ada banyak makanan,tanpa sungkan Nindi pun mengambil beberapa makanan dan membawanya,sekretaris papa nya untungnya sudah mengenal nya dengan baik makanya Nindi dengan mudah bisa keluar masuk ruang kantor papa nya meski papa nya tidak berada di tempat.


__ADS_2