
rendi menutup telephon nya,menyandarkan sejenak kepalanya di kursi yg ia duduki.
"aaakh....siiiaaalll,aku makin merindukannya",
gumamnya,
lalu ia mengambil telephone nya lagi,
ia mencoba menghubungi seseorang,
terdengar suara orang di dalam telepon menjawab.
"halo pak...ada yg bisa ita bantu?"
kata seseorang di telephone.
"siapkan pesawat untukku pulang sekarang",
kata rendi pada seseorang itu.
"baik tuan...aegera saya siapkan."
kata ita.
rendi mulai mengemas barangnya,
ia sudah menyeleseikan pekerjaannya hari ini.
"baiklah...mari kuberi kejutan sayang"
ucap lirih rendi.
perjalanan cukup memakan waktu,namun rindunya pada istrinya sudah tak terbendung lagi.
pagi yg cerah di tempat anin dan neta di taman,
pak totok datang membawa tikar dan cemilan yg di pesan,
anin dan neta mulai membuka tikar dan duduk di atasnya,
"neta tampak menikmati cemilannya,sesekali anin melirik sahabatnya ia tampak senang",
"net...kamu uda ijin suamimu kalau keluar denganku?"
tanya anin pada neta.
"sudah dooong...nin...suamiku tu juga lagi dinas keluar kota...tapi nanti malam ia pulang,"
kata neta.
"biasanya kalau dinas ke luar kota berapa hari?"
tanya anin pada neta.
"gak pasti si net...kadang juga 3hari...seminggu..yg paling lama"
ucap neta.
anin yg mendengar hanya manggut2 saja.
tanpa terasa anin dan neta ngobrol hingga lupa waktu,
__ADS_1
"ini sudah siang...waktunya makan..."ucap neta.
"kamu mau makan dimana?"
ucap neta.
"aku mau pulang aja net...kita makan di rumah ya...kasian bi ana dan bi ani sudah masak tidak di makan."
ucap anin.
"bentar lagi ya net...sejam lagi aja..."
pinta anin pada neta.
"siyaaap bos",
canda neta.
tanpa terasa sudah jam 12siang tepat...mereka tidak merasakan panas...karena ia duduk di bawah pohon yg rindang.
neta melihat anin ketiduran disana,.
"dasar ibu hamil...dimna yg manan di situ tidur pula dia",
ucap neta dalam hatinya.
"nin....bangun nin...ini udah jam satu siang loooh...cacing di perutku uda mulai protes nie..."
canda neta pada anin.
anin mulai membuka mata perlahan,mengerjap2kannya,
dan melihat sekeliling,
ucap anin.
"uda jangan bwngong lagi...ayoook cepat...keburu cacing2ku pada mati kan nanti."
canda neta.
anin pun bangkit dari duduknya,
di carinya pak totok yg sedari radi mengawasi istri tuannya itu duduk di tempat duduk tepi jalan setapak tidak jauh dari sana.
"anin melambaikan tangannya,lalu pak totok mengerti dengan isyarat tersebut pun beranjak dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah istri tuannya",
"ia nyonya...",
kata pak totok dengan hormatnya.
"mari kita pulang pak...",
ajak anin.
lalu pak totok pun membantu mengemasi tikar dan cemilan yg masih,
anin neta dan pak totok,
mulai melangkah meninggalkan taman itu,
menaiki mobil yg sedari tadi terparkir,
__ADS_1
lalu pak totok pun menjalankan mobil nya menuju rumah,
karena anin meminta pak totok untuk pulang saja.
tibalah anin dan neta di rumah,
a in terlihat lelah...ia lelah bukan karena jauh ia berjalan,
tapi karena ia pulang namun tidak ada suaminya,
"rindu yg teramatlah yg me?buatnya lelah."
anin dan neta turun dari mobilnya menuju pintu utama disana,
ia masuk dan disambutnya oleh bi ani dan bi ana,
"siang nyonya..."
kata bibi.
"siang juga bi..."
balas anin.
"nyonya,..kenapa pulang kesiangan?"
tanya bi ani,
karena bi ani tahu...tuannya sudah menunggu di kamar,namun bi ani tidak boleh mengatakannya.
"kenapa bi?ada apa?"
tanya anin.
"jam makan anda terlewatkan nyonya...."
ucap bi ani.
"bi....masak apa???"
neta bertanya sambil ngloyor menuju meja makan.
"huuuwwwaaaaa ini kesukaanku semua...."
ucap neta.
yg melihat banyaknya hidangan di meja.
neta langsung mengajak anin duduk,
mengambilkan piring untuknya.
"neta...aku bisa sendiri",
kata anin.
namun anin lalu meletakkan piringnya kembali ke tempatnya.
anin merasa pusing berkunang2,
"aku makan bentar lagi ya net...aku ke kamar dulu...aku mau minum obat lalu rebahan sebentar",
__ADS_1
ucap anin pada neta yg langsung berdiri dari duduknya.
di dalam kamar rendi sudah menanti istrinya untuk masuk.