Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
masih sekuat dulu


__ADS_3

hampir satu jam anin dan rendi di dalam kamar mandi,total hampir dua jam jika keseluruhan,rendi keluar terlebih dahulu dari kamar mandi,ia...lalu mengenakan pakaiannya setelan celana panjang yang ringan dan atasan kaos biru tua dengan lengan dan kerah putih,terlihat anin menyusul dengan handuk mandi,tangannya seperti menopang tubuhnya yang dengan kedua tangan mencengkeram pintu kamar mandi.


"sayang kamu pusing lagi?kenapa?"tanya tendi yang terlihat khawatir pada istrinya itu dan bergegas menghampiri anin yang berjalan sambil memegangi tembok.seperti orang yang takut jatuh karena licin.


"masih tanya kenapa pah?papa sih nggak kira kira...aku nggak bisa jalan...aku nggak ikut aja...papa berangkat aja sama nindi...biar bibi yang buatin lauk lain ntar,"


ucap sewot anin.karena menurutnya stamina laki laki yang sudah berkepala empat ini makin ganas saja.kini selangkanya merasa nyeri dan membuatnya berjalan tertatih tatih,tanpa pikir panjang...rendi pun dengan ketidak sabarannya...langsung membopong tubuh istrinya itu ke tempat tidur,dan menduduk kannya disana.ia pun lalu ikut duduk di samping anin yang dari tadi menatap keheranan ke arah nya.


"ada apa kok dari tadi natap aku kaya gitu sayang?apa aku makin ganteng?"tanya tendi tiba tiba yang membuat anin tersenyum geli.


"kamu tu pah...kaya anak muda aja...aku heran deh...kamu masih kuat gendong aku nya..."ucap anin yang di rasa rendi sedang meledeknya.


"jangan salah sayang...mau berapa ronde lagi juga aku kuat..."dengus rendi dengan tangan yang terentang hampir memeluk anin.


"eiiitsss...nanti encok....aku yang kamu salahkan pah..."


dengus kesal anin dengan tangan yang mengibas ngibas tangan suaminya.


"lhoh sepertinya kamu perlu bukti sayang....aku akan buktikan sayang..."ucap rendi dengan godaannya.

__ADS_1


"sudah sudah pah...nindi pasti kelamaan nunggunya,"


ucap anin yang langsung akan beranjak dari duduknya.


"kamu disini aja sayang...aku yang akan ngambilin untuk kamu...baju nya...kamu bilang aja.."ucap rendi sambil mencekal lengan istrinya itu dan anin pun menurut,ia kembali terduduk di tempatnya semula.


rendi beranjak berdiri dari duduknya,ia berjalan menuju lemari pakaian dan membuka pintu lemari pakaian dengan lebar lebar.


"sayang...aku kok belum tahu tempat bra kamu yang baru dimana ya?"ucap rendi karena saat anin habis melahirkan nindi...segala keperluan anin mulai dari dalaman sampai memakaikan pembalut di lakukan oleh rendi,dan barusan rendi melihat lihat isi lemari istrinya itu...dimana mana tidak terlihat sesuatu yang seksi di pakai istrinya itu.


"tuh....pah...di laci depan papa itu buka aja,"


lalu ia menutup kembali laci itu.


"trus ini baju yang mana yang ingin kamu pakai sayang?"


tanya rendi sambil menunjuk nunjuk pakaian istrinya yang berjajar rapi di gantungan baju.


"yang biru campur putih itu aja pah,"ucap anin sambil menunjuk baju nya yang pas di depan suaminya berdiri.rendi pun segera mengambilnya dan bergegas menyerahkannya pada istrinya.

__ADS_1


anin memakai pakaian itu yang di tunggui rendi tiduran di sofa sambil menatap layar ponselnya.ia begitu nyantai akhir akhir ini karena kondisi perusahaannya yang tergolong cukup baik itu.


"ayo pah...aku sudah siap..."ucap anin sambil mendekat ke arah suaminya,


rendi pun langsung terbangun dari tidurannya


dan tangannya dengan sigap merangkul pundak anin dan mengajaknya keluar dari dalam kamar,keduanya menyusuri anak tangga hingga langkah anin terhenti,sontak membuat rendi kebingungan,dan ikut berhenti mendadak.


"ada apa sayang?kenapa?kamu kenapa?sakit lagi pusing?"


tanya rendi yang sangat khawatir terlihat dari wajahnya.


"tuh pah...nindi sampai ketiduran di sofa ruang keluarga dengan pulasnya.kamu sih pah...kelamaan tahu minta jatahnya...seminggu kedepan pokoknya libur,"


ucap tegas anin yang membuat rendi mengkerutkan dahi dan menggigit bibir bawahnya.


"aku kan bisa maksa...atau pura pura khilaf aja,"


ucap rendi dalam hati dan terlihat senyum licik di bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2